Select Page

Dijamin Enggak Bikin ‘Mata Duitan’, Yuk Ajarkan Anak Sejak Dini Pintar Mengatur Keuangan

Dijamin Enggak Bikin ‘Mata Duitan’, Yuk Ajarkan Anak Sejak Dini Pintar Mengatur Keuangan

Ilustrasi (Foto: ISTIMEWA)

UMINews.com, Sebagian orang beranggapan mengenalkan uang kepada anak sejak dini tidak bagus, karena sama saja menjadikan anak konsumtif, bahkan ekstremnya ‘mata duitan’. Padahal ada ilmu keuangan yang bisa diajarkan kepada anak sesuai dengan usianya.

Semuanya tergantung bagaimana cara dan tujuan kita mengenalkan anak kepada uang. Kemampuan anak, keingintahuan dan lingkungan sekitar turut mempengaruhi tingkat kebutuhkan mengenalkan uang kepada anak.

Dikutip dari buku ‘Kecil-kecil Jago Finansial’ karya Riawani Elyta dan Risa Mutia, berikut cara mengenalkan anak kepada uang sesuai dengan usianya.

Usia balita

Pada usia ini anak cukup diberikan pemahaman awal tentang uang. Mulai dari dikenalkan dengan benda bernama uang, nama mata uang negara, serta jenis-jenis uang.

Latih anak menggunakan uang dengan bertransaksi ke warung atau pedagang keliling, namun harus dalam pengawasan.

Kenalkan juga konsep menabung kepada anak. Caranya dengan menyediakan celengan di rumah. Berikan uang kepada anak untuk disimpan di dalamnya. Ini akan menjadi langkah awal agar anak gemar menabung sejak dini.

Usia pendidikan dasar (6-12tahun)

Pengenalan uang di usia 6 sampai 12 tahun menjadi penting, karena pada umumnya anak sudah mulai dibekali uang saku. Pada masa ini sebaiknya seorang anak sudah diberikan pemahaman lebih kompleks mengenai uang.

Baca Juga:
  5 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Orang Tua Dalam Menentukan Anaknya Sekolah di Mana

Hal yang dapat diajarkan meliputi nilai uang, jumlah, kalkulasi, hingga mengatur pembagian uang sederhana. Ajarkan pula anak pecahan nilai uang dan bagaimana mengaplikasikan proses berhitung dalam berbelanja.

Beri anak keleluasaan untuk melihat dan mengamati proses transaksi belanja. Konsep menabung juga sebaiknya tetap dipertahankan dan usahakan selalu mengingatkan mereka untuk menyisihkan uang sakunya.

Usia remaja (13-17 tahun)

Pada usia ini, anak telah mengenal lebih banyak produk yang bisa dibeli dengan uang. Pergaulan dan wawasannya pun sudah semakin berkembang, sehingga mengetahui merek dan kualitas barang.

Di tahap ini para orang tua harus meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak. Orang tua harus memposisikan diri sebagai sahabat dan pendengar yang baik untuk anak sehingga anak bisa lebih terbuka, termasuk dalam penggunaan uang. Selain itu ajarkan juga pembagian pengeluaran dan terkait investasi.

Bagaimana, jelas sekali kan penjelasan artikel ini. Sebagai orang tua, kita berkewajiban mengajarkan kepada anak hal-hal yang baik, tidak terkecuali soal uang. Kalau diperkenalkan dan diajarkan dengan baik juga benar, maka anak kita tidak akan ‘mata duitan’, justru akan menghargai fungsi uang.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5702 1,577,526 Kasus
126 42,782 (2.7%) Meninggal
6349 1,426,145 (90.4%) Sembuh
13 Apr 2021, 10:56 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia