Select Page

Omzet Anjlok Gara-gara COVID, Pebisnis Muda Ini Banting Setir Jadi Pedagang Ikan Cupang

Omzet Anjlok Gara-gara COVID, Pebisnis Muda Ini Banting Setir Jadi Pedagang Ikan Cupang

Ogy Mahendra (kanan), pebisnis ikan cupang. (Foto: Dok Ogy Mahendra)

UMINEWS.COM, Pandemi COVID-19 nyaris memukul seluruh lini bisnis di Indonesia. Para pelaku dipaksa harus memutar otak mencari cara agar bisa bertahan dari krisis ini. Banyak yang mengubah strateginya, bahkan ada yang ‘banting setir’ ke lini usaha lainnya. Seperti yang dilakukan Ogy Mahendra yang kini menjalankan bisnis ikan cupang.

Awalnya Ogy berbisnis minuman. Setiap harinya ia mampu menjual sedikitnya 250 minuman.

“Omzet yang saya dapat setiap harinya dari hasil menjual minuman sekitar Rp2,5 juta,” kata Ogy Mahendra.

Namun, begitu badai pandemi COVID-19 menghajar Indonesia, omzetnya anjlok hingga 95 persen. Ogy mengaku dirinya biasanya berjualan di sekitar area kampus, dan semenjak pandemi COVID-19, banyak mahasiswa yang tidak ke kampus karena perkuliahan mereka diubah menjadi daring.

“Mahasiswa yang nge-kost juga balik ke kampung halamannya. Anjlok banget omzet saya,” ujarnya.

bisnis-ikan-cupang-untungnya-menggiurkan

Foto: Istimewa

Karena tidak ada pembeli dalam waktu yang cukup lama, Ogy terpaksa menutup usaha minumannya itu untuk sementara waktu. Tapi dia tidak ingin pasrah dan berdiam diri. Dari hasil mengobrol dengan salah satu temannya, ia mengetahui saat ini bisnis ikan cupang sedang trend dan banyak masyarakat membeli sebagai hiburan karena sudah jenuh berdiam diri di rumah.

Sebenarnya bisnis ikan bukan hal yang baru bagi Ogy. Pada 2019 ia pernah melakoni sebagai pedagang ikan hias. Lantaran saat itu dirinya lebih fokus menjalankan usaha minumannya, bisnis ikan hias meredup.

“Apalagi penjualan ikan hias dulu masih menggunakan cara promosinya dari mulut ke mulut,” ucap Ogy.

Foto: Istimewa

Setelah melakukan survei di pasat, Ogy memutuskan untuk menggeluti bisnis ikan cupang yang diberi nama Diggy Betta. Awalnya dia membeli sepasang ikan cupang jenis Avatar Cooper untuk dikawinkan.

Dari hasil perkawinan ikan tersebut, dirinya mulai fokus berbisnis ikan cupang dibantu oleh dua temannya, Dicky Indra Lesmana dan Iwan Setiawan. Alhasil, saat ini dia sudah memiliki ratusan ikan cupang yang siap dipasarkan.

Mengenai harga, kat Ogy, beragam. Untuk jenis ikan cupang Black Rose Halfmoom dibanderolnya sekitar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per ekor. Sedangkan ikan cupang Blue Rim harga Rp300 ribu.

“Yang paling mahal jenis Avatar Cooper, mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekornya,” ungkapnya.

Ogy mengatakan, penjualan ikan cupang miliknya memang terbilang belum banyak jika dibandingkan dengan pebisnis yang sama lainnya. Tapi dia sangat optimis seiring waktu permintaan akan semakin banyak, dan usahanya akan berkembang.

Saat ini Ogy menyebutkan omzet bersih yang diraihnya setiap bulannya berkisar Rp1 juta sampai Rp3 juta.

“Itu omzet bersih loh. Kalau omzet kotor bisa mencapai Rp5 juta lebih,” tuturnya.

Agar pembelinya semakin banyak, Ogy rajin mempromosikan melalui Instagram dengan nama akun @diggybetta.

“Strategi berpromosi melalui Instagram terbukti ampuh. Bisnis ikan cupang saya perlahan berkembang, dan saya tidak perlu khawatir lagi tidak bisa berbisnis di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini,” pungkas Oggy.

1 Comment

  1. Avatar

    Betul mas di masa pandemi saat ini kita harus pandai mencari peluang bisnis
    Pivot adalah salah satu jalan yg di lakukan ketika bisnis kita di rasakan stagnan
    Tetap semangat ya mas semoga sukses

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

8369 557,877 Kasus
156 17,355 (3.1%) Meninggal
3673 462,553 (82.9%) Sembuh
04 Dec 2020, 1:58 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia