Select Page

Hebat, Tenun Community Lestarikan Kain Tenun Garut

Hebat, Tenun Community Lestarikan Kain Tenun Garut

Pendiri Tenun Community Pahmi Idris dan Ningrum Yuniarti. (Foto: Dok IPB University)

UMINEWS.COM, Tenocity atau singkatan dari ‘Tenun Community’ merupakan komunitas yang digagas dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Pahmi Idris dan Ningrum Yuniarti. Tujuan komunitas ini adalah untuk pemberdayaan wanita nonproduktif  dalam menghasilkan kain tenun khas Garut, Jawa Barat.

Adapun alasan dipilihnya Garut karena sudah terkenal sebagai daerah penghasil sutera. Mulai dari bahan hingga tenunnya, hanya saja kain tenun berbahan sutera asal Garut sejak tahun 1982 perlahan-lahan menghilang.

Wanita nonproduktif yang dimaksud di sini merupakan kondisi wanita yang berada pada usia produktif atau lanjut usia yang ditandai dengan berkurangnya tenaga untuk melakukan kerja. Di Garut, sebagaimana tercatat dalam data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),  terdapat 1.441 juta jiwa yang masuk dalam kategori sebagai wanita nonproduktif.  Angka ini tersebar di beberapa desa di Kabupaten Garut.

“Melalui pemberdayaan dan pelatihan dengan konsep sharing economy,  diharapkan dapat memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Mekarluyu. Terlebih lagi Tenocity ini dapat bermanfaat untuk melestarikan kearifan lokal khas Garut yaitu kain tenun, serta meningkatkan produksi kain tenun khas Garut untuk memenuhi pangsa pasar domestik dan internasional,” terang Pahmi Idris dalam keterangan tertulis yang diterima Uminews.com, Jumat, 25 September 2020.

Pahmi Idris menjelaskan, bahwa pemberdayaan yang dilakukan di komunitas Tenocity yaitu melalui program Eltra, kepanjangan dari Elders Entrepreneurship Training. Melalui program ini diharapkan para wanita di Garut mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan kain tenun khas Garut dengan bantuan para relawan untuk selanjutnya dapat memproduksi kain tenun itu sendiri dan dipasarkan ke publik.

“Tenocity memproduksi kain tenun yang dilakukan oleh wanita nonproduktif dengan sistem produksi yang sederhana namun memiliki nilai jual yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ningrum Yuniarti menjelaskan lebih dalam mengenai program Eltra di Desa Mekarluyu yang sudah dilakukan dalam durasi waktu delapan sampai sepuluh bulan. Katanya, program ini dilakukan di setiap akhir pekan dalam bentuk memberikan pelatihan, seminar, workshop, dan mentoring.

“Nantinya akan dibuatkan modul yang berisi kurikulum dan indikator keberhasilan dari setiap sub program yang ada dalam Eltra,” jelas Ningrum Yuniarti.

Melalui gagasannya, Pahmi Idris dan Ningrum Yuniarti meraih penghargaan sebagai Juara Pertama dalam bidang Leadership Regional Training Young Leader Dompet Dhuafa pada 1 September 2019 silam. Kegiatan ini  merupakan program kaderisasi pemimpin muda strategis dan berintegrasi sebagai upaya mewujudkan Indonesia berdaya.

Lanjut Ningrum, pihaknya berharap adanya peran pemerintah daerah dalam upaya pengembangan Tenocity agar program pemberdayaan ini dapat berjalan dengan baik ke depannya, sehingga  dapat menciptakan  kesejahteraan bagi wanita non produktif.

Kepedulian komunitas Tenun Community ini diapresiasi oleh masyarakat. Ida, salah satu peserta mengatakan selama ini mayoritas perempuan di Garut selain mengurus rumah tangga juga membantu suami bertani. Namun di masa-masa tertentu, penghasilan dari bertani tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Sebenarnya, tidak hanya kain tenun Garut saja yang memiliki potensi ekonomi, tapi juga banyak bidang-bidang lainnya.

“Garut terkenal jaketnya, sementara pariwisatanya belum dimaksimalkan. Banyak lagi hal-hal yang lain,” ujar Ida.

Ida memberikan apresiasi terhadap kepedulian para mahasiswa yang tergabung dalam Tenun Community (Tenocity) terhadap pelestarian kain tenun khas Garut. Dia pun meminta kepada pemerintah untuk men-support kepedulian para mahasiswa tersebut yang tujuannya untuk masyarakat Garut. “Mereka kuliah di daerah Bogor, tapi punya kepedulian terhadap masyarakat Garut. Orang luar saja peduli, pemerintah Garut jangan diam dong,” sindirnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5828 522,581 Kasus
169 16,521 (3.2%) Meninggal
3807 437,456 (83.7%) Sembuh
28 Nov 2020, 1:19 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia