Select Page

Gitar Buatan Wong Sidoarjo Go Internasional, Harganya?

Gitar Buatan Wong Sidoarjo Go Internasional, Harganya?

Gitar made in Sidoarjo buatan Tatag Bintara Yudha. (Foto: Dok Luna Guitarwork)

UMINEWS.COM, Berawal dari keresahannya, Tatag Bintara Yudha, 32 tahun, kini memiliki income tambahan dari hasil berjualan gitar merek Luna Guitarwork yang dibuatnya. Konsumennya tidak hanya dari dalam negeri saja, tapi juga berasal dari luar negeri.

Selain dikenal sebagai gitaris, pria saal Sidoarjo, Jawa Timur ini juga dikenal sebagai pembuat gitar merek Luna Guitarwork. Ide membuat gitar berawal dari keresahannya sebagai musisi pada 2014 yang merasa belum banyak adanya butik gitar lokal di Indonesia. Dengan tekad yang kuat tahun 2016 ia mendirikan butik Luna Guitarwork.

Tatag berargumentasi, butik gitar Luna Guitarwork tidak semata-mata mementingkan bisnis saja, tapi juga karena dirinya sebagai seorang pemain gitar.

“Ini passion saya, karena alasan itu saya mencoba mendirikan butik gitar. Sejujurnya, saya tidak berharap jadi pionir, tapi setidaknya ada brand lokal yang concern sama butik yang membuat gitar. Memang ada beberapa brand lokal memang sudah mendahulukan, hanya saja which is brand tersebut kualitasnya seperti itu-itu saja, tidak dikembangkan,” ucap Tatag.

gitar-made-in-indonesia

Karena memiliki niat baik dan ketekunan, kini gitar Luna Guitarwork tidak hanya diminati oleh musisi dalam negeri saja, tapi juga manca negara seperti dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Turki, hingga Jepang.

Beberapa seniman dalam negeri yang telah membeli dan memakai gitar buatannya adalah gitaris grup band BIP yang juga mantan personel Slank, Parlin Burman alias Pay dan pemain bass jazz Franky Sadikin.

Sedangkan musisi luar negeri yang menggunakan gitar buatannya di antaranya Jon Bodan dan gitaris Beyonce. Teranyar, gitarnya dibeli oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko seharga Rp32 juta.

“Pelanggannya ada gitaris metal dan beberapa gitaris artis. Kalau gitaris lokal yang pakai gitar buatan saya ya Bang Pay, gitarisnya BIP. Kalau gitaris luar negeri Jon Bodan dari Kanada dan gitarisnya Beyonce. Belum lama ini juga saya diundang ke Istana, Alhamdulillah dibeli Pak Moeldoko,” ujarnya dengan nada bangga.

Tatag mengaku dirinya membuat dan menjual gitar berdasarkan pesanan, karena harga yang dibanderolnya terbilang tidak murah.

Kenapa mahal? Dijelaskan Tatag, karena pengerjaannya membutuhkan waktu yang lama lantaran dibuat tanpa alat canggih. Untuk menyelesaikan satu gitar, dibutuhkan waktu dua bulan hingga satu tahun lamanya.

“Paling cepat membuat satu gitar antara dua sampai empat bulan. Paling lama delapan bulan bahkan bisa satu tahun,” ungkap Tatag.

“Lamanya tergantung tingkat kerumitan, karena alatn produksi yang kami gunakan sederhana, benar-benar handmade. Tapi biasanya untuk satu gitar kita membutuhkan waktu pembuatan antara dua sampai delapan bulan,” tambahnya.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung kelasnya. Untuk gitar kelas medium dijual dengan harga mulai Rp12 juta sampai Rp25 juta. Kemudian untuk gitar kelas premium dijual Rp26 juta sampai Rp55 juta. Sedangkan untuk edisi kolektor dijual di atas Rp55 juta hingga Rp120 juta.

Dari hasil menjual gitar Luna Guitarwork, Tatag mengaku bisa mengantongi minimal Rp20 juta keuntungan bersih per bulan dari dua orderan yang didapat.

luna-guitarwork

Tatag menyebut, di saat pandem Covid-19 seperti sekarang ini, biasanya pesanan yang diterima hanya berkisar tiga hingga tujuh orang per bulan. Dari pemesanan sebanyak itu, ia harus mengeluarkan modal sekitar Rp150 jutaan.

Sebelum Covid-19, lanjut Tatag, dirinya pesanan dalam setiap bulannya bisa mencapai 10 orang.

Tatag menyebut dirinya masih memiliki keterbatasan untuk memproduksi gitar dalam jumlah banyak karena alat produksi yang sederhana. Dia berharap pemerintah akan membantu dan mendukung usahanya melalui pendanaan yang tujuannya juga untuk mengurangi tingkat pengangguran dengan cara menyerap lapangan kerja, serta untuk perwakilan Indonesia di dunia Internasional di sektor Craftsmanship Industri Kreatif.

“Saya meminta dan memohon ke pemerintah untuk dibuatkan semacam factory lah, dibantu untuk dibuatkan pabrik supaya besar dan segala macam sehingga nanti tujuannya menyerap lapangan pekerjaan karena kita sudah mempunyai formula. Kalau pemerintah mendukung. Misalkan,  kita bisa produksi sebulan 100 sampai 1.000 gitar Luna Guitarwork, kita bisa profit sampai Rp1 miliar lebih,” papar Tatag Bintara Yudha.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5534 511,836 Kasus
114 16,225 (3.2%) Meninggal
4494 429,807 (84.0%) Sembuh
25 Nov 2020, 2:03 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia