Select Page

5 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Orang Tua Dalam Menentukan Anaknya Sekolah di Mana

5 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Orang Tua Dalam Menentukan Anaknya Sekolah di Mana

Ilustrasi (Foto: ISTIMEWA)

UMINEWS.COM, Menyekolahkan anak di tempat terbaik merupakan salah satu impian kita sebagai orang tua. Namun untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan perencanaan yang matang, tidak bisa dadakan. Pendidikan merupakan bekal yang utama dan sangat penting untuk anak-anak kita agar bisa senyaman mungkin menjalani hidupnya di  masa depan.

Bahkan, tidak sedikit dari para orang tua memiliki impian akan menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri. Tapi mereka menjadi tak pede karena terkendala dalam persoalan financial.

Sebenarnya jika dipersiapkan secara matang, menyekolahkan anak di luar negeri sangat mungkin, tidak sesulit yang dibayangkan.

Untuk mewujudkan itu sebaiknya para orang tua harus mengetahui terlebih dahulu beberapa hal agar tidak salah menentukan lembaga pendidikan mana yang tepat untuk anak-anaknya, dan tentunya disesuaikan dengan kemampuan financial.

Ilustrasi (Foto: ISTIMEWA)

Berikut beberapa kesalahan yang sangat mungkin dilakukan para orang tua dalam mempersiapkan pendidikan anak:

1. Tidak melakukan survei

Kesalahan yang paling banyak dilakukan para orang tua adalah tidak melakukan survei terhadap calon sekolah atau kampus di mana anaknya akan menuntut ilmu.

Fakta menyebutkan banyak orang tua kurang peduli terhadap pilihan kampus untuk anaknya kuliah. Mereka menyerahkan pilihan tersebut kepada anak-anaknya. Seharusnya orang tua ikut andil dalam menentukan kampus dengan cara melakukan survei. Dengan begitu kita akan mengetahui kualitas kampus tersebut.

2. Tidak menghitung biaya

Menyambung dari poin kesatu. Karena tidak melakukan survei maka orang tua secara otomatis tidak dapat menghitung dan tidak mengetahui secara menyeluruh berapa anggaran yang harus dipersiapkan hingga anaknya lulus kuliah.

Dipastikan orang tua akan terkaget-kaget ketika anaknya sering meminta sejumlah dana dengan alasan untuk kepentingan kuliah. Bahayanya, jika Anda tidak punya uang maka akan bingung ke mana akan mencarinya.

Ilustrasi (Foto: ISTIMEWA)

3. Tidak memiliki strategi proteksi

Persoalan ini tidak hanya dialami oleh mereka yang memiliki anggaran terbatas, tapi juga dilakukan bagi mereka yang memiliki dana lebih dari cukup.

Mereka terkesan bahkan berkeyakinan bahwa keuangannya akan baik-baik saja, sehingga tidak memerlukan membuatkan asuransi pendidikan untuk anak-anaknya. Padahal kita tidak pernah tahu kapan akan sakit atau dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Menyediakan asuransi pendidikan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kita sebagai orang tua dalam hal memberikan pendidikan yang layak kepada anak. Dengan begitu, jika kita sudah ‘tidak ada’ maka anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikannya tanpa terkendala persoalan biaya dan tetap bisa melanjutkan menggapai cita-citanya.

Akan lebih baik lagi jika kita juga memiliki asuransi kesehatan bagi keluarga kita, atau setidaknya setiap anggota terdaftar dalam program BPJS Kesehatan.

4. Tidak memiliki strategi investasi yang tepat

Agar persiapan dana pendidikan anak tidak tergerus inflasi, kita juga bisa menyimpannya ke dalam instrumen investasi. Namun risikonya, jika kita kurang jeli dalam membaca peluang berinvestasi maka risikonya akan merugi.

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan orang yang lebih paham dalam persoalan investasi atau kepada ahli perencana keuangan.

Jika tidak sempat ke ahlinya, sekarang ini ada aplikasi financial planner.

5. Selalu menunda

Kesalahan terakhir dan sering dilakukan para orang tua adalah menunda menyiapkan dana pendidikan anak. Banyal yang berpikir, masih banyak waktu.

Padahal, semakin Anda menunda maka akan semakin banyak pula jumlah dana pendidikan yang harus dikumpulkan.

Jadi disarankan, lebih baik menyicil dari sekarang walau dari jumlah yang kecil, daripada mendadak harus menyiapkan jumlah yang cukup besar.

Nah, sangat jelas sekali kan pemaparan di atas. Intinya, mulai dari sekarang para orang tua harus menyiapkan segala kebutuhan dan lebih peduli terhadap pendidikan anak-anak kita.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

8369 557,877 Kasus
156 17,355 (3.1%) Meninggal
3673 462,553 (82.9%) Sembuh
03 Dec 2020, 8:06 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia