Select Page

Berbisnis Alpukat, Mompreneur Ini Kantongi Ratusan Juta Setiap Bulannya

Berbisnis Alpukat, Mompreneur Ini Kantongi Ratusan Juta Setiap Bulannya

Karlina Kurniawati (baju putih) berbisnis pengadaan buah alpukat dengan nama brand Avocadron. (Foto: ISTIMEWA)

UMINews.com, Didesak akan kebutuhan tersedianya buah alpukat yang bagus demi pertumbuhan tubuh anaknya, Karlina Kurniawati menjelma menjadi seorang mompreneur. Melalui badan usaha bernama Avocadron, ia meraih omzet ratusan juta rupiah setiap bulannya dari hasil berjualan buah-buahan berwarna hijau tersebut.

Karlina mengatakan sebelum berbisnis ia merupakan konsumen setia alpukat. Buah itu harus disantapnya setiap hari.

Kenapa dia harus memakan alpukat setiap hari? Katanya, ini terkait dengan pertumbuhan tubuh anak pertamanya yang lahir secara prematur dengan berat badan hanya 1,7 Kg.

“Hingga memasuki usia 6 bulan, berat anak saya masih di kisaran 4,8 Kg, masih jauh dari berat badan ideal anak-anak seusainya,” kata Karlina.

Karlina Kurniawati dan anaknya Ron Daniel Digantara Sembiring. (Foto: ISTIMEWA)

Khawatir dengan kondisi anaknya, Karlina mengecek ke dokter dan membaca beberapa buku yang berisi tentang kesehatan anak.

Saran dokter dan buku-buku yang dibacanya, Karlina dianjurkan rutin mengkonsumsi makanan yang sehat, salah satunya alpukat.

Dengan mengkonsumsi alpukat secara rutin maka ASI-nya akan bagus, dan akan membantu pertumbuhan bayi yang disusuinya.

Namun, ketika mencari alpukat di Jakarta, ia sulit mendapatkan sesuai yang diinginkannya. Setiap kali dia membeli, selalu saja ada yang gagal matang, bahkan busuk.

Foto: ISTIMEWA

Hingga di suatu hari, tepatnya Desember 2016, Karlina berkunjung ke rumah ibundanya di Yogyakarta. Di wilayah kesultanan ini dia tidak pernah mendapati alpukat yang dibelinya gagal matang atau busuk. Lalu dia berpikir, kenapa tidak untuk membawa alpukat tersebut ke Jakarta.

Untuk menghemat ongkos kirim, ia membuka jasa pre order alpukat di media sosial. Kala itu, di tahun 2017, ia menggunakan Path dan Facebook untuk memasarkan usaha kecil-kecilannya itu. Tak disangka-sangka banyak pelanggan yang menggunakan jasanya.

Semakin hari semakin banyak pelanggannya, Karlina memutuskan menjalani usahanya ini lebih serius. Pada Februari 2017 ia remi membuka usaha jual alpukat Avocadron.

Penggunaan brand Avocadron, ungkap Karlina, merupakan gabungan dari alpukat dan nama anaknya, Ron Daniel Digantara Sembiring.

Karena semakin banyak permintaan, supplier-nya yang berasal dari Yogyakarta tidak mampu meladeni orderan Karlina. Dengan terpaksa ia mencari supplier lain yang bersal dari Lampung.

Mampu menjual 1.500-2.500 Kg per minggu

Selama menjalani usahanya tersebut, Karlina mampu menjual alpukat mulai dari 1.500 Kg hingga 2.500 Kg setiap minggunya. Omzet yang diraupnya pun sangat menjanjikan, yakni ratusan juta rupiah. “Omzet saya bisa sampai triple digit,” ujarnya.

Tak hanya memberikan keuntungan bagi dirinya, Karlina juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyareakat. Ia dibantu oleh 10 karyawan untuk mengelola tokonya, sekaligus melayani penjualan secara online.

Tokonya Karlina Kurniawati berlokasi di daerah Jelambar Baru,Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Sementara untuk penjualan di online ia memanfaatkan beragam e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Diakuinya, sejak bergabung di e-commerce penjualannya terkatrol.

Selama pandemi COVID-19, Karlina mengakui bisnisnya tidak terpukul, malah kebalikannya.

Justru di masa pandemi COVID-19 membuat masyarakat lebih memperhatikan pola hidup sehatnya, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan dan buah bergizi seperti alpukat.

Untuk saat ini, Karlina menyebut lebih memperioritaskan pesanan dari pelanggan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). sesekali ia mengirim ke luar kota seperti Papua.

Khusus untuk pembeli yang berasal dari luar kota atau jauh dari Jakarta, terlebih dahulu ia membuat kesepakatan dengan pembelinya. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami membuat kesepakatan terlebih dahulu, seperti dengan Papua beberapa waktu lalu. Kami kasih tahu ke pelanggan risiko pengiriman bisa rusak atau bagaimana. Kalau mereka setuju kami tidak akan mengganti kerusakan, proses pengirimannya kami lanjutkan,” tuturnya.

Sebagai seorang mompreneur yang tetap memprioritaskan keluarga, Karlina Kurniawati berharap Avacadron akan berkembang terus hingga bisa melayani permintaan pelangga dari Sabang sampai Marauke.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 557,877 Kasus
N/A 17,355 (3.1%) Meninggal
N/A 462,553 (82.9%) Sembuh
04 Dec 2020, 5:25 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia