Select Page

Akibat Di-PHK Danang Jadi Bos Teh Bunga Telang

Akibat Di-PHK Danang Jadi Bos Teh Bunga Telang

Danang Aris Krisnadi wirausahawan teh bunga telang. (Foto: Istimewa)

UMINEWS.COM, Pandemi COVID-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, salah satunya dialami Danang Aris Krisnadi. Ia di-PHK pada Maret 2020. Tak mau meratapi nasibnya, Danang berhasil meracik bunga telang menjadi produk teh yang memiliki nilai jual dan diminati masyarakat.

Pria berusia 27 tahun dan bertempat tinggal di RT 03 Dusun Sirait, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta ini menceritakan awal mula menjadi pelaku UMKM teh bunga telang. Ari mengatakan, ia sebelumnya bekerja di sebuah percetakan, juga nyambi menjadi terapis. Namun munculnya pandemi COVID-19 merubah segalanya.

“Di perusahaan percetakan tempat saya bekerja dulu terjadi pengurangan karyawan, saya salah satunya yang kena. Saya di-PHK bulan Maret kemarin. Selain itu, sejak pandemi COVID-19 juga jarang yang minta diterapis, ya mungkin pelanggan membatasi bersentuhan dengan orang lain,” kata Danang Ari Krisnadi saat ditemui Uminews.com di kediamannya, Senin, 5 Oktober 2020.

Pasca dipecat, Danang memutar otaknya, mencari cara agar dirinya mendapatkan penghasilan. Dia harus menafkahi anak istrinya.

“Sebagai kepala keluarga saya harus menghidupi anak istri. Saya tidak boleh berdiam diri, meratapi nasib,” ujarnya.

Lanjut Danang bercerita, di waktu senggangnya itu ia menonton tayangan YouTube tentang pemberdayaan bunga telang dan bagaimana cara mengolahnya menjadi beragam macam produk yang dapat dijual ke masyarakat.

Beruntungnya, di perkarangan rumahnya banyak tumbuh bunga telang. Danang pun semakin mencari tahu tentang bunga telang dan manfaatnya. Selain YouTube, Danang mencari tahu di ‘mesin pencari’ Google.

Setelah merasa cukup mendapatkan pengetahuan, Danang memutuskan memproduksi bunga telang menjadi produk teh.

Hal pertama yang dilakukan Danang adalah menanam bunga telang di perkarangan rumah. Satu bulan kemudian dia sudah bisa memanennya. “Saya menanam bunga telang Maret, satu bulan kemudian (April) sudah bisa dipanen,” tuturnya.

Selanjutnya ia meminta bantuan keluarganya yang berjumlah enam orang untuk memproduksi bunga telang menjadi teh dan berbagai macam produk lainnya. Produk-produk yang dibuatnya diberi mama merek ‘Kedai Herbal Ash Shikhah’.

Disebutkannya, selain teh, produk lainnya berbahan bunga telah di antaranya sabun batangan, shampo dan hand soap.

Tak disangka-sangka, produk-produk yang dibuatnya diminati masyarakat, khususnya teh bunga telang. Katanya, teh bunga telang berkhasiat untuk kesehatan tubuh, yaitu meningkatkan imunitas tubuh, menurunkan kolesterol, tensi, gula darah hingga asam urat.

Mengembangkan produk bunga telang

Tak puas dengan produk teh saja, Danang Ari Krisnadi mengikuti seminar. Hasilnya diketahui ternyata bunga telang juga bisa diolah menjadi sabun batangan. Kata Danang, dulu bunga telang hanya digunakan untuk pewarna makanan dan minuman saja.

Namun, jelas Danang, untuk menjadikan sabun dibutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu 2-6 minggu “Paling cepat memproduksi minuman. Berdasarkan itu sekarang ini saya lebih memprioritaskan memproduksi teh tubruk dan teh celup. Kalau shampo dan lainnya masih terkendala persoalan izin,” paparnya.

Untuk strategi pemasaran produknya, Danang memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Selain di wilayah Yogyakarta, produk-produk dari bunga telang juga dipasarkan ke beberapa wilayah lainnya di Indonesia, seperti Kalimantan, Makassar dan Lombok. Bahkan dalam waktu dekat akan diekspor ke luar negeri di antaranya Bangladesh.

Disinggung soal omzet, katanya, sempat turun naik. Tapi sekarang stabil di kisaran Rp5 juta hingga Rp9 juta per bulan.

Berapa harga setiap produk teh bunga telang yang dijualnya? Disebutkannya, untuk teh tubruk bunga telang kemasan 6 gram dibanderol Rp5.000. Sedangkan kemasan 10 gram dijual seharga Rp10 ribu, dan kemasan 25 gram dipatok Rp25 ribu.

“Untuk teh celup isi 15 kantong harganya Rp15 ribu. Produk lainnya seperti body wash Rp12 ribu, shampo Rp10 ribu, sabun batangan Rp5.000, hand shop kemasan seperempat liter Rp12 ribu, dan yang kemasan setengah liter Rp15 ribu,” terang Danang Ari.

Ke depannya, Danang Ari Krisnadi berencana akan memperluas lahan untuk menanam bunga telang. Saat ini dia punya empat lahan. Menggiurkannya lagi, ternyata harga per kilo bunga telang kering cukup menggiurkan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 557,877 Kasus
N/A 17,355 (3.1%) Meninggal
N/A 462,553 (82.9%) Sembuh
04 Dec 2020, 4:33 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia