Select Page

Jamu I’jaah Moe Berkhasiat Untuk Kesehatan Keluarga dan Keharmonisan Pasutri

Jamu I’jaah Moe Berkhasiat Untuk Kesehatan Keluarga dan Keharmonisan Pasutri

Nandaini (kanan), founder sekaligus owner jamu I'jaah Moe. (Foto: Instagram @i'jaahmoe_official)

UMINEWS.COM, Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, kesehatan tubuh merupakan prioritas utama. Berbagai cara digunakan untuk memastikannya tanpa mengeluarkan biaya besar. Salah satu solusinya mengkonsumsi jamu I’jaah Moe.

Terpenting juga bagi pasangan suami istri (pasutri), akan menambah harmonisan kehidupan rumah tangga.

Founder sekaligus owner I’jaah Moe, Nandaini menjelaskan jamu bubuk yang diproduksinya berbahan dasar rempah-rempah alami tanpa bahan pengawet.

Nandaini (kanan), founder sekaligus owner jamu I’jaah Moe. (Foto: Instagram @i’jaahmoe_official)

Kata Nanda, saat ini I’jaah Moe sedangkan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan lisensi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Sedangkan untuk sertifikasi halal jamu I’jaah Moe sudah mendapatkan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mendapatkan izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT).

“Izin PIRT itu izin untuk edar. Karena I’jaah Moe masih home industry izin yang didapat PIRT, kalau pabrikan ya BPOM. Baru-baru ini saya memperpanjang sertifikasi halal MUI,” kata Nandaini kepada Uminews.com, Jumat, 30 Oktober 2020.

Produk jamu I’jaah Moe. (Foto: Instagram @i’jaahmoe_official)

Ungkap Nanda, dirinya meracik dan mengolah sendiri jamu-jamu tersebut. Beberapa tetangga yang dipekerjakannya hanya membantu untuk mencuci dan memotong rempah-rempah yang menjadi bahan dasar membuat jamu.

“Saya membuat jamu di rumah saya di Jalan HR Rasuna Said, RT 02/02, Pakojan, Pinang, Kota Tangerang,” ujar ibu dari tiga anak ini.

Disebutkannya beberapa varian jamu yang diproduksinya di antaranya jamu Rempah Celup, Ketumbar Celup, Kunyit Gula Semut, dan Jahe Merah Gula Semut.

(Foto: Instagram @i’jaahmoe_official)

Lebih detail dijelaskan, jamu Rempah Celup berkhasiat untuk kesehatah jantung, percernaan dan lambung. Bahkan jika dikonsumsi secara rutin bisa menurunkan kolestrol, tekanan darah tinggi, dan meringankan rasa nyeri akibat rematik.

“Baik juga bagi penderita deabetes, serta mengatasi batuk dan flu. Kandungan di jamu ini ada jahe merah, sereh, ketumbar, cengkeh, adas, bunga lawang, kapolaga dan kayi manis,” tuturnya.

(Foto: Instagram @i’jaahmoe_official)

Sedangkan, jamu Ketumbar Celup berkhasiat mengatasi wasir, sakit gigi, campak, nyeri sendi, serta infeksi yang diakibatkan jamur.

“Kalau jamu Kunyit Gula Semut berkhasiat untuk mencegah kanker, peradangan, meredakan maag dan stres, menurunkan kadar kolesterol, meningkat fungsi otak, hingga mencegah deabetes, penuaan dini dan mencegah jerawatan,” terang Nandaini.

“Kalau jamu Jahe Merah khasiatnya menguatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kondisi jantung, rematik, encok, asma, migrain, sering masuk angin, dan banyak lagi,” tambahnya menjelaskan.

Untuk persoalan harga, Nanda menjamin masyarakat tidak sampai merogoh kocek sedalam-dalamnya. Katanya, harga per paket Rp30 ribu sampai Rp35 ribu.

Selain dalam bentuk bubuk, Nandaini juga membuat jamu dalam bentuk cairan yang dikemas dalam botol. Produk kemasan ini dijualnya seharga Rp12 ribu per botol.

(Foto: Instagram @i’jaahmoe_official)

Ia mempersilakan bagi masyarakat yang membutuhkan jamu buatannya dapat menghubungi dirinya langsung melalui WhatsApp atau akun Instagram miliknya.

“Nomor WhatsApp saya 081283131551, dan akun IG @i’jaahmoe_official. Saya juga pasarkan di Shopee dan Tokopedia,” imbuhnya.

Nandaini mengaku produk jamu I’jaah Moe telah dipasarkan ke beberapa kota di Indonesia seperti Papua, Bali, dan  Banjarmasin. Bahkan di Surabaya dirinya sudah memiliki agen atau reseller. “Saya juga memasok beberapa hotel jamu dalam kemasan botol,” kata Nandaini.

Menyinggung soal omzet, Nanda menyebut sangat lumayan. Sebelum pandemi COVID-19, setiap bulannya bisa mencapai Rp15 juta, namun di masa pandemi anjlok hanya di kisaran Rp5 juta. Tapi ia yakin bisnisnya akan bangkit kembali.

Ahli profesi dari karyawan jadi pelaku UMKM

Nandaini menceritakan sebelum berbisnis jamu ia bekerja sebagai public relation di sebuah perusahaan Jepang yang berkantor di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Namun seiring sejalan dirinya harus memilih memprioritaskan keluarga atau karir. Dan dia memilih keluarga.

Diakuinya, awal berhenti bekerja dirinya stres karena tidak ada kegiatan. Berbekal nasihat orang tuanya dia pun memulai berbisnis.

“Saya enggak pernah terpikir akan menjadi pelaku UMKM seperti sekarang ini. Pertama kali saya wirausaha jualan nasi uduk di pinggir jalan, juga pernah punya butik tapi enggak awet. Saya bisa menjahit loh,” ucapnya.

Mungkin kurang sreg, berbekal keahlian yang dipunya Nanda meramu berbagai varian jamu. Tak disangka-sangka banyak temannya yang menyukai dan perlahan-lahan pembelinya pun semakin bertambah.

Mengenai nama brand, berasal dari plesetan. Kata teman-temannya, nama Ijah identik dengan penjual jamu dan akhirnya nama itu yang digunakannya sebagai brand. “Saya juga dipanggilnya Ijah sama teman-teman,” ujarnya sambil tertawa.

Nanda berharap ke depannya produk jamu I’jaah Moe semakin diminati masyarakat, dengan begitu dirinya bisa memberdayakan masyarakat di sekelilingnya, seperti tetangga, lebih banyak.

5 Comments

  1. Avatar

    Keren I’jaah Moe makin sukses sudah tambah berkibar sampai Bisa di liput Media sehebat Uminews.com

    Bravo buat I’jaah Moe.

    Sukses terus mba Nanda 👍👍

    Reply
    • Avatar

      Trima kasih buat uminews.com yg sdh meliput i’jaah moe..smoga i’jaah moe bs lbh berkembang lagi dan smakin meluas pemasarannya..
      Sukses jg buat smua UMKM dan harus lbh tangguh lg dimasa Pandemi ini..
      Dan jangan lupa sll jaga kesehatan dan rutin minum i’jaah moe😊

      “Choose Healthy Choose I’jaah Moe”

      Reply
  2. Avatar

    Kereen Ijahmu dari awal sy kenal d kecamatan pinang Produknya sdh sangat baik .dari segi rasa jg asli jamu resep nenek moyang. Kemasan yg unik imut menambah semakin Cantik d lihat sehingga setiap yg melihat tertarik . Sukses selalu untuk Ijahmu.Bu Nanda .salam UKM tangguh

    Reply
  3. Avatar

    Keren. Indonesia kaya dengan rempah-rempah berkhasiat untuk kesehatan. Ini jadi peluang usaha yg sangat menjanjikan. Apalagi dewasa ini kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan dan jamu herbal semakin baik. Sukses terus kami I’jaah moe

    Reply
  4. Avatar

    Adem

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 10:27 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia