Select Page

Enggak Lama Lagi, Gerai Seblak Cilok Jeletot Teh Neng Eksis Kembali

Enggak Lama Lagi, Gerai Seblak Cilok Jeletot Teh Neng Eksis Kembali

Foto: Instagram @seblakcilok_jeletot_teh_eneng

UMINEWS.COM, Indonesia sangat kaya dengan aneka ragam kuliner, setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu Seblak dan Cilok asal Bandung, Jawa Barat.

Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini yang memaksa kita harus membatasi diri berpergian ke luar rumah tidak perlu khawatir dan bingung ketika ingin menikmati Seblak dan Cilok. Pesan saja ke Seblak Cilok Jeletot Teh Neng.

Eka Ninik, pemilik Seblak Cilok Jeletot Teh Neng mengatakan dirinya sudah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Sertikat Halal juga sudah dapat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekarang ini saya sedang mengurus izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT),” kata Eka Ninik saat dihubungi Uminews.com, Senin, 2 November 2020.

Foto: Instagram @seblakcilok_jeletot_teh_eneng

Selain Seblak dan Cilok, kata Eka Ninik melanjutkan, dirinya juga membuat berbagai macam kue kering di antaranya Golden Nastar, Kue Kacang, dan Bola-bola Salju Keju. “Yang lagi booming Golden Nastar,” ujarnya.

Eka mengaku di masa pandemi dan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seluruh produksi kuliner yang disebutkannya itu diolah di rumahnya di Komplek Kunciran Permai, Blok B No. 4, Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Foto: Instagram @seblakcilok_jeletot_teh_eneng

Katanya lagi, bagi masyarakat yang ingin memesan dapat melalui WhatsApp di nomor 089659076932 atau melalui Instagram dengan nama akun @seblakcilok_jeletot_teh_neng.

“Bisa juga melalui Google Bisnis, Shopee, dan Gojek,” tuturnya.

Omzet anjlok karena pandemi

Eka Ninik menceritakan dirinya mulai berwirausaha Seblak dan Cilok pada tahun 2016. Saat itu ia berjualan di lingkungan yang terbilang elit yaitu di Green Lake City Cipondoh dan Regency Alam Sutera.

“Pertama kali berjualan banyak orang yang enggak yakin dagangan saya akan laku karena jualannya di tempat yang elit. Ternyata mereka salah, justru di tempat itu Seblak sama Cilok saya laris manis,” ujarnya bangga.

Foto: Instagram @seblakcilok_jeletot_teh_eneng

Ungkapnya, faktor yang membuat seblak dan ciloknya disukai masyarakat karena rasa, kemasan dan kebersihannya terjaga dengam baik.

Seiring berjalannya waktu, usaha Eka berkembang pesat. Dia mendirikan beberapa gerai di beberapa tempat yaitu di GLC Fresh Market Green Lake City, Ramayana Ciledug, Perumahan Kunciran Mas, Karang Tengah depan Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug, Komplek Banjarwijaya tepatnya depan ATM BRI Cipondoh, bahkan diminta langsung oleh Smesco dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengisi gerai-gerai di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Pesanan pun datang dari beberapa kota di Indonesia. “Saya melayani pesanan dari daerah mana pun. Pasti saya antar,” ujarnya.

Foto: Instagram @seblakcilok_jeletot_teh_eneng

Tak hanya mendirikan gerai saja, Eka Ninik juga mempersilakan kepada masyarakat yang berminat menggunakan franchise Seblak Cilok Jeletot Teh Neng.

Dijelaskannya, bagi yang berminat menggunakan franchise-nya dikenakan biaya Rp6 juta hanya untuk tiga bulan. “Nominal ini hanya untuk franchise saja dan bisa diperpanjang kerja samanya” terang Eka Ninik.

Sedangkan bagi yang ingin langsung berjualan ia kenakan Rp20 juta dengan fasilitas mendapatkan banner, gerobak, marketplace Gofood, hingga seluruh produk Seblak Cilok Jeletot Teh Neng.

Eka mengungkapkan, sebelum masa pandemi dirinya mendapatkan omzet bersihnya Rp7 juta per gerai. Jika ditotal dari seluruh gerai yang ia dirikan setiap bulan omzet yang didapatnya sekitar Rp50 juta. Namun sekarang ini totalnya hanya Rp5 juta sampai Rp10 juta.

Foto: Instagram @seblakcilok_jeletot_teh_eneng

Katanya, beberapa gerai terpaksa ditutup sementara karena diberlakukannya PSBB. Rencananya di bulan Desember 2020 ia akan membuka kembali beberapa gerainya.

“Tega enggak tega saya tutup sementara beberapa gerai. Beberapa karyawan saya terpaksa nganggur begitu PSBB diberlakukan,” terangnya.

Tak ingin pasrah dengan keadaan, Eka melakukan terobosan dengan mendirikan Wedding Organizer (WO), dan tentunya ia sandingkan dengan menu-menu kuliner andalannya, ditambah beberapa menu terbaru seperti Baso Aci dan Lontong Cap Gomeh. Ia juga menawarkan kerja sama dengan beberapa hotel dan restoran.

Ia berharap pemerintah secepatnya mendapatkan formula yang ampuh untuk membangkitkan perekonomian nasional. Dengan begitu dirinya bisa membuka kembali gerai seblak dan cilok yang sampai saat ini masih tutup. Ia yakin, keinginan serupa juga diinginkan para  pelaku UMKM lainnya.

2 Comments

  1. Avatar

    Bu Eka emang top deh..sangat menginspirasi semangat menjalankan bisnisnya..keren banget bu Eka dan Istana Teh Neng

    Reply
  2. Avatar

    Seblak cilok jeletot emang andalan banget deh .. makanan santai yg menarik .. sukses selalu ya teh neng 👍

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 522,581 Kasus
N/A 16,521 (3.2%) Meninggal
N/A 437,456 (83.7%) Sembuh
28 Nov 2020, 3:04 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia