Select Page

Gali Potensi Pariwisata, Kemenparekraf Gaungkan CBT

Gali Potensi Pariwisata, Kemenparekraf Gaungkan CBT

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawatarunajaya yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2020. (Foto: Uminews.com)

UMINEWS.COM, Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menggaungkan pradigma baru dalam memajukan bidang pariwisata Indonesia, yaitu Community Based Tourism (CBT).

Deputi  Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawatarunajaya menjelaskan apa yang dimaksud dengan Community Based Tourism yaitu pariwisata yang berasal dari, untuk dan oleh masyarakat.

“Dalam paradigma ini masyarakat menjadi subyek pariwisata. Menjadikan mereka pelaku pariwisata, baik sebagai pemilik homestay, pemandu wisata, pengusaha kuliner, atau perajin cinderamata. Dengan begitu diharapkan mereka akan merasakan, menikmati kue pariwisata,” kata Wisnu Bawatarunajaya di sela-sela rapat kerja bertema ‘PHL/World Bank Pada Komponen 3 Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata dalam Rangka Dukungan Manajemen Pengembangan SDM pada Destinasi Prioritas’ di Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/10/2020).

Tak hanya itu, lanjut Wisnu, karena dilibatkannya secara aktif masyarakat maka akan timbul dengan sendirinya kesadaran untuk menjaga ekosistem pariwisata karena berkaitan dengan keberlangsungan hidupnya.

Saat ini, kata Wisnu Bawatarunajaya, pihaknya tengah merumuskan berbagai strategi seperti standarisasi pelayanan minimum dan memberikan pelatihan kepada masyarakat.

“Bagaimana tata kelola guest house, rumah makan, toko cinderamata dan sebagainya. Selain itu kami juga akan memberikan pelatihan-pelatihan terkait kepada masyarakat,” jelasnya.

Strategi lainnya yaitu mengaplikasikan konsep eco tourism di setiap komunitas lokal sekitar objek wisata.

Diharapkan, dengan diterapkan konsep eco tourism di sekitar objek wisata maka tidak hanya berdampak pada meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat, tapi juga akan tumbuh kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, budaya, dan terjadinya transfer knowledge pada komunitas lokal.

Strategi terakhir yaitu, integrasi digital. Maksudnya, mengintegrasikan tourism dengan digitalisasi baik pelatihan, capacity building, produk (destinasi, budaya, kuliner, homestay, dan kerajinan lokal) dan pemasaran.

Lebih detil lagi Wisnu Bawatarunajaya memaparkan, sebagai contoh pelatihan CBT yaitu soal Product Development. Di sini masyarakat akan diajarkan bagaimana membangun, meningkatkan dan menjaga kualitas produk atau jasa layanan sesuai Perumusan Standar Produk/Jasa Layanan yang dirumuskan menggunakan 3 kriteria dasar, yaitu Ramah Turis (Traveller Friendly) Ramah Alam (Nature Friendly), dan Ramah Komunitas (Community Friendly).

“Sedangkan untuk marketing akan diberikan pelatihan-pelatihan baik secara daring dan non daring. Diharapkan ke depannya cara memasarkannya akan semakin baik,” ujar Wisnu.

Dan, Capacity Building bertujuan meningkatkan kapasitas dari setiap produk maupun jasa agar meraih potensi optimal dari tujuan pariwasata bagi masyarakat di sekitar objek wisata dengan kriteria standar mampu memenuhi sustainability dan service, tTermasuk di dalamnya adalah kualitas program dan manajemen.

Di kesempatan ini, Wisnu Bawatarunajaya juga mengatakan bahwa pada 2021 Kemenparekraf RI akan bekerja sama dengan beberapa intansi/lembaga terkait untuk memajukan bidang pariwisata Indonesia.

“Kami akan menggandeng Kementerian Desa Percepatan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), juga beberapa pihak lainnya termasuk dari pihak swasta dan komunitas masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Wisnu, sinergisitas dengan instansi/lembaga terkait sangat diperlukan. Ia mencontohkan, diperlukan kerja sama dengan Kemenkop UKM dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat di daerah tertentu untuk menciptakan produk-produk unggulan.

Agar lebih menggaung lagi program Community Based Tourism, Kemenparekraf akan menggandeng Bank Dunia (World Bank) menggelar kegiatan Bi Annual Tourism Forum di 3 destinasi pariwisata prioritas. Tiga destinasi pariwisata Indonesia prioritas yang dimaksud yaitu Danau Toba, Sumatera Utara, Candi Borobudur-Prambanan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dituangkan dalam Intergrated Infrastructure Development for National Tourism Strategic Areas (Indonesia Tourism Development Project/ITDP) atau Pengembangan Infrastruktur Terpadu untuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Bekelanjutan/P3TB).

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

4192 506,302 Kasus
109 16,111 (3.2%) Meninggal
2927 425,313 (84.0%) Sembuh
24 Nov 2020, 10:04 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia