Select Page

Kemitraan UMKM Kuliner Solusi Penghasilan Saat Pandemi

Kemitraan UMKM Kuliner Solusi Penghasilan Saat Pandemi

Usaha kuliner Mo Tahu Aja! yang disponsori Mitra Boga Ventura dan Kulo Group. (Foto: Dok MBV dan Kulo Group)

UMINEWS.COM, Pandemi COVID-19 mengakibatkan stabilitas perekonomian terguncang. Banyak pelaku usaha atau perusahaan gulung tikar, baik skala besar maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sejumlah kalangan mendorong agar UMKM perlu digerakkan, sehingga roda perekonomian masyarakat bisa berputar kembali. UMKM dinilai menjadi kunci keberhasilan pemerintah untuk memulihkan perekonomian saat pandemi dan pasca pandemi COVID-19.

Dengan tujuan mendukung pemulihan ekonomi, dua perusahaan kuliner besar berpola kemitraan, yakni Mitra Boga Ventura (MBV) dan Kulo Group kembali melakukan kolaborasi untuk sebuah konsep baru.

Mereka ingin ikut menggerakkan kembali roda ekonomi yang terempas wabah COVID-19, terutama di kalangan pelaku usaha kecil. MBV dan Kulo Group menghadirkan gerobak kuliner ‘Mo Tahu Aja!, yakni usaha berpola kemitraan untuk menjual tahu goreng dengan harga terjangkau.

“Saat ini banyak orang mencari cara memulihkan ekonominya masing-masing, sehingga mereka mencari usaha dengan modal ringan agar bisa segera mendapatkan penghasilan,” kata pimpinan Grup MBV Michael Marvy Jonathan melalui pers rilis yang diterima Uminews.com.

Dijelaskan Marvy, selama pandemi COVID-19 sebagian usaha makanan dan minuman masih bisa bernafas. Sebab, ketika ada pembatasan sosial, banyak orang mengalami kebosanan karena terlalu lama berdiam diri di rumah. Sebagai alternatifnya mereka memilih untuk jajan secara online.

Kembali lagi soal dampak dari pandemi COVID-19, banyak orang kehilangan pekerjaan karena tempat kerjanya gulung tikar, tokonya tidak dapat buka, dan sebagainya. Lalu, banyak juga yang berusaha mencari peluang baru terutama berbisnis di bidang kuliner.

Dijelaskannya, bisnis yang dihadirkan oleh MBV dan Kulo Group yaitu menjual tahu dengan konsep gerobak, bukan booth, sehingga biaya investasinya sangat kecil.

MBV dan Kulo Group, lanjut Marvy, sebelumnya akan memberikan pelatihan kepada mitra-mitranya, termasuk promosi ketika peluncuran setiap gerai, dan menyiapkan koneksi untuk Grabfood dan Gofood.

“Mitra tidak perlu repot, cukup membayar biaya kemitraan yang terjangkau dan siap berjualan,” tuturnya.

Diakuinya, MBV dan Kulo Group ingin mengambil momentum. Untuk kondisi seperti sekarang ini, perlu mencari momentum menggerakkan UMKM. Supaya yang tadinya mereka tidak memiliki peluang, sekarang bisa punya peluang.

Berapa biaya investasi untuk memulai usaha ‘Mo Tahu Aja!’, Marvy memastikan dapat terjangkau masyarakat. Sebab, hanya dengan modal Rp30 juta, mitra sudah bisa berjualan.

Selain itu, Mitra juga akan mendapatkan gerobak serta perlengkapan, dan tidak perlu mengeluarkan biaya marketing tambahan.

Marvy menyebutkan, MBV dan Kulo Group menargetkan pembukaan 1.000 cabang hingga enam bulan ke depan.

Sementara itu, Marketing Executive Kulo Group Michael Bunyamin menjelaskan, ‘Mo Tahu Aja!’ adalah konsep terbaru yang mereka hadirkan. Pihaknya menyajikan makanan ringan tahu kekinian untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Ide ini terinspirasi dari kecintaan masyarakat Indonesia terhadap tahu, khususnya yang diolah dengan cara digoreng. Kami ingin menyajikan kembali hidangan tahu goreng kekinin untuk seluruh lapisan masyarakat di daerah manapun, dan akhirnya ingin memperkenalkan tahu goreng ke seluruh belahan dunia,” papar Michael.

Michael sangat meyakini target 1.000 cabang ‘Mo Tahu Aja!’ selama enam bulan ke depan akan tercapai, karena saat ini masyarakat sedang mencari model kewirausahaan berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tepat dijalankan di masa pandemi COVID-19. “Modal yang dikeluarkan tidak sampai menguras isi kantong dan jenis produknya disukai masyarakat dan tidak sulit menjualnya, enggak spekulatif, ya tahu goreng,” ucap Michael berpromosi.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5534 511,836 Kasus
114 16,225 (3.2%) Meninggal
4494 429,807 (84.0%) Sembuh
25 Nov 2020, 1:36 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia