Select Page

Awalnya Iseng, Berbisnis Miniatur Sampah Kasih Cuan

Awalnya Iseng, Berbisnis Miniatur Sampah Kasih Cuan

Hartanto, pengusaha miniatur artTrash Recycle. (Foto:Dok pribadi Hartanto).

UMINEWS.COM, Bagi kebanyakan orang, sampah merupakan benda yang kotor, tak berguna dan tidak memiliki nilai ekonomi. Tapi berbeda jika di tangan Hartanto, warga Salatiga. Limbah sampah itu dapat memberikan cuan (keuntungan).

Hartanto bercerita, awalnya ia mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi semata-mata hanya karena ingin menghilangkan kejenuhannya di sela-sela menjaga toko yang menjual oleh-oleh khas Salatiga. Sambil menunggu pembeli datang ia membuat berbagai macam miniatur yang terbuat dari sampah yang tak terpakai lagi.

“Daripada bengong dan bingung mau ngapain ya saya cari kegiatan. Akhirnya ketemulah ide mengolah sampah menjadi miniatur,” kata Hartanto.

Berbagai jenis miniatur yang dibuatnya diberi label dengan nama artTrash Recycle. Yang sudah jadi dipajangnya di toko tempatnya berjualan oleh-oleh. Tak disangka-sangka ternyata banyak yang datang ke tokonya selain membeli oleh-oleh khas Salatiga juga membeli miniatur tersebut. Bahkan pernah ada yang memborongnya.

Mengetahui miniatur dari sampah buatannya laris manis, Gendoel, panggilan akrab Hartanto, lebih menyeriusi bisnis barunya itu. Baginya, selain hobi, membuat miniatur dari sampah juga memberikan pendapatan tambahan yang lumayan.

Sudah 10 tahun Gendoel menjalani usaha seni daur ulang sampah tersebut. Berbagai macam miniatur telah dibuatnya di antaranya sepeda motor custom, rumah dan gerobak.

Meski memiliki nilai seni tinggi, Gendoel enggan menjualnya dengan harga terlalu tinggi. Untuk miniatur gerobak dijualnya seharga Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Sedangkan miniatur sepeda motor custom dijual pada kisarah harga mulai dari Rp500 ribu.

“Tergantung tingkat kesusahan saat membuatnya. Semakin susah merakitnya, miniatur itu semakin mahal harganya,” jelas Gendoel.

Dalam sebulan Gendoel mengaku dirinya mendapat pesanan sekitar 20 dengan berbagai jenis miniatur. Dari pesanan sebanyak itu dia bisa meraup keuntungan setiap bulannya sekitar Rp7 juta.

Saat ini Gendoel hanya dibantu oleh dua orang untuk memproduksi pesanan-pesanan yang ia terima. Tak jarang dia kewalahan ketika sedang ‘kebanjiran’ pesanan.

“Ada yang bantu ngecat, yang satunya lagi menangani pritilan-pritilan lainnya. Namanya rezeki enggak boleh ditolak. Bersyukurnya, pelanggan mengerti kalau proses pembuatan kami lama,” imbuhnya.

Ditanya sampah jenis apa saja yang bisa diolahnya, ia menyebutkan beberapa di antaranya seperti alumuniun yang didapat dari kaleng minuman bekas, kayu, kabel dan banyak lagi.

Ternyata miniatur berbahan sampah yang dibuat Gendoel itu tidak hanya dipasarkan di Salatiga saja. Ia juga mengirim ke berbagai daerah yaitu DI Yogyakarta, Bali, Cilegon, hingga Bengkulu.

Bertahan di masa pandemi

Di masa pandemi COVID-19 usaha oleh-oleh khas Salatiga milik Hartanto sepi pembeli. Meski begitu ia merasa keuangannya terbantu dari hasil menjual berbagai miniatur berbahan sampah.

“Omzet usaha oleh-oleh turun hingga 50 persen, tapi tidak dengan artTrash Recycle. Keuangan saya di masa pandemi seperti sekarang sangat terbantu sekali,” ungkap Hartanto.

Agar produk miniatur berbahan limbah sampah ini semakin dikenal banyak orang, Hartanto rajin mempromosikan atau memperkenalkan kepada masyarakat luas dengan cara memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram. Hasilnya, beberapa pesanan datang dari luar kota.

Kata Hartanto, dirinya kini sedang menjajaki peluang pasar dan mencari mitra yang dapat diajak kerja sama menjual produknya itu ke luar negeri.

“Kalau semakin banyak tahu, apalagi bisa masuk ke pasar internasional pastinya cuan didapat semakin besar. Memproduk limbah sampah seperti ini tidak butuh modal yang besar. Kita harus kreatif, optimis dan pantang menyerah,” ujar Hartanto tersenyum.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 502,110 Kasus
N/A 16,002 (3.2%) Meninggal
N/A 422,386 (84.1%) Sembuh
24 Nov 2020, 8:30 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia