Select Page

Memilih Berbisnis daripada Jadi Karyawan, Cerita Kesuksesan Riyadin Produsen Minuman SaLe

Memilih Berbisnis daripada Jadi Karyawan, Cerita Kesuksesan Riyadin Produsen Minuman SaLe

Riyadin merintis usaha sejak dirinya lulus SMK. Ia merantau dari kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah ke Jakarta. (Foto: Dok Uminews.com)

UMINews.com, Tak pernah terlintas di benaknya untuk berprofesi sebagai karyawan di instansi pemerintah atau perusahaan swasta. Keinginan Riyadin hanya satu, yaitu jadi seorang pebisnis atau pengusaha. Ia berhasil mewujudkan impiannya menjadi produsen minuman segar Sari Kedele (SaLe)

Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 41 tahun lalu, sejak kecil Riyadin memang bercita-cita kelak dirinya harus jadi pengusaha.

Bakat berbisnisnya sudah terlihat ketika dirinya menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat itu dirinya sudah cukup mahir menyablon, membuat kartu nama dan stiker. Dari keahliannya itu tak jarang Riyadin mendapatkan tambahan uang jajan.

Selepas SMK, tahun 1998, saat itu Indonesia sedang mengalami krisis moneter, dan sulit mencari pekerjaan. Justru kondisi ini semakin memantapkan jiwa enterpreneur pada diri Riyadin.

Sekitar awal 1999 ia memantapkan diri merantau ke Jakarta. Bersama dua orang temannya ia membuka usaha percetakan atau sablon.

“Modal untuk membuka usaha sablon kami patungan,” kata Riyadin saat disambangi Uminews.com di pabrik SaLe di kawasan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanan, dua orang temannya itu memilih membuka usaha sendiri-sendiri. Dalam situasi serba sendiri, Riyadin tetap berusaha menjalankan usaha percetakannya tersebut.

Baca Juga:
  Gitar Buatan Wong Sidoarjo Go Internasional, Harganya?

“Saat itu saya sulit mengembangkan usaha percetakan. Bisa dikatakan tidak ada modal tambahan dan networking (relasi) saya sedikit sekali. Cari orderan ke instansi susah karena saya tidak punya kenalan. Yang saya kerjakan saat itu hanya bikin kartu nama dari kenalan-kenalan saja,” Riyadin bercerita.

Minuman-Kedelai

Foto: Dok SaLe

Sadar dirinya sulit berkembang dan tidak yakin dapat bersaing dengan percetakan lainnya, Riyadin mencari bidang bisnis lainnya. Apalagi ia merasakan bahwa bisnis percetakan tidak dapat memberikan pemasukan setiap hari.

Peribahasa mengatakah ‘Pucuk dicinta ulam pun tiba‘. Di tahun 2006 ia pulang ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah. Nah, di suatu hari dia melihat salah satu anggota keluarganya membuat minuman dari kedelai.

Diceritakannya, minuman itu setelah dibuat hanya dituangkan atau dikemas ke dalam plastik saja. Ide pun muncul di benaknya, kenapa tidak dibuat dalam bentuk gelas plastik.

Setelah mengutarakan keinginannya untuk berbisnis minuman dari kedelai kepada saudaranya itu, Riyadin kembali ke Jakarta. Dengan modal uang sebesar Rp6 juta dan blender dengan dipandu melalui telepon ia berhasil membuat 250 cup minuman dari kedelai yang sekarang ini dikenal dengan nama SaLe, atau Sari Kedele.

SaLe yang sudah siap dikonsumsi itu kemudian ia titipkan ke warung-warung, dan ternyata dalam waktu singkat habis.

Minuman-Kedelai

Foto: Dok Uminews.com

Kini di bawah bendera CV Puspita, per hari pabriknya memproduksi sekitar 60.000 cup SaLe. Bahkan sebelum pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia, dalam sehari ia memproduksi 100.000 cup.

Baca Juga:
  Hobi Gonta-ganti Motor, William Berbisnis Motor Seken

Riyadin menyatakan saat ini dirinya memiliki depo di 21 titik yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Serang, Cikarang, Sukabumi, dan Cikampek. Ia menargetkan tahun 2021 mendatang SaLe dapat melakukan infiltrasi ke beberapa kota lainnya di Pulau Jawa.

Pekerjakan 60 karyawan dan mitra

Seperti pada umumnya perusahaan yang sedang berkembang, CV Puspita melakukan perekrutan karyawan untuk memenuhi permintaan masyarakat. Kata Riyadin, perusahaannya kini mempekerjakan sedikitnya 60 karyawan, bahkan berencana akan melakukan perekrutan lagi.

Tak hanya merekrut karyawan, CV Puspita juga memberdayakan masyarakat yang ingin menjadi mitra kerja. Yang dimaksud mitra kerja tersebut adalah marketing dengan penghasilan bisa mencapai belasan juta Rupiah.

Katanya, untuk dapat menjadi mitra, seseorang harus menaruh deposit sebesar Rp3 juta, dengan timbal balik mendapatkan 3.500 cup SaLe.

Katanya lagi, sekarang ini sedikitnya sudah ada 200 mitra yang menyebarkan produk SaLe ke warung-warung dan toko-toko di berbagai daerah.

Bagaimana, sangat inspiratif sekali kisah dari Riyadin, pengusaha minuman segar Sari Kedele alias SaLe. Mungkin suatu hari nanti giliran Anda yang kami ceritakan perjalannya bisnisnya hingga menjelma sebagai pengusaha sukses. Aamiin!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 3,532,567 Kasus
N/A 100,636 (2.8%) Meninggal
N/A 2,907,920 (82.3%) Sembuh
05 Aug 2021, 7:49 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia