Select Page

Awal Merintis Bisnis Katering, Gibran Enggak Dapat Bantuan Modal dari Ayahnya

Awal Merintis Bisnis Katering, Gibran Enggak Dapat Bantuan Modal dari Ayahnya

UMINEWS.COM, Siapa tak kenal Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Sebagai seorang anak dari orang nomor satu di Tanah Air, Gibran memiliki rekam jejak sebagai pengusaha muda yang terbilang sukses.

Suami dari Selvi Ananda ini merintis usahanya dari nol, yakni sebagai pelaku UMKM kuliner.

Lalu, bagaimana cerita perjalanan karir ayah Jan Ethes Srinarendra ini hingga akhirnya meraih kesuksesan.

Pria kelahiran Solo 32 tahun silam ini mengawali karirnya sebagai pengusaha katering yang diberi nama ‘Chili Pari’. Meski Joko Widodo berharap anaknya itu meneruskan usaha mebelnya, Gibran lebih memilih merintis usaha sendiri dengan modal yang didapatnya dari pinjaman bank.

Saat memulai bisnis pertamanya itu, modal yang dikeluarkan Gibran terbilang cukup fantastis, yakni mencapai ratusan juta Rupiah.

“Enggak perlu disebutin jumlah pastinya. Ya ratusan juta,” kata Gibran.

Ia hanya memastikan sang bapak, Presiden Joko Widodo, tidak memberikan bantuan modal sepeser pun kepada dirinya untuk memulai usaha kateringnya. Sebagai seorang ayah Joko Widodo hanya memberikan saran.

Lalu buru-buru Gibran mengklarifikasi soal pernyataannya tidak dapat bantuan modal dari ayahnya. Gibran mengaku dirinya sudah terbiasa melakukan apa pun sendiri sejak dulu.

“Saya dari dulu apa-apa sendiri sih,” ucap Gibran.

Gibran kemudian menceritakan bagaimana ia merintis usaha Chili Pari itu. Pada awalnya hanya mendapatkan pesanan makanan dari konsumen dalam jumlah yang tidak banyak. Seingat dirinya, pesanan pertama hanya untuk sekitar 50 orang saja.

“50 atau berapa gitu. Sedikit banget,” tuturnya.

Namun setelah itu, semakin hari pesanan katering yang diterima meningkat pesat. Ungkap Gibran, dalam setiap bulan dirinya bisa mengantongi omset lebih dari Rp1 miliar.

Ia mengungkapkan bahwa bisnis makanan memiliki keuntungan yang cukup menggiurkan.

“Kalau makanan cepat dapat untungnya, apalagi kalau sudah punya banyak cabang. Pasti di atas Rp 1 miliar,” imbuh kakak dari Kaesang Pangarep ini.

Gibran memberitahu bahwa membangun bisnis katering tentu berbeda dengan bisnis restoran. Kalau bisnis restoran membuat orang penasaran untuk mencobanya dan bisa dibeli sesuai kebutuhan.

Sedangkan, untuk bisnis katering orang tidak ingin mencoba-coba untuk memesannya, karena katering pada umumnya dipesan dalam jumlah yang banyak.

“Apalagi restoran baru, biasanya orang datang lebih karena penasaran ingin merasakan enak enggak sih makanannya. Jadi kalau ada restoran baru biasanya orang bilang, ‘eh ada restoran baru, kita coba yk’. Kalau katering enggak mungkin seperti itu. Misalnya ada orang mau nikah, kan enggak mungkin nyoba-nyoba katering baru. Sangat jarang sekali yang berani nyoba-nyoba,” kata Gibran.

Kunci utama sukses membangun sebuah bisnis, kata Gibran adalah untuk tidak malu memulai usaha dari skala terkecil terlebih dulu. Sebab, menurutnya, lebih baik merintis usaha sendiri dibandingkan menjadi karyawan.

“Yang penting jangan malu untuk memulai dari sesuatu yang kecil. Kalau saya prinsipnya daripada ikut orang lain jadi pegawai negeri sipil (PNS) lebih baik buka warung kecil bisa jadi,” imbuhnya.

Mengenai modal, menurutnya tidak perlu khawatir karena banyak alternatif pendanaan. Kebutuhan modal bisa didapatkan dari bank hingga menjalin kerja sama dengan teman.

“Kalau modal kan bisa didapatkan berbagai cara, misalnya pinjam dari bank. Kalau ditolak bank, bisa pinjam dari koperasi. Kalau sekiranya dua cara ini terlalu riskan karena ada bunganya, kita bisa cari partner,” tuturnya.

Sukses dengan bisnis katering Chili Pari, Gibran mengembangkan di jenis makanan lainnya di antaranya martabak ‘Markobar’. Ia juga membuka bermacam-macam jenis bisnis, beberapa di antaranya dibangun bersama Kaesang Pangarep dan adik iparnya, Bobby Nasution.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 557,877 Kasus
N/A 17,355 (3.1%) Meninggal
N/A 462,553 (82.9%) Sembuh
04 Dec 2020, 4:52 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia