Select Page

Gara-gara COVID, Karyawan EO Menjelma Jadi Pengrajin Kulit

Gara-gara COVID, Karyawan EO Menjelma Jadi Pengrajin Kulit

Kurnia Bagus Jatmiko pengrajin kerajinan kulit asal Salatiga, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

UMINEWS.COM, Sepi job di bidang event organizer (EO) di masa pandemi COVID-19, Kurnia Bagus Jatmiko banting setir untuk dapat bertahan hidup. Caranya, dia membuat berbagai produk berbahan dasar kulit.

Bagus mengaku tak menyangka sekaligus bangga, hasil karyanya diminati masyarakat, bahkan pelanggan-pelanggannya tak hanya berasal dari dalam negeri saja tapi juga berasal dari luar negeri.

Kata warga Perumahan Yudhistira, Grogol Baru, Sidokumti, Salatiga, Jawa Tengah ini, selain mengirim ke beberapa daerah di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bali, produk kerajinannya juga dikirim ke beberapa negara seperti Malaysia dan Jepang.

Kurnia bercerita awal dirinya memulai menjadi seorang pengrajin produk-produk berbahan kulit beberapa bulan lalu, tepatnya begitu pandemi virus COVID-19 merebak di wilayah Indonesia sehingga memaksa beberapa event yang melibatkan banyak orang dibatalkan. Ungkap Kurnia, sebelumnya ia bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang event organizer.

“Karena saya bekerja di event organizer, jadi kalau tidak ada event ya saya tidak ada penghasilan, keluarga saya tidak bisa makan. Kondisi sepi event seperti ini terjadi sejak pandemi COVID-19 merebak,” ucap Kurnia Bagus Jatmiko, Senin, 28 September 2020.

Lanjut Kurnia Bagus bercerita, ia mengerjakan kerajinan berbahan kulit itu secara manual dan seorang diri di rumahnya. Langkah pertama yang dilakukan yaitu membuat pola, kemudian melakukan pemotongan, selanjutnya menjahit sendiri secara manual.

Ia menyebutkan beberapa produk berbahan kulit yang berhasil dibuatnya seperti dompet, tas, sabuk (gesper), strap jam, hingga gelang kulit. Katanya, untuk menyelesaikan satu jenis kerajinan dirinya membutuhkan waktu paling lama dua hari.

Kata Kurnia lagi, ia juga melayani jika ada pelanggan yang meminta desain khusus sesuai yang mereka inginkan.

“Apabila ada pemesan yang ingin modelnya ada pahatan atau gambar, juga saya kerjakan secara manual,” jelas Kurnia.

Siapa yang mengajarkan dirinya membuat kerajinan berbahan kulit ini? Kurnia mengaku belajar sendiri secara autodidak. Adapun kulit yang dipakai untuk membuat karyanya ia memilih kulit sapi jenis vegtan dengan alasan cenderung kuat dan tak mudah rusak.

Berapa harga kerajinan-kerajinan kulit yang dibuatnya, Kurnia Bagus membanderol dengan harga yang bervariatif, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1 juta per buah. Dijelaskannya, harganya tergantung dari tingkat kerumitan pembuatan produk.

Dari hasil membuat kerajinan berbahan kulit tersebut, Kurnia berhasil mengantongi uang setiap bulannya sekitar Rp3 juta. Meski penghasilannya lebih kecil jika dibandingkan dengan gaji sebagai karyawan EO, Kurnia tetap bersyukur.

“Saat menjadi pekerja event rata-rata penghasilan saya setiap bulannya mencapai Rp4 juta, bahkan terkadang lebih. Tapi saya tetap bersyukur apa yang saya dapatkan hari ini,” tuturnya.

Dalam sebulan, Kurnia mengaku dirinya mendapatkan pesanan sedikitnya 10 kerajinan. Sedangkan untuk pemasaran kerajinannya, ia menggunakan pola pemasaran daring atau online dengan memanfaatkan beberapa aplikasi jejaring sosial.

Selain secara daring, Kurnia berinisiatif menawarkan produk kerajinannya kepada klien-kliennya saat masih berprofesi sebagai pekerja event. Ia juga dibantu oleh teman-temannya untuk mendapatkan atau menjaring calon pembeli.

“Sangat membantu sekali bantuan dari teman-teman yang ikut mempromosikan kerajinan buatan saya ini,” imbuhnya.

Mantan karyawan event organizer ini berharap ada pihak yang memberikan support kepada dirinya untuk mengembangkan produk hand made yang dibuatnya ini. Ia berangan-angan suatu saat nanti akan dapat membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat, terutama bagi warga Salatiga yang terkena dampak COVID-19.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

6267 534,266 Kasus
169 16,815 (3.1%) Meninggal
3810 445,793 (83.4%) Sembuh
29 Nov 2020, 7:23 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia