Select Page

Ke Alam Santosa Ekowisata Bandung, Rekreasi di Masa Pandemi COVID-19

Ke Alam Santosa Ekowisata Bandung, Rekreasi di Masa Pandemi COVID-19

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar acara bertema Wisata Edukasi Tematik Nusantara yang digelar di tiga kota di Jawa Barat yakni Bandung, Garut dan Tasikmalaya. (Foto: Dok Kemenparekraf)

UMINews.com, Di masa pandemi COVID-19, wisata alam menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin rekreasi. Disarankan, jika Anda sedang berada di Bandung, Jawa Barat, wajib mampir ke Alam Santosa Ekowisata yang berlokasi di Pasir Impun Atas, Kampung Sekebalimbing, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Eka Santosa, penggagas sekaligus pemilik Alam Santosa Ekowisata mengatakan total lahan yang ia perlukan untuk membangun berbagai fasilitas mencapai sekitar 6 hektare.

“Lahan seluas itu saya gunakan untuk membangun berbagai fasilitas seperti resort (penginapan), area camping, area berkumpul, dan sebagainya,” kata Eka Santosa kepada Uminews.com, Rabu, 22 November 2020.

Dulu, kata Eka, sebelum Alam Sentosa Ekowisata berdiri, lahan di Pasir Impun Atas merupakan kategori lahan kritis dan kerap terjadi bencana alam longsor.

Karena kondisi alamnya seperti itu membuat tidak banyak orang berminat membeli atau tinggal tinggal di Pasir Impun Atas meski harga belinya sangat murah.

“Jangankan orang luar, penduduk aslinya saja waktu itu memilih meninggalkan rumahnya, mereka tinggal di tempat lain,” ujar Eka.

Eka mulai berinteraksi dengan warga Pasir Impun Atas ketika dirinya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jawa Barat pada Pemilu 1999.

wisata-alam-bandung

Foto: Dok Kemenparekraf

“Warga Pasir Impun Atas merupakan konstituen saya yang berkontribusi terpilihnya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 1999-2004,” jelasnya.

Baca Juga:
  Bangkitkan Pariwisata Indonesia, Kemenparekraf Libatkan Mahasiswa

Di tahun 2000, lanjut Ketua DPRD Jawa Barat periode 1999-2004 ini bercerita, terjadi bencana alam longsor di Pasir Impun Atas. Ia pun datang kembali.

Kata Eka, sebenarnya kondisi alam Pasir Impun Atas bagus, namun tidak dirawat dan dijaga dengan baik sehingga berakibat fatal bagi keberlangsungan hidup warganya.

Di suatu waktu ada seorang warga Pasir Impun Atas menawarkan sebidang tanah kepadanya, dan Eka membelinya.

“Waktu itu harganya masih murah, Rp200.000 per bata (14 meter). Berawal dari situ, beberapa warga lainnya ikut-ikutan menawarkan saya agar membeli tanah mereka. Total tanah yang saya beli, ya ini, digunakan untuk Alam Santosa Ekowisata,” ucapnya.

wisata-alam

Foto: Dok Kemenparekraf

Tak hanya membeli saja, Eka juga mengajak kepada warga Pasir Impun Atas bersama-sama menghijaukan lahan tersebut dengan caranya dengan menanamkan bibit-bibit pohon. Ia bersyukur apa yang dilakukannya berhasil menumbukan kesadaran masyarakat setempat untuk hidup berdampingan dengan alam.

Tahun 2009 Eka Santosa mulai mendirikan Alam Santosa Ekowisata. Untuk mewujudkannya ia terlebih dahulu meminta restu kepada para sesepuh atau olot setempat. Dijelaskannya, Alam Santosa Ekowisata yang dibuatnya tidak merusak alam, tapi menyesuaikan kontur alam.

Ia mengatakan, keinginannya membangun Alam Santosa Ekowisata awalnya semata-mata hanya ingin mengajarkan kepada warga untuk hidup berdampingan dengan alam, tanaman dan hewan.

“Jika ingin alam bersahabat dengan kita maka harus diperlakukan penuh kasih sayang seperti kita memperlakukan seorang ibu,” tuturnya.

Tak hanya melestarikan alam saja, Eka juga menghidupkan perekonomian masyarakat setempat dengan menyediakan tempat-tempat berjualan.

Baca Juga:
  Gara-gara PSBB, Bos Sound System Jadi Tukang Sayur Online

Tahun 2012, lanjut Eka, Alam Santosa Ekowisata diresmikan berbarengan dengan agenda Pinton Ajen, yaitu acara festival budaya masyarakat adat setatar Sunda selama 7 hari 7 malam. Dan, kini, Alam Santosa dibuka untuk umum.

Kemenparekraf Gelar Wisata Edukasi Tematik Nusantara

Rabu, 18 November 2020, rombongan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama sekitar 40 mahasiswa dan komunitas pariwisata datang ke Alam Santosa Ekowisata.

Tak cukup sehari, mereka menginap di Alam Santosa Ekowisata dan tidur di tenda-tenda yang telah disediakan.

diskusi-wisata-alam

Foto: Dok Kemenparekraf

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan/Event Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menggairahkan kembali dunia pariwisata Indonesia. Ia berharap, dengan dilibatkannya berbagai elemen masyarakat akan dapat menggairahkan kembali dunia pariwisata Indonesia.

Dijelaskannya, selain ke Alam Santosa Ekowisata, rombongan Kemenparekraf juga menyambangi beberapa tempat destinasi wisata di Jawa Barat yaitu Desa Wisata Saung Ciburial, Candi Cangkuang, lokasi pengrajin batik Garutan yang semuanya berada di Garut.

“Di Tasikmalaya kami bertamu ke Kampung Naga,” ujar Rizki Handayani di sela-sela kegiatan.

Diberitahu Rizki, road show ketiga wilayah di Jawa Barat tersebut merupakan satu rangkaian acara bertema ‘Wisata Edukasi Tematik Nusantara’ yang digelar dari tanggal 17-21 November 2020.

wisata-alam

Foto: Dok Kemenparekraf

Kata Rizki, merupakan tanggung jawab bersama membangkitkan kembali gairah dunia pariwisata Nusantara. Ia menyebutkan, industri pariwisata merupakan yang paling terkena dampaknya akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga:
  Gali Potensi Pariwisata, Kemenparekraf Gaungkan CBT

“Dibatasinya pergerakan masyarakat dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai bentuk langkah penanganan untuk melindungi kesehatan masyarakat, imbasnya banyak tempat rekreasi dan hiburan ditutup, sehingga memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi industri pariwisata Indonesia,” tukasnya.

Katanya, untuk menghidupkan kembali gairah pariwisata nasional, Kemenparekraf menginisiasi program Wisata Edukasi Tematik Nusantara yang meliputi 7 tema wisata minat khusus di 5 provinsi di Indonesia meliputi edu adventure trip (Jawa Barat), Eco Cultural Trip (Jawa Barat), Inspiring Village Trip (Jawa Tengah), Aromatic Wellnes (Jawa Tengah), Eco Adventure Trip (Jawa Timur), Island Exploration (Belitung), dan Culture Exploration (Danau Toba, Sumatera Utara).

Kata Rizki lagi, sepulang dari kegiatan ini para mahasiswa dan komunitas pariwisata berkewajiban menyampaikan kepada masyarakat akan daya tarik wisata yang mereka kunjungi ini.

“Tentunya kami juga membekali mereka pengetahuan tentang cara berwisata yang benar di masa pandemi, yaitu mengimplementasikan protokol Cleanliness, Healt Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE),” tutur Rizki Handayani.

“Dengan begitu akan menginspirasi masyarakat luas dalam merencanakan dan melakukan perjalanan wisata di masa kenormalan baru,” tambahnya.

Rizki Handayani mengatakan, pemerintah Indonesia sangat yakin kondisi pariwisata akan kembali menggeliat, salah satu caranya dengan memanfaatkan peluang-peluang baru yang muncul akibat kreatif dan inovatif, seperti melakukan perjalanan wisata alam ke Alam Santosa Ekowisata dan beberapa tempat rekreasi lainnya di Jawa Barat.

2 Comments

  1. Avatar

    Keren nih tempatnya

    Reply
  2. Avatar

    Bandung emang top dah

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

10365 927,380 Kasus
308 26,590 (2.9%) Meninggal
8013 753,948 (81.3%) Sembuh
19 Jan 2021, 12:47 PM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia