Select Page

Jualan Olahan Jahe Merah, Ahmad Luthfi Raup Omzet Rp30 Juta Sebulan

Jualan Olahan Jahe Merah, Ahmad Luthfi Raup Omzet Rp30 Juta Sebulan

Ahmad Luthfi memperlihatkan beberapa produk Jahe Merah Nusantara. (Foto: Instagram @jahemerahnusantara)

UMINEWS.COM, Di saat kebanyakan orang mengeluh karena pandemi COVID-19, berbeda dengan Ahmaf Luthfi. Ia mampu meraih omzet hingga Rp30 juta dalam sebuah dari hasil berjualan Jahe Merah Nusantara (Janu).

Luthfi menjelaskan, Jahe Merah Nusantara yang diproduksinya berkhasiat untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Katanya, pada Maret 2020 lalu ia meraih omzet hingga Rp30 juta sebulan.

“Di awal pandemi COVID-19 omzet yang saya dapatkan berkisar Rp15 juta sampai Rp30 juta sebulan,” kata Ahmad Luthfi kepada Uminews.com, Jumat, 30 Oktober 2020.

Ia tidak memungkiri, salah satu faktor yang membuat Jahe Merah Nusantara laris karena imbauan pemerintah agar masyarakat rajin mengkonsumsi rempah-rempah untuk meningkatkan imunitas tubuh.

“Waktu itu pemerintah sedang gencar-gencarnya mengimbau masyarakat mengkonsumsi olahan rempah-rempah agar tidak terjangkit virus COVID-19,” ujarnya.

Ahmad Luthfi (tengah), pendiri sekaligus owner Jahe Merah Nusantara. (Foto: Instagram @jahemerahnusantara)

Namun lambat laun, kata Luthfi, omzetnya menurun. Sekarang ini penurunan penjualan sekitar 45 persen. “Omzetnya sekarang sekitar Rp5 jutaan setiap bulannya,” ujarnya.

Ia menerka-nerka turunnya omzet penjualan Jahe Merah Nusantara bisa jadi karena banyak masyarakat yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Merja (PHK). Faktor lainnya yaitu, karena pandemi ini sudah terlalu lama, masyarakat lebih mengetatkan pengeluaran.

“Masyarakat lebih memilih save uang mereka untuk kebutuhan yang lebih prioritas, seperti makan,” tutur Ahmad Luthfi.

(Foto: Instagram @jahemerahnusantara)

Meski begitu, Luthfi yakin, begitu kondisi perekonomian masyarakat telah pulih maka pelanggannya akan membeli kembali Jahe Merah Nusantara. “Masyarakat kita sangat percaya obat-obatan tradisional ampuh menjaga kesehatan tubuh,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Luthfi, dirinya menjual Jahe Merah Nusantara dengan harga yang terbilang murah. Untuk kemasan toples dengan berat 350 gram ia membanderol Rp45 ribu. Sedangkan kemasan karton box seberat 300 gram seharga Rp40 ribu.

“Kemasan lainnya yaitu standing pouch isi 200 gram saya jual Rp25 ribu, dan kemasan ekonomis dalam bentuk cup/gelas Rp.7.000,” terang ayah dari tiga orang anak ini.

Luthfi mengatakan dirinya menggunakan strategi pemasaran seperti pada umumnya pelaku UMKM lainnya, yaitu bekerja sama dengan beberapa gerai atau toko, menciptakan agen atau reseller, salah sarunya di Bandung, Jawa Barat, dan memanfaatkan aplikasi WhatsApp (WA) serta media sosial.

“Bagi masyarakat yang ingin tahu produk-produk Jahe Merah Nusantara silakan buka Instagram, nama akunnya @jahenusantara. Saya juga buat website, www.jahemerahnusantara.com,” jelasnya.

(Foto: Instagram @jahemerahnusantara)

Selain itu dia juga memasarkan di beberapa marketplace seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan Gofood.

Rencananya, tidak lama lagi ia akan membuka gerai Kedai Sehat di daerah Karang Tengah, Tangerang.

Awalnya menjajakkan dagangan teman

Ahmad Luthfi menceritakan, sebelum memproduksi Jahe Merah Nusantara, pada tahun 2001 ia menjajakkan produk sejenis milik temannya asal Ujung Kulon, Banten. Namun, karena terkendala jarak dan kecepatan pengiriman ia tidak lagi mengambil dari temannya itu.

“Padahal saat itu pembelinya sudah lumayan banyak. Tapi kendalanya, teman saya tidak bisa cepat mengirim,” kata Ahmad Luthfi.

Dan, tahun 2015 Luthfi bereksperimen membuat produk sendiri olahan jahe merah dengan panduan dari Google dan sumber-sumber lainnya. “Di awal bereksperimen saya sering gagal,” ungkapnya.

Akhirnya, Luthfi yang pernah bekerja di bidang IT, mulai mendapatkan cara yang tepat mengolah jahe merah setelah mengikuti pelatihan di Kementerian Pertanian (Kementan) di Ragunan, Jakarta Selatan. Hasilnya sangat memuaskan, olahan jahe merah yang dibuatnya disukai banyak orang.

Setelah yakin produknya sudah layak dijual, ia memulai dengan menawarkan kepada keluarga, teman, atau orang-orang terdekatnya.

Seiring waktu, pelanggannya semakin banyak dan meluas.  Lalu Ahmad Luthfi mengurus perizinan Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, dan baru-baru ini dia mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Jahe Merah Nusantara melalui bantuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

2 Comments

  1. Avatar

    Jahe nusantara sejak 2011 keluarga kami penikmat setia racikan seduhan jahe ini.. Indonesia banget

    Reply
    • Avatar

      keren

      Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 2:37 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia