Select Page

Bunda, Manjakan Yuk Anak-anak Kita dengan Barbie Candy

Bunda, Manjakan Yuk Anak-anak Kita dengan Barbie Candy

Foto: Instagram @dyahardini.m

UMINEWS.COM, Memanjakan anak-anak kita dengan menghadiahkan sesuatu yang mereka sukai merupakan keinginan orang tua. Tak harus yang mahal, banyak produk-produk yang harganya terjangkau, salah satunya berbentuk makanan yaitu barbie candy.

Dyahardini Martiasari menceritakan awal mula Dapur Bunda Ceria membuat Barbie Candy. Saat itu pada Hari Raya Idul Fitri 2020 lalu di mana umat Islam tidak bisa merayakannya dengan normal  karena pandemi  COVID-19.

“Karena Lebaran kemarin kan awal-awalnya masa pandemi COVID-19 banyak dari umat Muslim di  Indonesia tidak bisa bersilaturahmi datang ke rumah keluarga, saudara, dan teman. Saya berpikir bagaimana caranya tetap bersilaturahmi tanpa harus bertatap muka, muncul deh ide bikin barbie candy,” kata Ibu Dyah kepada Uminews.com, Kamis, 5 November 2020.

Permen barbie candy itu dikirimnya secara cuma-cuma ke saudara-saudaranya. Ia juga mem-posting di Instagram @dyahardini.m dan Facebook dengan nama akun nama lengkapnya.

Foto: Instagram @dyahardini.m

Tak disangka-sangka, barbie candy buatannya diminati banyak orang. Tak hanya keluarga, saudara dan tetangga yang meminta dibuatkan. Beberapa temannya, bahkan ada yang dari luar kota memesan kepada dirinya.

“Ada dari Depok, Bogor, dan Solo yang minta dibuatkan juga. Saya kenal dengan mereka dari pertemanan di Facebook,” ujarnya.

Dyah mengaku sengaja membuat barbie candy untuk anak-anak agar tidak mengurangi keceriaan mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri. “Fokus saya ke anak-anak,” jelas Dyah.

Foto: Instagram @dyahardini.m

Selain barbie candy, kata Dyah, dirinya juga membuat berbagai aneka makanan di antaranya Serundeng Kelapa Ayam Suwir, Sambal Terasih Sumringah, Steak Biskuit, Coklat (STIKCO).

“Saya juga menjual Es Mijeger, singkatan dari es Mie Jelly Seger, Es Dalgona Aladin yang artinya ala Dini, nama saya sendiri,” jelasnya sambil tertawa.

“Saya bangga, ada pejabat di Wali Kota Tangerang bilang es Mijeger minuman khas Kota Benteng,” tambahnya menceritakan.

Katanya, seluruh makanannya diproduksi di rumahnya di kawasan Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Foto: Instagram @dyahardini.m

Selain berjualan di Instagram dan Facebook, Dyah juga menjajakan dagangannya di Gerai UKM Kecamatan Cibodas pada hari Selasa sampai Kamis. Sementara Sabtu dan Minggu berjualan di Ruko Pasar Malabar.

“Liburnya Senin dan Jumat. Tapi hari Jumat saya dan teman-teman dari Komunitas Dapur Sijum Barokah punya program Berbagi Nasi Jumat (Sijum) ke yayasan yatim piatu, supir angkot, dan masyarakat yang membutuhkan. Program ini sudan berjalan 2,5 tahun,” kata Dyah Martiasari.

Lanjut Dyah, dirinya akan memulai memasarkan produk-produk Dapur Bunda Ceria di marketplace Shopee dalam wadah Komunitas UMKM Cibodas.

Foto: Instagram @dyahardini.m

Dyah pun menyebutkan harga produk-produk makanan Dapur Bunda Ceria di kisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu.

Katanya lagi, untuk kenyamanan konsumen produk-produk Dapur Bunda Ceria sudah mengantongi sertikat Halal. Dan, saat ini sedang menunggu terbitnya izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menikmati Es Mijeger. (Foto: Instagram @dyahardini.m)

Seperti mayoritas pelaku UMKM pada umumnya, Dyah Martiasari juga merasakan dampak dari pandemi COVID-19. Omzetnya turun dratis hingga 50 persen lebih.

“Sebelum pandemi omzet saya setiap bulannya di kisaran Rp2 jutaan, sekarang anjlok banget. Tapi mau bagaimana, saya nikmatin aja, sambil terus berusaha,” tukasnya.

Dyah merasa masih beruntung, di saat dagangan Dapur Bunda Ceria sepi dengan pembeli, dia masih mendapatkan pemasukan dari bisnisnya yang lain, yaitu bisnis hantaran pengantin, pesanan membuat buket bunga, buket mukena, dan kerajinan tangan dari kantong kresek.

Berawal dari hobi

Dyah Martiasari mengatakan sebelum memutuskan berwirausaha, dirinya melakukan hanya untuk menyalurkan hobi saja. Sekitar tahun 2013 dirinya pernah mengikuti pelatihan masak yang dimentori oleh cheff Rudy Chaerudin dan beberapa cheff terkenal lainnya.

Dyah pun mulai mempraktikkan kemahirannya mengolah berbagai bahan makanan di momen acara keluarga atau lingkungaj terdekat. Seiring waktu, permintaan kepada dirinya semakin bertambah.

“Dari situ saya berpikir, kenapa tidak saya berbisnis sambil mengurus rumah. Hasilnya lumayan buat tambahan keluarga,” ujarnya.

Foto: Instagram @dyahardini.m

Sedangkan bisnis di bidang hantaran pengantin, awalnya ketika dirinya menikahkan anak-anaknya. Anak pertamanya menikah tahun 2013, yang nomor dua nikah tahun 2015. Kata Dyah, seluruh hantaran untuk pernikahan anak-anaknya dibuat oleh dirinya sendiri.

Ternyata, hantaran pengantin yang dibuat untuk calon menantunya saat itu disukai oleh mereka yang melihatnya, dan permintaan pun terus berdatangan.

Nah, inspiratif banget kan cerita Dyah Martiasari dalam membangun usaha Dapur Bunda Ceria. Dari barbie candy sampai hantaran pengantin dilakoninya. Yuk ah menjadi mom prenenur juga seperti Bunda Dyah.

2 Comments

  1. Avatar

    Kreatifitasnya keren banget ini si Emak Dini..maju terus untuk UKM yang berjaya.

    Reply
  2. Avatar

    UMKM Jaya

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5534 511,836 Kasus
114 16,225 (3.2%) Meninggal
4494 429,807 (84.0%) Sembuh
25 Nov 2020, 1:06 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia