Select Page

Cerita Pengusaha Sepatu Kulit Asal Bandung, Baca Yuk

Cerita Pengusaha Sepatu Kulit Asal Bandung, Baca Yuk

Muhammad Yuqa Reynaldo, pengusaha sepatu kulit merek Kenzios. (Foto-foto: Istimewa)

UMINEWS.COM, Tekad yang kuat, mau terus belajar dan tidak mudah menyerah adalah modal utama berwirausaha. Persyaratan itu diterapkan Muhammad Yuqa Reynaldo, pengusaha sepatu kulit bermerek Kenzios asal Bandung, Jawa Barat.

Yoqa mengatakan modal utamanya dalam membangun usaha sepatu kulit adalah semangat dan tekad yang kuat.

Ia bercerita, awalnya hanya sebagai reseller sepatu milik sahabatnya bernama Ivan. Saat itu Yuqa memanfaatkan BlackBerry Messenger (BBM) untuk menawarkan dan menjual sepatu-sepatu.

“Awalnya saya hanya reseller, saya posting gambar. Ada yang tertarik membeli saya layani. Barangnya saya ambil dari sahabat. Enggak keluar modal sepeser pun,” kata Muhammad Yuqa Reynaldo.

Rupanya pendapatan menjadi reseller cukup lumayan yaitu Rp3,5 juta per bulan. Berawal dari sana Yuqa bertekad lebih fokus menjalankan usaha sepatu dan direalisasikan pada November 2012.

Di bulan pertama dirinya mandiri, Yuqa masih menggunakan strategi berjualan yang sama untuk menjual sepatu-sepatunya, yaitu mengandalkan postingan foto melalui BBM. Meski fokus berjualan ia menyempatkan diri untuk belajar membaca peluang, membaca keinginan pasar, hingga mencari sistem yang tepat untuk menjualan barang dagangannya. Hingga pada suatu hari Yuqa memutuskan tidak lagi mengambil sepatu ke temannya, tetapi langsung ke pabriknya untuk membuat brand sepatu sendiri yang diberi nama Kenzios.

Di awal membuka usaha sepatu Kenzios, Yuqa mengeluarkan modal sebesar Rp20 juta. Menyiasati keterbatasan modal, ia membuat berbagai macam model sepatu, tapi per modelnya diproduksi sedikit saja.

“Jadi saya buat bebeberapa macam model, misalnya ada tujuh model. Setiap modelnya dibuat tiga pasang,” jelasnya.

Lalu pada 2017, ia mulai berani untuk memproduksi usaha sepatunya sendiri, tidak ke menyerahkan ke pabrik milik orang. Untuk bahan bakunya, seperti kulit, ia dapatkan dari penyuplai yang kini sudah menjadi langganannya. Saat itu Yuqa sudah dibantu oleh 42 orang karyawan untuk mengelola usaha sepatunya.

Lebih detail lagi diungkapkannya, bahan-bahan baku yang dipergunakannya semuanya berasal dari dalam negeri. Mulai dari bahan baku kulit, sol, hingga lemnya buatan lokal.

Sementara untuk desain sepatunya, Yuqa memanfaatkan jasa freelance untuk mendetailkan desain, lalu proses pembuatan menjadi sepatu dieksekusi oleh timnya.

Hingga saat ini Yuqa mengaku sudah memiliki sedikitnya 200 reseller yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Omzet per bulan yang dia raihpun bisa terbilang fantastik, yaitu berkisar antara Rp400 juta sampai dengan Rp500 juta.

Sempat goyang gara-gara pandemi COVID-19

Seperti perusahaan lainnya, Muhammad Yuqa Reynaldo mengaku usahanya sempat ikut goyang akibat dampak pandemi COVID-19. Jumlah pembelinya menurun.

“Yang terasa sekali di bulan Maret 2020 ketika pandemi COVID-19 mulai muncul, omzetnya anjlok hingga 50-70 persen. Begitu memasuki bulan Ramadhan (puasa), penjualan sepatu merangkak naik kembali,” tuturnya.

Yuqa bersyukur, meski omzetnya sempat turun, dia tidak harus melakukan pemecatan ke karyawannya.

Pada saat bersamaan, ketika Pemerintah Kota Bandung menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ia memutuskan tidak terlalu memproduksi banyak sepatu. Ia lebih memilih di masa itu digunakan untuk memperbaik Standar Operasional Prosedur (SOP) dan membenahi manajemen internal perusahaanya.

Ungkap Yuqa lagi, dia tidak memiliki toko offline satu pun untuk menjajakkan produk sepatunya. Ia hanya memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan usahanya.

Di Bandung, Muhammad Yuqa Reynaldo hanya memiliki satu home industry khusus mengelola sepatu kulit merek kenzios. Ia berharap usahanya bisa ekspansi ke pasar global dan semakin terkena di mancanegara.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 4:48 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia