Select Page

Berbisnis Hanya Modal Kuota, Jadi ‘Tuyul Online’ Aja

Berbisnis Hanya Modal Kuota, Jadi ‘Tuyul Online’ Aja

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

UMINEWS.COM, Pandemi Covid-19 merubah 180 derajat hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali bidang ekonomi. Pandemi membuat segala aktivitas menjadi terbatas, karena diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Salah satu solusi menyokong ekonomi keluarga yakni menjadi ‘tuyul online’.

Kondisi diperparah dengan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan yang dilakukan perusahaan karena tidak lagi mampu menahan beban operasional.

Bagi Anda yang butuh pekerjaan atau penghasilan tambahan, tidak ada salahnya menjadi dropshipper atau ‘tuyul online’.

Pertanyaannya, kenapa menjadi tuyul online? Pertama tidak perlu mengeluarkan modal besar, hanya bermodalkan gadget dan kuota internet saja. Syaratnya kita harus bisa memanfaatkan barang atau produk orang lain.

Salah satu dropshipper sukses dan CEO sekaligus founder Digital Class Marketer, Arief Budiman Nasuko. Secara sederhana dia menjelaskan, droship merupakan menjual barang tanpa harus memiliki produk yang dijual.

“Kita hanya menjual produk orang lain, istilahnya jual gambar produk saja. Ketika ada orderan kita teruskan ke supplier. Begitu barangnya sudah ada tinggal dikirim suppluer,” kata Arief Budiman Nasuki, Kamis, 17 September 2020.

Dikatakannya, seorang dropshipper tidak harus memiliki produk sendiri. Kelebihan lainnya potensi mengalami kerugian sangat kecil, serta tidak perlu repot-repot mengemas barang. Sekali lagi ditegaskannya, seorang dropshipper hanya bermodalkan kuota internet.

Kelebihan menjadi dropshipper lainnya yaitu tidak terkotak-kotak dalam menentukan produk yang akan dijualnya. Produk apa saja bisa diambilnya, salah satunya dari marketplace. Kemudian produk itu dipromosikan kembali dan dijual melalui akun yang dimiliki droshipper.

Selanjutnya, ketika ada pesanan, seorang dropshipper melanjutkan pesanan ke pemilik barang.

“Jadi format orderannya ke tempat yang kita ambil barangnya, setelah itu kita kirim ke konsumen,” tuturnya.

Dijelaskan Arief, dropshipper berbeda dengan reseller. Dia menyebutkan, untuk menjadi reseller biasanya seseorang harus mengeluarkan biaya atau modal terlebih dahulu.

Arief sendiri mengaku menggeluti profesi dropshipper mulai tahun 2015. Ia menekuni profesi ini karena pada saat itu sedang sakit dan kehilangan pekerjaan. Kondisi ini membuatnya harus di rumah.

Tak ingin membebani keluarganya, Arief memutar otak mencari ide bisnis. Alhasil, ia memutuskan untuk menekuni profesi ‘tuyul online’.

“Saya berjualan tapi produknya saya ambil yang ada di marketplace, lalu saya jual kembali di marketplace. Artinya saya tidak punya produl. Nah ini yang disebut droship,” imbuhnya.

Bagaimana dengan harganya, apakah dapat bersaing dengan produk-produk sejenisnya? Arief menyarankan agar seorang dropshipper pintar-pintar mencari harga termurah dari produsen. Dengan begitu, harga produk yang dijualnya kembali bisa bersaing.

Arief mengungkapkan, awalnya dia menawarkan berbagai macam produk ke orang-orang terdekatnya, dan terus berkembang hingga ke masyarakat umum.

“Orang-orang di sekeliling kita tentu akan menolong mempromosikan ke teman-teman atau keluarganya. Dari situlah kita mulai memperluas jaringan konsumen,” ucap Arief Budiman Nasuko.

Diberitahunya, yang harus diperhatikan, diutamakan dan dijaga oleh seorang dropshipper adalah kepuasan konsumen. Karena jika konsumen kecewa dengan produk yang kita jual, maka tidak akan membeli barang kebutuhan dari dropshipper tersebut.

“Barang yang kita tawarkan ke konsumen harus sesuai, jangan berbeda. Dan pastikan barang tersebut sampai ke tangan konsumen dalam kondisi tidak rusak atau cacat, ini tanggung jawab kita. Kalau hal-hal ini dapat kita lakukan dengan baik, penghasilan menjadi tuyul online cukup menjanjikan,” pungkas Arief Budiman Nasuko.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 5:34 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia