Select Page

Cerita 3 Pengusaha Muda Panen Cuan Bisnis Makanan Rumahan

Cerita 3 Pengusaha Muda Panen Cuan Bisnis Makanan Rumahan

Bisnis kuliner rumahan sangat memiliki prospek dan memberikan keuntungan yang lumayan. (Foto-foto: ISTIMEWA)

UMINEWS.COM, Belakang ini bisnis kuliner yang menyajikan makanan rumahan booming dan cukup digemari oleh berbagai kalangan. Bahkan tak sedikit sejumlah artis ‘ikut-ikutan’ berbisnis jenis ini dan memasarkannya melalui media daring. Hasilnya, cuan (keuntungan) yang didapat sangat lumayan.

Sebagai contoh, tiga anak muda ini telah merasakan hasil keuntungan dari hasil berbisnis makanan rumahan.

Seperti pada umumnya berbisnis, modal utama yang diperlukan menjalankan bisnis ini adalah ketekunan dan tidak mudah menyerah. Modal uang yang berlimpah tidak menjamin kalau tidak ada semangat.

Berikut cerita perjalanan bisnis tiga pengusaha muda kuliner makanan rumahan yang mungkin bisa menginspirasi bagi yang ingin menggeluti usaha serupa:

Rangga Umara

rangga-umara-pengusaha-kuliner-lele

Anda tahu ‘Pecel Lele Lela’ yang sudah memiliki cabang di berbagai wilayah di Jabodetabek? Rasanya banyak masyarakat sudah mengetahuinya.

Usut punya usut, pendirinya adalah seorang pemuda bernama Rangga Umara. Rangga mengaku dirinya sama sekali tidak pernah bermimpi dan mengira akan menjadi seorang pengusaha sukses kuliner rumahan seperti sekarang.

Ia pun menceritakan awal dirinya menggeluri bisnis kuliner ini, yaitu pada tahun 2006 ketika dirinya diberhentikan (PHK) dari tempatnya bekerja. Tak mau terlalu meratapi nasibnya, Rangga memutar otak agar tetap bisa menafkahi keluarga kecilnya. Ia pun memutuskan mendirikan usaha pecel lele dengan modal sedikit yang ia miliki.

Memang tak mudah menjalankan suatu bisnis. Banyak halang rintang yang dihadapinya, bahkan dirinya nyaris bangkrit karena kekurangan modal.

Karena memiliki tekad dan kemauan yang keras, Rangga tidka putus asa. Ia bereksperimen dengan membuat beberapa menu pecel lele yang berbeda rasanya dan tidak dimiliki pedagang pecel lele lainnya.

Upayanya tidak sia-sia, Rangga Umara kini telah memiliki lebih dari 50 outlet ‘Pecel Lele Lela’ yang tersebar di beberapa di Jabodetabek dan beberapa wilayah Indonesia lainnya.

Tak hanya itu, Rangga juga mendirikan cabang di dua negara Asia Tenggara (ASEAN) yakni di Malaysia dan Singapura.

Disinggung berapa omzet per bulan dari bisnis kulinernya itu, Rangga tidak menyebutkan secara spesifik. Ia hanya memberitahu sudah mencapai miliaran Rupiah.

Sayangnya, Rangga tidak menceritakan asal muasal dirinya menamakan brand-nya itu ‘Pecel Lele Lela’. Mungkin ditulisan berikutnya dia akan menceritakan.

Victor Giovan Raihan

victor-giovani-raihan-pendiri-teh-kempot

Satu lagi pengusaha muda Indonesia yang sukses dengan usaha kulinernya, Victor Giovan Raihan. Ia memberanikan diri untuk membuka usaha kuliner berbagan dasar teh.

Victor memulai usaha ‘Teh Kempot’ saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Teh Kempot atau teh yoghurt buatan Giovani ini cukup unik rasanya bila dibandingkan dengan produk lainnya yang juga berbahan sejenis. Giovani mencampur teg dengan susu, cincau, buah, dan sinom atau daun asam mudah.

Tidak hanya enak, kandungan di dalam Teh Kempot buatan Giovani tersebut konon dapat menyehatkan tubuh.

Berkat usaha inovatifnya itu, kini Giovani berhasil mengumpulkan omzet hingga puluhan juta Rupiah setiap bulannya dengan jumlah cabang lebih dari 30 yang sebagian dipegang oleh mitra kerjanya.

Rizka Wahyu Romadhona

rizka-wahyu-romadhona

Nah yang satu lagi pengusaha muda sukses adalah dari kalangan wanita. Dia bernama Rizka Wahyu Romadhona.

Rizka menceritakan sebelum berhasil dengan bisnis kue Lapis Bogor Sangkuriang, ia pernah mengalami kegagalan ketika berjualan bakso. Kegagalan itu tidak membuat semangatnya pupus.

Setelah gagal dari usaha bakso, ia mencoba bisnis kuliner lainnya yang diberi nama Lapis Bogor Sangkuriang dengan bahan dasar talas.

Rizka yang pernah bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka di Tanah Air mengaku lebih sreg berbisnis daripada bekerja di bawah naungan perusahaan sebesar apapun.

Menurutnya, bisnis masakan rumahan ini cukup mumpuni bagi seorang Rizka yang saat itu sedang terdesak masalah ekonomi. Alhasil, berkat upayanya dan dorongan dari suami, ia mampu mengembangkan usaha kue Lapis Bogor Sangkuriang, dan kini sudah memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia.

Itulah beberapa cerita dari pengusaha muda Indonesia yang mampu mengembangkan bisnis kuliner makanan rumahan. Cuan yang didapat pun jumlahnya sangat lumayan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 5:16 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia