Select Page

Kisah Big Bos Chelsea Pernah Jadi PKL

Kisah Big Bos Chelsea Pernah Jadi PKL

Sebelum memiliki klub sepak bola Liga Premier Inggris Chelsea, Roman Abramovic pernah menjadi Pedagang Kaki Lima. (Foto: Istimewa)

UMINEWS.COM, Mayoritas rakyat Indonesia pasti tahu mainan bebek karet yang dimainkan oleh anak-anak ke dalam bak mandi atau kolam renang. Itulah yang dijual oleh seorang Roman Abramovich Arkadyevich selagi muda yang kelak menjelma sebagai konglomerat kelas dunia dan pemilik klub sepakbola Inggris, Chelsea.

Roman Abramovich melalui masa kecilnya sangat sulit. Dia kehilangan kedua orang tuanya di usia yang sangat belia. Ibunya, Irina Abramovich Ostrowski, meninggal sebelum Roman berumur dua tahun. Ayahnya, Arkady Abramovich, tewas dalam kecelakaan konstruksi kurang dari dua tahun kemudian. Ketiadaan orang tua membuat Roman tumbuh sebagai sosok yang tahan banting dan kuat terhadap segala medan.

Meski tumbuh tanpa didampingi kedua orang tuanya, hasilnya pria asal Rusia kelahiran 24 Oktober 1966 ini mampu melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat pendidikan tinggi meskipun tidak selesai.

Tapi jangan memandangnya sebelah mata, walau tidak menyelesaikan kuliah, di masa menyandang sebagai mahasiswa, perubahan dan titik awal kesuksesan terjadi pada diri Roman Abramovich. Diketahui, ia tidak begitu baik dalam bidang akademi, tapi hebat dan jeli melihat peluang bisnis.

Saat menjadi mahasiswa, Roman Abramovich harus mencari cara dan memutar otaknya bagaimana dapat bertahan hidup. Tanpa malu-malu ia berjualan mainan, ia menekuni profesi sebagai pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan mainan bebek karet berwarna kuning.

Berkat berjualan mainan itulah mengenalkan Roman Abramovich pada dunia bisnis. Ia bermetamorfosis menjadi seorang pebisnis sukses dan handal yang cepat dalam membaca kebutuhan pasar.

Bisnisnya semakin berkembang ketika ia menikah. Sang mertua memberinya hadiah pernikahan berupa uang. Uang itu tidak digunakannya untuk honeymoon ke sebuah tempat. Abramovich lebih memilih menggunakannya sebagai modal membuka bisnis tambahan.

Perkembangan bisnisnya semakin gacor berkat koneksi dan kedekatannya dengan elit-elit politik Rusia. Tak hanya mampu mengatur bisnis, Abramovich juga hebat dalam mengatur koneksi.

Tak ayal, pada tahun 1999 silam ia terpilih sebagai Gubernur Provinsi Chukotka, Rusia. Terlebih lagi, Roman Abramovich punya andil besar dalam terpilihnya Vladimir Putin sebagai Presiden Rusia. Hal itulah yang membuat hubungan Putin dan Roman Abramovich menjadi dekat.

Berdasarkan taksiran Forbes, pria yang juga dilabeli sebagai Rajak Minyak ini memiliki kekayaan mencapai USD12,5 miliar atau sekitar Rp185 triliun.

Ketika mengenyam pendidikan di Moskow Auto Transport Institute tahun 1987, Abramovich memulai perusahaan kecil yang memproduksi mainan plastik. Perusahaannya terus berkembang hingga menjadi perusahaan The Comfort Co-op.

Pada tahun 1995, ia bertemu Boris Berezovsky. Keduanya menjadi pemegang saham pengendali di perusahaan minyak ‘Sibneft; dengan nilai USD100 juta (1,4 triliun saat ini).

Berkat bakat dan kegigihannya dalam berbisnis, dikombinasikan dengan keahliannya membangun koneksi, membawa si penjual mainan bebek karet warna kuning ini mengakuisisi klub elit sepak bola Liga Premier Inggris, Chelsea, pada 2013. Saat itu Abramovich didapuk dan dielu-elukan oleh pendukung klub tersebut sebagai ‘Sang Penyelamat Chelsea’.

Abramovich membeli Chelsea dengan harga hanya 60 juta Pounds atau setara Rp1 triliun. Di bawah kepemimpinannya Chelsea menjadi salah satu klub paling ditakuti di kancah Liga Premier Inggris, bahkan dunia.

Sejumlah pemain top dunia pernah merumput di Stadion Stamford Bridge, markasnya Chelsea, seperti Didier Drogba, Frank Lampard (sekarang pelatih Chelsea), dan Eden Hazard (sekarang bergabung di Real Madrid).

Jika dibandingkan sekarang, nilai jual Chelsea kini jauh lebih tinggi dari harga saat dibeli Roman Abramovich. Karena segudang prestasinya, nilai jual The Blues kini mencapai angka Rp15 triliun.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 557,877 Kasus
N/A 17,355 (3.1%) Meninggal
N/A 462,553 (82.9%) Sembuh
04 Dec 2020, 5:04 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia