Select Page

Mengapa Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Arab Saudi? Ini Penyebabnya

Mengapa Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Arab Saudi? Ini Penyebabnya

Salah satu toko di Arab Saudi yang menyediakan berbagai cinderamata. (Foto: ISTIMEWA)

UMINews.com, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan mengapa selama ini pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia kesulitan menjual produk-produknya di Arab Saudi. Salah satu kendala utamanya adalah harus mendapatkan izin sertifikat dari pemerintah di negara tersebut.

Sertifikasi ini, kata Lutfi, sangat diperlukan, tujuannya agar produk yang diperdagangkan di Arab Saudi memiliki kualitas yang memenuhi standar yang diberlakukan di negara tersebut.

Untuk menjawab persoalan itu, Lutfi meminta berbagai instansi pemerintah terkait dan perusahaan swasta agar memberikan dukungan kepada pelaku UMKM. Dengan begitu, produk-produk UMKM bisa ikut berkompetisi baik di dalam dan luar negeri.

“Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan 46 perwakilannya di seluruh dunia salah satunya di Arab Saudi, siap membantu,” kata Muhammad Lutfi di acara penandatangan naskah nota kesepahaman tentang Optimalisasi Peran Usaha Kecil dan Menengah Dalam Memenuhi Kebutuhan Haji dan Umrah di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021.

UMKM-Craft

Seperangkat alat shalat untuk anak-anak dari Keira Factory, UMKM Ciledug, Kota Tangerang. (Foto: Instagram @keirafactory)

Lebih khususnya lagi, Muhammad Lutfi meminta kepada para pejabat eselon 1 di berbagai kementerian terkait untuk melakukan pendataan produk-produk apa saja yang diperlukan pasar di Arab Saudi. Dia ingin, para jamaah haji dan umrah asal Indonesia nantinya dapat menggunakan produk buatan negeri sendiri selama menjalani ibadah di Arab Saudi.

Baca Juga:
  Hai Pelaku UMKM, Ekonomi Digital Indonesia Berpotensi Terbesar di ASEAN

“Jangan sampai datang ke Arab Saudi pulangnya bawa oleh-oleh buatan China. Komitmen ini yang harus kita perhatikan agar produk Indonesia, khususnya dari UMKM,” tukasnya.

Lebih terpenting, ia mengharapkan implementasi dari perjanjian kerja sama yang baru saja disepakati dapat terealisasi dengan cepat. Sebab, yang terpenting dalam penjanjian kerja sama adalah kecepatan merealisasikan yang telah disepakati bersama.

“Mudah-mudahan implementasi peluang ini tidak memakan waktu yang lama sebagaimana ini dicetuskan sejak tahun 2017. Kita harus mendorong produk-produk UMKM go global,” pungkas Muhammad Lutfi.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 1,347,026 Kasus
N/A 36,518 (2.7%) Meninggal
N/A 1,160,863 (86.2%) Sembuh
03 Mar 2021, 8:34 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia