Select Page

Apa sih yang Dimaksud dengan Utang Piutang dalam Dunia Bisnis?

Apa sih yang Dimaksud dengan Utang Piutang dalam Dunia Bisnis?

Ilustrasi (Foto: ISTIMEWA)

SEMUA orang di dunia pasti tidak asing lagi dengan istilah utang piutang. Tapi apakah Anda sudah tahu apa yang dimaksud dengan utang dan piutang dalam dunia bisnis? Utang dan piutang tidak terlepas dari dunia akuntansi dan bisnis. Yuk kita bahas secara detail di artikel ini.

Di dalam dunia bisnis, utang merupakan hal yang lumrah. Bahkan, hampir pasti setiap laporan keuangan perusahaan memiliki akun utang.

Utang tidak selalu terjadi karena kondisi keuangan perusahaan sedang bermasalah, namun bisa jadi untuk menjaga perputaran keuangan dalam proses berbisnis.

Selama nilai aset masih jauh di atas nilai utang, maka dipastikan perusahaan tersebut masih dalam kondisi aman. Namun, perusahaan harus tahu cara mengelola utang agar bisnis terus berkembang dengan baik.

Secara umum, pengertian utang adalah kewajiban yang muncul karena transaksi pembelian barang atau jasa secara kredit yang berhubungan kegiatan operasional perusahaan dan harus segera dibayarkan dalam jangka waktu singkat.

Sedangkan, pengertian utang dalam akuntansi adalah pengorbanan ekonomis untuk masa depan dalam bentuk penyerahan jasa dan aktiva sebagai bagian dari transaksi atau kesepakatan di masa lalu antara kedua belah pihak yang saling terlibat.

Pengertian utang menurut para ahli tidak hanya pada kewajiban dalam bentuk tunai saja, melainkan bisa juga berbentuk surat berharga, obligasi, saham, surat pengakuan utang, tanda bukti utang, dan sebagainya.

Baca Juga:
  Enggak Bahas Video Mesum Miripnya, Gisel Juga Berbisnis Kuliner Loh!

Jika ditinjau dari pengertiannya, maka utang usaha atau utang dagang dilakukan secara kredit, sehingga memungkinkan umur utang sebagai klasifikasi penyelesaian kewajiban. Dari umur utang tersebut terdapat utang lancer, utang tidak lancar, dan utang macet.

Utang lancar adalah kewajiban suatu perusahaan yang dapat dilakukan sebelum jatuh tempo. Sedangkan utang tidak lancar yaitu kewajiban perusahaan yang masih dapat dilakukan, namun mengalami keterlambatan kurang dari 30 hari. Sementara itu utang macet adalah kewajiban yang tidak bisa terlaksanakan lebih dari 30 hari.

Pengelolaan utang usaha sangat berkaitan dengan pengelolaan keuangan bisnis, sehingga harus dilakukan dengan perencanaan, observasi, dan penilaian yang benar.

Jenis-jenis utang

Dalam berutang, sebuah perusahaan tidak akan secara langsung melunasinya, namun dilakukan secara bertahap atau diangsur. Hal itu dilakukan untuk menjaga pengeluaran yang berlebihan. Atas tindakan ini, maka jenis utang berdasarkan waktunya, yaitu utang jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.

1. Utang jangka panjang

Syarat terjadinya utang jangka panjang adalah telah terjadi kesepakatan antara peminjam dengan kreditor. Pihak kreditor telah bersedia memberi pinnjaman dalam jumlah tertentu dan peminjam bersedia membayar utangnya secara periodik melalui skema berjangka atau diangsur.

Utang jangka panjang perusahaan contohnya utang pokok dan bunga yang harus dibayarkan oleh pihak peminjam. Utang jenis ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang sangat lama, bisa mencapai lebih dari 10 tahun.

Baca Juga:
  Terobosan UU Cipta Kerja, Pelaku UMK Bisa Dirikan Perusahaan Tanpa Notaris

Selain itu, utang jangka panjang perusahaan bisa berupa utang hipotek, obligasi, sewa guna usaha, dan sebagainya.

2. Utang jangka menengah

Pengertian utang jangka menengah merupakan utang yang memiliki jangka waktu lama lebih dari utang jangka pendek dan lebih singkat dari utang jangka panjang.

Biasanya, utang jangka menengah dilakukan dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun, tapi kurang dari 10 tahun. Contoh utang jangka menengah antara lain term loan dan leasing.

3. Utang jangka pendek

Utang jangka pendek merupakan sebuah kewajiban keuangan suatu perusahaan yang harus dibayarkan dalam janggka waktu yang relatif singkat, umumnya kurang dari satu tahun dari tanggal neraca.

Pihak perusahaan yang menerima utang dari kreditur, baik pihak bank maupun pihak lainnya wajib memenuhi kesepakatan utang jangka pendek semaksimal mungkin.

Kesepakatan ini harus dilakukan secara profesional sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat satu dengan lainnya. Contoh utang jangka pendek adalah kredir rekening koran dan utang pajak.

Pengertian utang pajak yaitu kewajiban pajak yang masih harus dibayar beserta dengan seluruh sanksi administrasi seperti bunga, denda atau kenaikan yang tercantum dalam surat ketetapan pajak berdasarkan peraturan Perundang-undangan Perpajakan.

Disarankan, agar di kemudian hari Anda tidak bermasalah dengan persoalan utang, sebaiknya masukkan dalam laporan keuangan perusahaan. Anda perlu melakukan pencatatan keuangan dengan metode yang benar dan modern.

Baca Juga:
  Hal-hal yang ‘Diharamkan’ Jika Ingin Jadi Pebisnis Sukses

Selanjutnya kita membahas soal Piutang. Dikutip dari buku Akuntansi Pajak (ed.1) oleh Dr Waluyo MSc, M.M, Akt, piutang merupakan bagian dari aset lancar. Aset lancar merupakan aset yang diharapkan akan direalisasikan dalam siklus aset operasi berjalan.

Apabila ditinjau dari sumber terjadinya, piutang digolongkan menjadi dua kategori, sbb:

1, Piutang usaha

Piutang usaha atau account receivables meliputi piutang yang timbul karena adanya penjualan produk dan penyerahan jasa dalam rangka kegiatan usaha normal perusahaan.

Piutang ini seluruhnya dapat dimasukkan ke dalam aset lancar, dengan syarat jangka waktu penagihannya kurang dari satu tahu atau satu siklus usaha normal.

2. Piutang lain-lain

Piutang lain-lain atau other receivables timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang ini diharapkan akan direalisasikan dalam waktu satu tahun.

Penulis:

Langit Biru (Pengamat Dunia Bisnis)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5702 1,577,526 Kasus
126 42,782 (2.7%) Meninggal
6349 1,426,145 (90.4%) Sembuh
13 Apr 2021, 9:34 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia