Select Page

Bisnis Kekinian, Kopi Susu Literan Harganya Murmer

Bisnis Kekinian, Kopi Susu Literan Harganya Murmer

Foto-foto: Istimewa

UMINEWS.COM, Berbisnis kopi susu literan sedang naik daun di tengah pandemi COVID-19. Pahitnya kopi dipadukan dengan gurihnya susu, ditambah dengan sebongkah es batu yang dikemas secara menarik menjadi pilihan masyarakat yang bisa dipesan melalui online, khususnya kaum milenial untuk menemani berbagai aktivitas.

Selain dapat dipesan secara online, harga kopi susu literan sangat terjangkau kantong masyarakat alias murah meriah (murmer). Meski begitu, keuntungan (cuan) yang didapat pedagangnya sangat menjanjikan.

Semenjak wabah virus Corona, penyajian kopi ini mengalami transformasi. Sekarang dikemas dalam bentuk botolan.

Ajeng, salah satu pendiri bisnis kopi literan dengan merek ‘Meminum Coffee’ menceritakan dia bersama tiga rekannya membangun bisnis kopi literan di tengah pandemi COVID-19.

Kata Ajeng, awalnya ia dan rekan-rekannya berencana mendirikan coffee shop alias kedai kopi. Tapi seiring sejalan justru masyarakat lebih memilih membeli secara online.

“Jadi kita ganti sistem penjualannya, dari sistem coffe shop menjadi online. Konsep coffee shop ditunda dulu, enggak tahu sampai kapan,” kata Ajeng.

Perubahan konsep pemasaran itu, kata Ajeng lagi, dibahas pada Mei 2020 lalu. Dia bersama rekannya bertemu dan membahas peluang bisnis yang kira-kira menjanjikan di masa pandemi COVID-19. Karena sudah berencana membuka kedai kopi maka diputuskan untuk menjual kopi literan.

Di awal memulai bisnis kopi literan, Ajeng mengaku sudah memiliki sejumlah peralatan untuk memproduksinya.

“Hanya perlu menambah modal sedikit, sekitar Rp1,5 juta untuk membeli perlengkapan yang belum tersedia,” tuturnya.

“Jadi enggak beli alat-alat yang besar, karena sudah tersedia. Kami hanya membeli tambahan saja seperti timbangan dan gelas ukur,” tambahnya.

Agar produk ‘Meminum Coffee’ ini menarik minat masyarakat untuk membeli dan mampu bersaing di pasaran, dia menjual kopi susu literan dengan harga yang terjangkau. Untuk ukuran 1 liter dihargai Rp40 ribu, sedangkan ukuran 250 mililiter dibanderol Rp13 ribu. Hasil yang didapat pun sangat memuaskan.

Bisnis yang aktif berjalan pada bulan Juni 2020 itu dalam tiga bulan sudah mampu menjual sedikitnya 500 kopi susu literan.

“Dari Juni sampai akhir Agustus 2020 kira-kira kita sudah berhasil menjual sekitar 500 botol,” ungkap Ajeng.

Ajeng pun berpromosi, bagi masyarakat yang ingin membeli dan merasakan nikmatnya ‘Minuman Coffee’ dapat melihat di akun Instagram bernama ‘meminum.coffee. Namun untuk saat, Ajeng menjelaskan, pihaknya untuk sementara hanya melayani pengiriman lokal saja di kawasan Semarang, Jawa Tengah. Salah satu alasannya karena masih melakukan eksperimen agar kualitas produknya tetap terjaga jika dikirim ke luar kota.

“Kami tidak ingin membuat pelanggan puas dan tidak merasa rugi telah membeli kopi literan dari kami,” ujarnya.

Ajeng pun tak pelit-pelit membagikan tips bagi masyarakat yang ingin menjajal bisnis serupa, yaitu jangan minder atau tidak percaya diri jika dibandingkan dengan produk-produk kopi susu yang sudah lebih dulu eksis. Menurutnya, harus ada ciri khas tersendiri yang mesti ditonjolkan agar masyarakat terpikat dan ingin membelinya.

“Banyak coffee shop yang membanderol dengan harga murah, tapi jarang ada yang melayani literan. Jadi melakukan inovasi dan berjiwa kreatif sangat penting. Selain itu jangan minder kalau dibanding-bandingkan dengan coffee shop-coffee shop yang memiliki nama besar,” imbuhnya.

Terpenting dan harus diketahui, ungkap Ajeng, berbisnis kopi susu literan tidak memerlukan modal yang besar dan dapat dilakukan di rumah sambil mengurus anak dan keluarga. “Cocok sekali untuk dijalankan ibu-ibu rumah tangga,” ucap Ajeng.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

8369 557,877 Kasus
156 17,355 (3.1%) Meninggal
3673 462,553 (82.9%) Sembuh
03 Dec 2020, 7:09 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia