Select Page

Dodol Beko, Dodol Betawi Milenial dengan Rasa Kekinian

Dodol Beko, Dodol Betawi Milenial dengan Rasa Kekinian

Foto: Instagram @dodolbeko

UMINews.com, Sepertinya tidak ada satu pun orang Indonesia yang tidak pernah merasakan dodol. Camilan tradisional ini terbuat dari bahan dasar santan, gula merah dan ketan.

Di Indonesia, beragam jenis Dodol hadir sebagai warisan kuliner. Bahkan di Garut dijadikan sebagai oleh-oleh yang kudu wajib dibawa ke rumah atau dibagikan ke teman-temannya.

Banyak daerah di Tanah Air membuat Dodol yaitu Dodol Garut, Dodol Apel Malang, dan Dodol Betawi.

Khususnya Dodol Betawi, tidak hanya diproduksi di Jakarta saja, tapi juga dari sekitarnya seperti Depok juga membuat Dodol yang memiliki kekhasan dan cita rasa sendiri.

Ada juga Dodol yang mencerminkan cita rasa dari buah-buahan yang tercampur dalam adonan Dodol, seperti Dodol Durian, Dodol Sirsak, Dodol Nangka, dan banyak lagi.

camilan-dodol

Foto: Instagram @dodolbeko

Malvin Pangestu, 26 tahun, adalah seorang pengusaha muda yang merintis usaha Dodol Betawi sejak tahun 2016. Katanya, awal menjalani usaha Dodol ia menghadapi beberapa hambatan, salah satunya adalah mengalami kegagalan menciptakan Dodol.

Namun, dengan tekat yang bulat dan tak mudah menyerah dan tentunya terus belajar membuat Dodol dengan mengutamakan kualitas dan branding yang lebih kekinian.

“Suka dukanya, dulu trial and error di awal banyak banget. Dari mulai ngaduk dodolnya sendiri sampai gagal produksinya. Tapi ketika sudah jalan, saya sering mendapat apresiasi dan banyak yang suka untuk dijadikan oleh-oleh karena saya membuat kemasannya elegan,” kata Malvin Pangestu seperti dikutip dari Kompas.com, Senin, 23 November 2020.

camilan-dodol

Foto: Instagram @dodolbeko

Di awal berwirausaha dodol, Malvin mengeluarkan modal Rp20 juta. Ia belajar membuat adonan dodol dengan rasa harus autentik atau berbeda dengan kebanyakan dodol Betawi yang sudah ada. Lalu ia mem-branding dengan merek Dodol Beko.

Baca Juga:
  Menikmati Nasi Kebuli Buatan Warga Tangerang, Order Aja ke Ummu Amalia

“Yang membedakan dengan dodol Betawi lainnya, pertama packaging-nya premium, kedua dodolnya juga premium, rasanya gurih, kelapanya sangat terasa, dan enggak terlalu manis,” tuturnya.

Sedangkan dodol Betawi lainnya, lanjut Malvin, biasanya lebih mengedepankan rasa manis gula Jawa.

camilan-dodol

Foto: Instagram @dodolbeko

Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini Malvin mengakui berdampak pada bisnis dodolnya. Dodol Beko yang di masa normal mampu meraih omzet Rp25 juta setiap bulannya, kini hanya mampu meraup Rp10 juta saja. Bahkan, di awal pandemi di Maret 2020, omzet Dodol Beko sempat terjun bebas hingga 90 persen.

“Pemasukan selama ada pembatasan keluar masuk Jakarta membuat omzet saya anjlok banget. 2 toko (offline) terpaksa ditutup, penjualan hanya dari online saja,” ujar Malvin Pangestu.

Namun demikian, kondisi pandemi tidak membuat Malvin menyerah. Ia terus melanjutkan usahanya dengan tetap mempertahankan kualitas dan kuantitasnya.

Dengan keunikan dan cita rasa yang lebih premium, ia yakin usahanya akan tetap bertahan dalam kondisi yang tidak pasti ini.

“Packaging dan design yang buat kekinian dan menarik. Selain itu harus punya keunikan dari segi produknya. Dodol kami tingkat manisnya pas dan ada varian almond,” jelasnya.

Sadar perlu ada terobosan memasarkan produk Dodol Beko, di sela-sela kesibukannya, Malvin belajar tentang digital marketing untuk bisa menaikkan omzet online.

Soal cost produksi, Malvin menyiasati dengan sistem pekerja panggilan atau per proyek saja, sehingga tidak membebani dirinya dalam hal pengeluaran operasional seperti gaji karyawan.

Baca Juga:
  Berjualan Olahan Jahe, Wanita Asal Bima Ini Kantongi Omzet Rp12 Juta

Padahal, sebelum pandemi COVID-19 dirinya mempekerjakan empat orang untuk meng-handle produksi sesuai kebutuhan. Kini dia hanya mempekerjakan satu orang karyawan panggilan saja, selebihnya dikerjakan sendiri.

Nah, bagi penggemar camilan tradisional, yang merasakan gurihnya Dodol Beko dapat membelinya secara online melalui e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, atau bisa melalui Instagram @dodolbeko. Malvin membanderolnya dengan harga di kisaran Rp3-.000 sampai dengan Rp200.000.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

10365 927,380 Kasus
308 26,590 (2.9%) Meninggal
8013 753,948 (81.3%) Sembuh
19 Jan 2021, 11:18 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia