Select Page

Di Masa Pandemi, Helmy Yahya: Jangan Mengeluh, Cari Peluang

Di Masa Pandemi, Helmy Yahya: Jangan Mengeluh, Cari Peluang

Pengusaha sekaligus motivator, Helmy Yahya. (Foto: Instagram Helmy Yahya)

UMINEWS.COM, Siapa yang tak kenal Helmy Yahya. Kalau ada yang tidak kenal, berarti bukan orang Indonesia. Berbagai profesi digelutinya di antaranya sebagai motivator dan pengusaha. Bahkan dia pernah menjabat sebagai Direktur Utama TVRI.

Pria yang go public berkat acara kuis ‘Siapa Berani’ ini membagikan tips cara mencari peluang dan menjalankan usaha apa yang menguntungkan atau prospeknya cukup bagus di masa pandemi COVID-19.

Kata Helmy, bisnis yang mengalami kenaikan di masa pandemi COVID-19 yaitu bisnis makanan, kesehatan, retail produk kesehatan, dan teknologi informasi.

“Kalau yang masih bertahan perikanan, listrik, gas, air bersih, pengangkutan, pertanian dan perkebunan, peternakan, dan kehutanan,” kata Helmi Yahya di acara pelatihan ekonomi yang digelar secara daring akhir pekan lalu.

Dia mengakui di masa pandemi COVID-19 ini hampir semua sektor bisnis lesu. Namun dia meminta kita tidak usah mengeluh, sebab semua sektor ekonomi sedang turun.

“Mengeluh tidak akan memberikan perubahan menjadi lebih baik. Jadi kita harus lebih jeli membaca dn melihat peluang bisnis yang ada,” tuturnya.

Dirinya mengajak semua kalangan untuk bersikap optimis dan berkeyakinan bahwa pandemi ini akan berlalu dan semuanya akan kembali lagi normal, semuanya akan naik lagi.

Kata Helmy lagi, dunia kewirausahaan merupakan salah satu yang terdampak dan harus diperhatikan oleh pemerintah. Apalagi di masa pandemi COVID-19 banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terpukul.

Namun, lanjutnya, UMKM pernah mencatat tinta emas dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu pada tahun 1998 di saat bangsa ini mengalami krisis moneter terbukti UMKM mampu bertahan, berbeda dengan perusahaan besar.

“Pada krisis moneter tahun 1998 UKM bisa bertahan, tidak dengan perusahaan besar yang sulit bergerak,” ujar Helmy Yahya.

Ia pun meminta para pelaku UMKM untuk merubah cara berpikir (mindset). “Kita kontrol usaha kita, sikap pribadi dan lain-lain. Saat ini semua berubah,” ujar Helmy.

“Kita sudah menjalani kondisi pandemi ini berbulan-bulan, kita harus berpikir mencari terobosan peluang. Ada yang terpapar, ada yang bangkrut, ada yang kehilangan pekerjaan, gajinya dipotong, tapi ada juga yang bisnisnya berkembang sekarang ini,” lanjutnya.

Apakah di kondisi seperti sekarang ini akan ada perusahaan membuka lowongan kerja? Helmy Yahya tidak menutup kemungkinan itu. Tapi baginya, di era pandemi seperti sekarang ini banyak perusahaan menerapkan aturan Work From Home (WFH) kepada karyawannya.

Helmy menyarankan bagi yang ingin memulai usaha harus memperhatikan beberapa hal, yakni Improve Character, yang artinya tergantung karakter. Pintar saja dinilai tidak cukup menjadi modal seseorang berhasil menjalankan sebuah usaha, karena orang pintar cenderung sombong. Padahal kesombongan akan membuat seseorang sulit sukses.

Selanjutnya adalah mengecek kesempatan. Untuk menjadi wirausahawan juga harus melihat kemampuan diri untuk berjualan, memanfaatkan waktu. Selain itu juga melakukan cek usaha yang cocok sehingga benar-benar paham dan tidak mudah dibohongi orang lain.

Tips lainnya yaitu, upgrade atau memperbarui kemampuan dan selalu update dengan perkembangan. Saat ini ada media sosial yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana bisnis.

“Tidak ada orang sukses yang tidak menguasai bidangnya. Sekarang trend jualan melalui digital. Buat platform digital, Instagram, Facebook untuk berjualan,” ujar dia.

Yang tak kalah pentingnya, ia menganjurkan bagi pengusaha maupun calon wirausaha untuk menambah skill atau kemampuannya. Karena di era 2021, untuk sebuah produk harus punya branding, advertising, digital marketing, media sosial, hingga analisis produk.

Katanya, sehebat apapun sebuah produk jika tidak bisa menjualnya tidak akan dilirik oleh calon pembeli.

“Belajar, ikut webinar, training, update your chaneling. Dalam dunia bisnis, untung yang besar itu repeat order, konsumennya kembali membeli,” jelas Helmy Yahya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

4192 506,302 Kasus
109 16,111 (3.2%) Meninggal
2927 425,313 (84.0%) Sembuh
24 Nov 2020, 9:37 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia