Select Page

Demi Bertahan Hidup di Jogja di Masa Pandemi, Bule Belanda Jualan Mie Ayam

Demi Bertahan Hidup di Jogja di Masa Pandemi, Bule Belanda Jualan Mie Ayam

Charlotte Peeters, WNA Belanda, penjual mie ayam di Yogyakarta. (Foto: ISTIMEWA)

UMINews.com, Mie ayam adalah salah satu jenis makanan yang banyak disukai masyarakat Indonesia. Campuran mie yang disajikan dengan cara direbus dengan toping daging ayam, pangsit dan bakso membuat kenyang perut.

Karena begitu populernya mie ayam, banyak dari masyarakat jualan makanan ini. Tapi akan menjadi pemandangan yang unik jika yang berjualan adalah warga negara asing (WNA) alias bule.

Bule yang dimaksud adalah Charlotte Peeters yang akrab disapa Mbak Charlie. Dia menjadi bahan pembicaraan masyarakat, bahkan sempat viral di media sosial.

Wanita asal Belanda ini mengaku sudah 11 tahun tinggal di Yogyakarta. Ia sangat mahir meracik mie ayam dan hasilnya mendapatkan penilaian positif dari konsumen-konsumennya.

Charlotte bercerita, dirinya pertama kali berjualan mie ayam bertepatan pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2020. Ia terpaksa banting setir berjualan mie ayam karena usaha di bidang pariwisata yang dikelola bersama suaminya, Arya Andika Widyadana terdampak pandemi COVID-19.

Di mana dirinya berjualan mie ayam? Sebuah ruangan di komplek Moses Gatotkaca yang sebelumnya digunakan sebagai garasi dan tempat menginap karyawan disulpnya menjadi tempat berjualan.

Sebenarnya, kata Charlotte, dirinya sangat berat merumahkan karyawannya. Namun karena kondisi yang memaksa, ia terpaksa melakukannya.

Baca Juga:
  Rindu Masakan Daerah, Mampir Aja ke Restoran Ini

“Saya terpaksa harus merumahkan karyawan karena pandemi ini. Garasi saya ubah menjadi tempat berjualan mie ayam,” kata Charlotte seperti dikutip dari KRJogja, Jumat, 22 Januari 2021. “Kemudian saya memberi nama usahanya ini Mie Ayam Bakso Telolet,” tambahnya menjelaskan.

Charlotte memilih berjualan mie ayam karena bisa dinikmati semua kalangan tanpa terbeban harganya. Di awal buka, ia menjual per porsi dengan harga Rp5.000. Setelah berjalan 1,5 bulan ia menaikkan menjadi Rp7.000 per porsi.

“Saya ingin buat makanan murah agar semua orang bisa merasakan. Kami merasakan dampak dari pandemi ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Seperti pelaku usaha pada umumnya, di awal berjualan mie ayam di masa pandemi, penjualannya kurang menggembirakan. Tapi sejak viral penjualannya meningkat.

Walau penghasilannya sempat menurun drastis, Charlotte tetap bersyukur bisa bertahan dengan segala daya upaya yang dia miliki. Apalagi ia kini sudah memiliki dua anak yang masing-masing berusia 5 dan 2 tahun yang harus mendapatkan penghidupan yang layak.

“Kalau dibandingkan dengan bisnis yang dulu (pariwisata), sangat jauh sekali selisihnya. Tapi kami ingin survive saja dulu. Sebagai orang tua, saya dan suami menginginkan anak-anak kami tetap selah dan hidup nyaman,” imbuh Charlotte Peeters.

Ia berharap, mie ayam yang dibuatnya disukai oleh banyak orang. Dirinya bertekad akan terus belajar membuat mie ayam agar rasanya lebih maksimal.

Baca Juga:
  Restoran Seafood di Tangsel yang Dijamin Bikin Perut Kenyang

Dengan bangganya Charlotte menyebutkan, kini dalam sehari ia dapat menjual sekitar 100 porsi mie ayam. Yang membuatnya tersenyum dan lucu saat berjualan, mayoritas yang beli mie ayamnya terkejut saat melihat pelayanannya adalah orang bule yang sangat fasih berbahasa Indonesia, dan sedikit Jawa.

“Lho kok orang bule yang ngelayani, fasih pula bahasa Indonesia dicampur Jawa. Sejak viral semakin banyak yang datang ingin merasakan Mie Ayam Telolet saya ini,” ucapnya bangga.

Kata Charlotte lagi, ia jatuh cinta dengan mie ayam sejak 2009. Saat itu dia diajak makan saat masih berpacaran dengan suaminya. Kesan gurih campur manis yang dirasakan lidahnya membuat dirinya kepincut dengan jenis makanan ini. Berbeda dengan dirinya, sang suami lebih suka bakso daripada mie ayam.

Lanjutnya bercerita, sebelum memutuskan berjualan, dirinya terlebih dahulu belajar membuat mie ayam. Setelah yakin dengan kemampuannya, Charlotte memberanikan diri buka usaha.

Neneknya berasal dari Lampung

Meski memiliki paras bule, Charlotte Peeters mengaku memiliki darah Indonesia. Neneknya merupakan orang Lampung. Sedangkan ayahnya lahir di Sorong, Papua. Dulu, ia beberapa kali datang ke Indonesia untuk berwisata, khususnya Papua.

Dirinya sendiri awalnya datang ke Indonesia untuk bekerja di bidang HAM yang ditugaskan di Papua. Namun, 2009 ia ke Yogyakarta untuk belajar bahasa Indonesia.

Belakangan, LSM yang mengutusnya bermasalah, sehingga membuatnya tidak jadi bekerja. Meski begitu ia tidak langsung kembali ke negara karena sudah bertemu dengan suaminya. “Akhirnya saya tinggal di Jogja deh,” jelasnya sambil tertawa.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5702 1,577,526 Kasus
126 42,782 (2.7%) Meninggal
6349 1,426,145 (90.4%) Sembuh
13 Apr 2021, 10:37 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia