Select Page

Ingin Menjalankan Bisnis Franchise, Perhatikan 6 Hal Ini

Ingin Menjalankan Bisnis Franchise, Perhatikan 6 Hal Ini

Foto: Corpnet.com/ISTIMEWA

UMINews.com, Banyak yang ingin berbisnis tapi tidak punya atau tidak pede dengan produk sendiri. Salah satu solusinya adalah menggunakan produk atau merek orang lain yang sudah terkenal. Bisnis menggunakan produk atau merek milik orang lain adalah franchise alias waralaba.

Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) Susanty Widjaya berpendapat, membuka bisnis franchise tergolong cukup mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan membuka usaha yang dimulai dari nol.

Ada beberapa keuntungan yang didapat menjalankan bisnis lisensi ini, yaitu kita tidak perlu lagi memikirkan konsep marketingnya, karena sudah terbukti dan teruji. Sehingga dalam proses pengelolaanya tinggal mengikuti aturan yang diberikan oleh pihak pemberi waralaba (franchisor).

Keuntungan lainnya yaitu, di awalnya kita akan mendapatkan pelatihan dan pelatihan yang berkesinambungan di kemudian hari.

“Jadi menjalankannya terbilang mudah, ada Standard Operating Procedure (SOP) yang harus kita ikuti. Artinya, tidak seperti setelah membeli dan membayar, kita ditinggal begitu saja. Franchisor akan memberikan pelatihan-pelatihan dan sebagainya,” jelas Susanty Widjaya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa dalam menjalankan bisnis waralaba ini tetap ada risikonya. Ketika konsep bisnis tidak dijalankan dengan konsisten dan tidak sesuai dengan SOP, maka hasil yang didapat tidak akan sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga:
  Sulit Dapat Mitra Bisnis, Apa yang Salah dengan UMKM?

Wanita yang dinobatkan sebagai The Most Inspiring Franchise Leader oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) ini pun menyebutkan sedikitnya ada 6 hal yang harus diperhatikan begitu kita memutuskan terjun ke bisnis waralaba, yaitu:

1. Harus Sesuai dengan Passion

Saat seseorang melakukan sesuatu tidak berdasarkan passion maka orang tersebut bisa dengan mudahnya merasa bosan. Dengan melakoni suatu bisnis sesuai dengan passion atau bidang yang diminatinya akan terasa berbeda.

2. Pemilihan Brand/Merek

Disarankan agar memilih sebuah merek waralaba yang benar-benar sudah teruji, bukan hanya booming sesaat saja. Susanti menegaskan, pengertian franchise adalah sebuah konsep marketing yang sudah terbukti hasilnya. Sedangkan yang masih baru atau yang trending sesaat, bukan franchise tapi lisensi.

Selain itu, kita juga harus memastikan brand atau merek yang dijual sudah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ke Kementerian Hukum dan HAM.

3. Perhatikan Modal atau Total Investasi yang Harus Sisiapkan

4. Pelajari Outlet Percontohan/Pilot Outlet

Peminat waralaba disarankan untuk melihat dan mempelajari terlebih dahulu prospek outlet percontohan. Dengan begitu kita bisa memprediksi apakah brand/merek yang akan kita gunakan tersebut menguntungkan atau tidak.

Contohnya, minimal dari dua outlet yang kita pelajari terbukti memberikan keuntungan dan minimal sudah lima tahun berdiri atau beroperasi.

5. Lihat Pendukung Atau Paket yang Diberikan Franchisor

6. Pemilihan Lokasi yang Tepat

Baca Juga:
  Modalnya Kecil Tapi Untungnya Sebakul, Berbisnis Apa ya?

Dalam menentukan lokasi yang tepat ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya apakah strategis. Apabila posisi lokasi yang dipilih untuk membuka usaha franchise semakin strategis, maka semakin besar pula peluang untuk menambah cuan (keuntungan) dari bisnis ini.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 1,347,026 Kasus
N/A 36,518 (2.7%) Meninggal
N/A 1,160,863 (86.2%) Sembuh
03 Mar 2021, 7:48 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia