Select Page

Awalnya Iseng, Tas dari Tali Pramuka Aldaka Craft Melanglang Buana ke Asia dan Eropa

Awalnya Iseng, Tas dari Tali Pramuka Aldaka Craft Melanglang Buana ke Asia dan Eropa

Kerajinan tangan kristik dari benang wol yang dibuat Aldaka Craft. (Foto: Dokumen Sariah)

UMINews.com, Berawal dari hanya mengisi waktu, Sariah, 42 tahun, berhasil membuat berbagai kerajinan tangan (handmade) bernilai seni dan berkualitas seperti tas dari tali kur, kristik (lukisan) dari benang wol, dan candy barbie.

Produk-produk dengan nama brand Aldaka Craft tersebut diminati oleh turis mancanegara, bahkan ada yang memasarkan kembali ke luar negeri.

Sariah mengatakan dirinya beberapa kali mendapat pesanan dari turis mancanegara atau orang Indonesia yang tinggal di luar negeri.

“Mereka pesan untuk dikasih ke orang-orang terdekat di negaranya atau tempat tinggal mereka di luar negeri,” kata wanita yang akrab disapa Mama Nathan ini kepada UMINews.com, Rabu, 13 Januari 2021.

UMKM-Craft

Tas dari tali kur yang diproduksi Aldaka Craft. (Foto: Dokumen Sariah)

Secara satu per satu dia menjelaskan. Tas dibuatnya dengan menggunakan bahan tali kur. “Tali kur itu yang biasa digunakan anggota Pramuka untuk mengikat peluit,” tuturnya.

Dirinya dapat menyelesaikan satu buah tas Sariah sekitar satu minggu. Tas tersebut dibuat dengan cara dirajut secara manual (handmade). Ungkapnya, yang membuat cukup lama proses pembuatannya karena dirinya masih menggunakan jasa tukang jahit untuk membuat puringnya.

UMKM-Craft

Foto: Dokumen Sariah

Soal harga tas rajutan tersebut, ia menyebutkan satuannya dibanderol sekitar Rp500.000.

Baca Juga:
  Booming Cireng Crispy Sambal Rujak, Cobain deh Rasanya

Sariah mulai membuat tas pada tahun 2016. Dirinya belajar dari video tutorial di YouTube. “Belajar sendiri, dari YouTube enggak ada yang ngajarin,” ujarnya.

UMKM-Craft

Foto: Dokumen Sariah

Sebelum memproduksi tas, lanjut Sariah, dirinya lebih dulu membuat hiasan dinding kristik dari benang wol. Katanya, ia juga pernah melayani permintaan kristik dari konsumen di luar negeri, beberapa di antaranya Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Jepang. “Untuk di daerah Indonesia saya pernah mengirim ke Manokwari, Pontianak, Cikarang, dan beberapa daerah lainnya,” ucap Sariah.

UMKM-Craft

Kerajinan kristik bergambar Mekkah brand Aldaka Craft. (Foto: Dokumen Sariah)

Mengenai berapa lama dapat membuah satu buah kristik, katanya, tergantung dari tingkat kerumitan gambar yang diinginkan pelanggannya. “Paling cepat seminggu, paling lama 6 bulan. Tergantung kerumitannya,” jelasnya menambahkan.

Tak hanya menjual yang sudah jadi saja, ia juga menjual dalam bentuk bahan-bahan kepada konsumen yang ingin membuat kristik sendiri. Paketan bahan tersebut terdiri dari benang, jarum, kain dan polanya.

Untuk harga kristik yang sudah jadi, harganya cukup fantastik yaitu mulai Rp300.000 sampai dengan Rp2 juta, belum termasuk pigura. Kata Sariah, bagi yang suka akan seni tidak akan mempermasalahkan berapa pun harganya.

UMKM-Craft

Foto: Dokumen Sariah

Sementara itu, ia membuat candy barbie, yaitu boneka dari permen. Biasanya, dirinya kebanjiran order di momen-momen spesial seperti Lebaran, Natal, ulang tahun, tahun baru, bahkan ada yang menjadikan untuk seserahan.

Baca Juga:
  Bersertifikat SNI, Magic Craft Asal Palembang Tembus Pasar Hong Kong, China dan Thailand

Ia menyebutkan seluruh produk Aldaka Craft dibuat di daerah Neglasari, Kota Tangerang, sedangkan rumahnya di Serang, Banten.

UMKM-Craft

Candy Barbie brand Aldaka Craft. (Foto: Dokumen Sariah)

Untuk memasarkan produk-produk Aldaka Craft itu ia menggunakan Facebook dengan nama akun Nathan Nathan. Ia juga memasarkan di Shopee dan WhatsApp Grup (WAG). “Nomor WA saya 089656185262. Selama ini saya sering dapat orderan dari Facebook,” imbuhnya. “Barang saya kirim ke konsumen kalau sudah ditransfer atau dibayar,” tambahnya.

Dia menyebutkan salah satu pelanggannya adalah orang Cikarang. Pelanggannya itu kemudian menjualnya lagi di Singapura.

Ke depannya, Sariah berencana akan mendaftarkan brand Aldaka Craft sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). “Selama ini saya kirim ke pelanggan tanpa merek. Mungkin saja sebelum dilempar ke Singapura, dia menempelkan merek miliknya,” ujar Sariah.

Tanda tangan MoU dengan GIA

Produk-produk Aldaka Craft rupanya juga diminati oleh maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia Airlines (GIA). Kata Sariah, dirinya sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan penerbangan plat merah tersebut baru-baru ini.

Diberitahunya, jika tidak ada aral melintang GIA akan me-launching-kan tas produk Aldaka Craft tanggal 26 Januari 2021. “Mohon doanya, semoga semuanya lancar,” pinta Sariah.

UMKM-Craft

Foto: Dokumen Sariah

Bagaimana awal mulanya ia bisa mendapatkan kerja sama dengan GIA, berawal dirinya mengikuti kurasi di perusahaan penerbangan tersebut. Setelah melalui beberapa proses tas Aldaka Craft dinyatakan memenuhi klasifikasi dan standarisasi GIA.

Baca Juga:
  Nina Pastel, dari Rasa Sayuran Hingga Rasa Daging Ayam Ada

Di akhir cerita ia mengatakan, dirinya sudah bisa membuat pajangan dinding kristik sejak kelaa 6 SD. Yang mengajarkannya adalah seorang nenek-nenek yang tinggal tak jauh dari rumah orang tuanya. “Sekarang nenek itu sudah almarhum,” terangnya.

Ia mengaku pernah menularkan keahliannya itu ke beberapa orang, namun belum ada yang berhasil menjadi mahir seperti dirinya. Katanya, membuat kerajinan tangan atau handmade membutuhkan kesabaran dan ketelitian. “Tentunya ditopang dengan bakat,” pungkas Sariah menutup pembicaraan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 1,347,026 Kasus
N/A 36,518 (2.7%) Meninggal
N/A 1,160,863 (86.2%) Sembuh
03 Mar 2021, 8:51 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia