Select Page

Menteri UKM Dorong Pelaku UMKM Produksi Handmade yang Harganya Mahal

Menteri UKM Dorong Pelaku UMKM Produksi Handmade yang Harganya Mahal

Ilustrasi handmade. (Foto: ISTIMEWA)

UMINews.com, Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor produksi sebagian besar membuat produknya secara manual atau handmade. Biasanya, produk-produk tersebut harganya cukup tinggi.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, untuk UMKM jenis ini harus berani masuk ke dalam kategori produk yang high end atau mewah, jangan membuat atau menjual produk yang berkualitas murahan.

Custom product ini (handmade) adalah keunggulan dari UMKM. Sulit bagi UMKM untuk bersaing dengan mass production yang pasti lebih efisien. Standarisasi, rantai distribusi, dan rantai perdagangan mereka lebih kuat. Tapi kan trend atau anggapan terhadap custom production dan handmade ini barang mahal. Nah, kita harus masuk ke high end product. Jangan produksi barang yang ecek-ecek,” kata Teten Masduki dalam acara ‘Ngopi Bareng Teten Masduki X Pemenang Pahlawan Digital UMKM 2020’, Selasa, 15 Desember 2020.

Menurut Teten Masduki, jika para pelaku UMKM yang memproduksi produk handmade tidak berani nyemplung ke kategori barang mewah, maka akan sulit memasarkannya. Harga produk handmade pun tidak cocok jika diedarkan di pasar barang murah.

“Begitu dijual ke pasar, enggak bisa diteruskan, enggak ada yang beli. Kecuali dijadikan high end product, dengan catatan desainnya harus diperbaiki, dibuat sebagus, semenarik mungkin. Kita harus berani melakukan itu,” ujarnya.

Baca Juga:
  Uniknya Produk T & Y Calico Crafts, Oke Banget Buat Souvenir dan Cinderamata

Kepada 10 finalis Pahlawan Digital dan UKM Award, Teten Masduki berpesan agar UMKM ke depan harus memiliki keunggulan domestik, menerapkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan memudahkan mengelola usaha.

Ditegaskan Teten, jangan berharap usaha kecil-kecil dengan daya saing rendah dapat berkembang ke depannya jika tidak ada konsolidasi produk.

Dia pun mendorong agar para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masuk ke dalam bagian rantai pasok dan bergerak bersama-sama dengan menjalin kemitraan. “Kalau berhadapan langsung sendiri-sendiri melawan usaha besar pasti kalah,” ucap Teten.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

1745 4,275,528 Kasus
9 144,192 (3.4%) Meninggal
504 4,120,540 (96.4%) Sembuh
19 Jan 2022, 1:22 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia