Select Page

Deasy Esterina, Pebisnis Tas Daur Ulang Kantong Kresek yang Mendunia

Deasy Esterina, Pebisnis Tas Daur Ulang Kantong Kresek yang Mendunia

Deasy Esterina, pendiri Kreskros yang memproduksi tas dari limbah plastik. (Foto: Instagram @kreskros.id)

UMINEWS.COM, Di tangan Deasy Esterina limbah plastik bisa menjelma menjadi barang yang memiliki nilai estetika dan daya jual yang tinggi. Ia mengubah limbah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan menjadi sebuah tas daur ulang yang berkualitas.

Wanita berusia 30 tahun asal Semarang ini merupakan salah satu contoh Women Preneur sukses yang menyulap tas plastik kresek menjadi produk berdaya jual tinggi.

Berbagai model tas dibuatnya dari bahan dasar tas kresek seperti tas ransel (backpack), tas selempang (sling bag), tas laptop (laptop bag), tas pinggang (waist bag), tote bag dan puch, bahkan dompet. Produk-produk hasil daur ulang ini dijualnya hingga ke manca negara.

Berkat keberhasilannya itu, Deasy diganjar beberapa penghargaan, di antaranya Good Design Indonesia, Asephi Emerging Award, Sustainable Business Award, dan Pengusaha Wanita Muda Pengolah Limbah Plastik dari Leprid.

Foto: Instagram @kreskros.id

Hobi membuat kerajinan tangan

Deasy Esterina menceritakan, dirinya mulai berbisnis sejak Oktober 2014 dengan memakai brand Kreskros. Namun saat itu belum terlalu serius karena hanya berdasarkan hobinya yang senang membuat kerajinan tangan.

“Saat itu saya sedang senang-senangnya bikin kerajinan tangan,” kaya Deasy Esterina, seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Seiring sejalan, perhatiannya terfokus pada kantong plastik kresek bekas di sekitarnya yang tidak terpakai dan merusak pemandangan. Kondisi itulah yang memunculkan ide untuk membuat tas dengan kombinasi rajutan plastik.

Skill merajut saya kan terbatas. Dengan alasan itu saya memilih limbah kantong plastik kresek, harus dibuat unik,” tuturnya.

“Alasan lainnya, setidaknya saya bisa berbuay baik untuk mengurangi pencemaran lingkungan,” tambah Deasy.

Foto: Instagram @kreskros.id

Pertama kali memasarkan tas hasil daur ulang itu, Deasy hanya mengandalkan relasi dan media sosial. Ternyata respon yang didapatnya sangat positif. Baik kerabat maupun sahabat mendorongnya untuk lebih menyeriusi bisnis tas daur ulang kantong kresek tersebut.

Dan, pada 2016 usai dirinya menyelesaikan kuliah di bidang Arsitek Interior di salah satu Perguruan Tinggi di Surabaya, Dessy kembali ke daerah kelahirannya, Ambarawa, Semarang untuk ‘menghidupkan’ kembali Kreskros dan concern di bidang socio business, yaitu model bisnis yang memaksimalkan keuntungan sekaligus memaksimalkan manfaat untuk sosial dan lingkungan.

Hanya bermodalkan Rp10 juta

Dalam menjalankan bisnisnya Deasy tidak seorang diri. Ia melibatkan ibu-ibu rumah tangga. Maksudnya, agar mereka mendapatkan penghasilan tambahan, tanpa mengganggu kewajiban di rumah. Sebab waktu kerja di Kreskros memang dibuat fleksibel.

Deasy Esterina mengaku dirinya menjalankan bisnis tas daur ulang kantong plastik kresek ini hanya bermodalkan Rp10 juta saja yang diambil dari tabungan pribadi.

Foto: Instagram @kreskros.id

Pada awalnya ia sering merogoh kocek karena penjualan produk-produk Kreskros masih sedikit. Ia harus menyuntik modal kembali agar tetap bisa berproduksi.

Berkat keuletan akhirnya Deasy mendapatkan hasil yang memuaskan. Ia diminta untuk menyediakan tas dengan kapasitas yang banyak. Konsekuensinya, ia harus menambah sumber daya manusia (SDM) dan memberikan pelatihan agar kualitas produk tas yang dibuatnya tidak mengecewakan.

Permasalahan manajemen pun muncul seiring bertambahnya jumlah karyawannya. Deasy dituntut harus bisa mendelegasikan sebuah pekerjaan secara lebih efektif.

“Berhubungan dengan sesama manusia tidak mudah. Kita kaan berurusan dengan karakter, kebiasaan dan ego mereka masing-masing. Kondisi menuntut saya untuk bisa selain menjadi mentor dan ‘kapten’, juga harus bisa sebagai teman mereka untuk berbagi dan berjuang bersama,” jelas Deasy.

Foto: Instagram @kreskros.id

Kini bisnisnya sudah berjalan selama 6 tahun, dan dirinya sudah memiliki 15 karyawan yang menangani berbagai bidang seperti memotong, merajut dan menjahit bahan, quality control, dan administrasi.

Soal strategi pemasaran, seperti para pelaku usaha lainnya, ia juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram dengan brand Kreskros, juga membuat website resmi. Selain itu, ia kerap memperkenalkan produk-produknya ke publik dengan terlibat aktif di berbagai bazar dan workshop.

Katanya, strategi pemasaran yang disebutkannya di atas membuat area penjualan produk-produk Kreskros meluas, ke seluruh Indonesia, di antaranya Semarang, Jakarta, dan Surabaya. Bahkan ada pembeli dari luar negeri.

“Paling jauh California (Amerika Serikat). Untuk permintaan ekspor kebanyakan dari Singapura dan Australia,” ungkapnya.

Menyinggung soal harga, Deasy membanderol dengan beragam dari mulai Rp100 ribu hingga Rp2,4 juta. Dalam sebulan dirinya bisa menjual sebanyak 300-500 buah.

“Tapi itu di masa normal, sebelum pandemi COVID-19. Sekarang ini dalam sebulan hanya bisa menjual 10-50 produk saja,” terang Deasy.

Menyiasati kondisi yang serba sulit seperti sekarang, Deasy lebih memilih untuk mengeksplor dan mengembangkan produk Kreskros ketimbang meratapi kondisi. “Strategi yang kita gunakan adalah tenang. Dengan tenang kita bisa melihat diri dan berbenah,” jelasnya.

Saat ini, kata Deasy, Kreskros menerapkan strategi penjualan dengan cara Business to Customer (B2C) alias langsung ke pelanggan, atau Business to Business (B2B) alias ke perusahaan. Dengan begitu permintaan produk bisa dalam jumlah satuan sampai dengan dalam jumlah banyak untuk keperluan event perusahaan maupun pemerintah.

Deasy Esterina menyatakan, ke depannya bisnis tas daur ulang dari limbah plastik Kreskros akan fokus terhadap kuantitas tanpa mengeyampingkan kualitas produksi. “Ini sebagai strategi yang dilakukan untuk menggaet pelanggan lebih secara personal,” ucap Deasy.

1 Comment

  1. Avatar

    Kereen banget yaa

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 522,581 Kasus
N/A 16,521 (3.2%) Meninggal
N/A 437,456 (83.7%) Sembuh
28 Nov 2020, 2:18 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia