Select Page

Awalnya Membantu Ibu, Kini Anak Milineal Ini Jadi Pengusaha Batu Akik Sukses

Awalnya Membantu Ibu, Kini Anak Milineal Ini Jadi Pengusaha Batu Akik Sukses

Aseel Abri, owner Bacter Online Shop. (Foto: ISTIMEWA)

UMINews.com, Batu akik identik dengan golongan tua alias zaman dulu. Namun, di tangan kaum milenial batu akik menjadi aksesoris yang trendi dan kekinian.

Dia asalah Aseel Abri. Hebatnya lagi, dari penjualan batu akik tersebut ia bisa meraup omzet hingga ratusan juta Rupiah. Ia juga memberdayakan ibu-ibu di sekitarnya rumahnya.

Dalam menjalankan bisnisnya yang tengah ia kembangkan ini, Aseel memberi nama Bacter Online Shop.

Pemuda kelahiran Bekasi, Jawa Barat tahun 1998 ini mulai terjun ke bisnis batu akik pada tahun 2015. Awalnya ia hanya berniat untuk membantu ibunya yang kebetulan juga berkecimpung di usaha yang sama.

“Awalnya saya hanya ngebantu ibu, lalu saya lihat-lihat dan belajar. Saya juga mengikuti berbagai acara komunitas seperti gathering,” kata Aseel Abri.

Aseel mengakui, di komunitas batu akik didominasi oleh kalangan tua, bahkan dirinya terkadang menyadari hanya seorang diri dari kalangan milenial. Namun itu tidak menjadi persoalan baginya.

Seiring waktu dan perlahan-lahan dirinya mulai memberanikan diri membuka toko sendiri. Dan, di tahun 2017 ia memutuskan fokus berbisnis batu akik. Berbagai batu akik didapatnya dari daerah-daerah di Indonesia di antaranya Desa Loloda, Maluku Utara.

Baca Juga:
  Cerita 3 Pengusaha Muda Panen Cuan Bisnis Makanan Rumahan

“Saya harus datang ke Desa Loloda, karena penduduk di sana kalau sudah enggak booming, malas menambangnya,” ungkapnya.

Setelah bertemu dengan penambang batu akik di Desa Loloba, Aseel menjaga hubungan kerjasama dengan baik, sehingga ketersediaan bahan baku tak jadi masalah.

Sebagai seorang kaum milenial, Aseel berupaya untuk mengubah paradigma masyarakat, dari yang menganggap batu akik adalah aksesoris kuno menjadi modern. Salah satu upayanya yaitu menjual cincin perempuan dari batu akik ukuran kecil.

Ia juga berusaha mengubah paradigma jika harga batu akik mahal. Ia selalu berupaya produk-produk batu akiknya dijual di bawah Rp20 juta.

Ia pun mengungkapkan strateginya sehingga bisa menjual aksesoris batu akik dengan harga murah, yaitu dari mulai proses distribusi hingga produksi sendiri. Ada beberapa bagian yang memang harus diimpor dari luar negeri, tapi tidak terlalu mempengaruhi harga.

Selain cincin, Aseel Abri juga membuat aksesoris-aksesoris lainnya yang harganya sangat terjangkau seperti gelang dan kalung. Katanya, berbagai jenis produk yang ia jual itu mayoritas harganya di bawah Rp100.000. “Ada yang Rp40.000, ada juga Rp70.000 sampai Rp90.000,” terangnya.

Barang-barang tersebut ia jual melalui berbagai platform e-commerce di antaranya Lazada dengan nama Bacter Online Shop. Sedangkan di Shopee namanya BacterOnlineShop

Ketika disinggung soal omzet yang diraihnya dari hasil penjualan, Aseel menolak menyebutkannya. Ia hanya menyebutkan, di masa pandemi COVID-19 kurang lebih sekitar Rp100 juta setiap bulannya.

Baca Juga:
  Gitar Buatan Wong Sidoarjo Go Internasional, Harganya?

Berdayakan ibu-ibu rumah tangga

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Aseel Abri selalu memberdayakan potrensi ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya rumahnya. Tak jarang ia juga harus mengajarkan dan memberikan pelatihan kepada para ibu tersebut yang belum mengetahui cara memproduksinya.

“Untuk barang-barang seperti gelang akik handmade, batunya harus dilubangi,” ungkap Aseel.

Lanjutnya bercerita, di awal melibatkan para ibu-ibu, dirinya menanyakan mau atau tidak. Tawaran itu direspon sangat antusias. Sekarang sudah cukup banyak ibu-ibu di lingkungan rumahnya yang terlibat membuat berbagai macam aksesoris dari batu akik.

“Intinya, kalau bisa ngebantu lingkungan untuk menambah pendapatan mereka, kenapa tidak kita lakukan. Batu akik ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, tinggal bagaimana kita mengolah dan memasarkannya,” pungkasnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 927,380 Kasus
N/A 26,590 (2.9%) Meninggal
N/A 753,948 (81.3%) Sembuh
20 Jan 2021, 2:37 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia