Select Page

Pecel Sayuran Asli Madiun Dapoer Panda, Warisan Kuliner Nusantara dari Orang Tua

Pecel Sayuran Asli Madiun Dapoer Panda, Warisan Kuliner Nusantara dari Orang Tua

Foto: Dok Dapoer Panda

UMINEWS.COM, Bagi pecinta kuliner Nusantara, Anda mendapat katalog satu lagi untuk berwisata. Datang saja ke gerai Dapoer Panda di kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Anda akan disuguhkan nasi pecel sayur-sayuran asli Madiun.

Sulastriningsih mengatakan dirinya berwirausaha kuliner asli Madiun sejak Agustus 2020.

“Masih baru mas, awalnya hanya untuk mengisi kekosongan waktu saja karena kerjanya lebih banyak Work From Home (WFH) gara-gara pandemi COVID-19. Ternyata semakin hari pelanggannya semakin banyak, jadi membuat saya antusias dan lebih menyeriusi usaha kuliner ini. Saya juga bekerja di Clinic Psiko Neorologi di Hang Lekiu, Kebayoran Baru dekat kampus Universitas Prof DR Moestopo (Beragama),” kata Sulastriningsih kepada Uminews.com, Jumat, 6 November 2020.

Foto: Dok Dapoer Panda

Setiap harinya, kata Sulastri, dirinya dan suami berjualan dengan menggunakan mobil, mangkal di daerah Gading Serpong, dekat RS St Caroulus dari pagi hingga siang hari.

Selain mangkal di sekitaran RS St Caroulus, Sulastri juga melayani permintaan pelanggan yang memesan secara online. Dia melayani pemesanan melalui WhatsApp (WA), Gofood dan Facebook.

“Nomor WA-nya 085811111804, kalau Gofood namanya Eat Out Cipondoh, sedangkan di Facebook nama akunnya Puspa Nada Panda,” terangnya.

Untuk persoalan harga, lanjut Sulastri, sangat terjangkau isi kantong masyarakat. Nasi Pecel Madiun dibanderolnya seharga Rp10 ribu saja. Dengan harga segitu pelanggan sudah mendapatkan nasi pecel, plus orek tempe, lamptoro alias petai China, serundeng, dan rempeyek.

“Kalau Tepo Tahu harganya Rp12 ribu, sudah dapat lontong, sayur-sayuran, tahu, kacang tanah goreng, sambal kecep asli Madiun, ditambak kerupuk,” tuturnya.

Foto: Dok Dapoer Panda

Sulastriningsih mengaku resep-resep makanan asli Madiun ini merupakan warisan dari orang tuanya. Ia menyebutkan, dulu orang tuanya berjualan nasi pecel.

Mengenai omzet, ia mengaku mendapatkan setiap harinya minimal Rp400 ribu. “Alhamdulillah banget mas,” ucapnya bersyukur.

Ciri khas dan kelebihan Pecel Madiun Dapoer Panda

Sulastriningsih menyadari agar jualannya diminati dan disukai oleh masyarakat, harus memiliki kelebihan dan ciri khas dibandingkan dengan yang lain.

“Tauge yang kami pergunakan tidak ada ekornya. Kami memperhatikan ini untuk kesehatan pelanggan, karena back ground saya di bidang kesehatan,” jelasnya.

Sedangkan dari sambalnya, ia menyebutkan, tidak menggunakan daun jeruk tapi menggunakan kulit jeruk purut. Pelanggan dapat memilih yang tidak pedas sampai yang pedas.

Pelanggan menikmati sajian pecel sayuran asli Madiun. (Foto: Dok Dapoer Panda)

Selain itu, Sulastriningsih menyatakan sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sedangkan untuk izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal sedang diproses pengajuannya.

Sulastri menawarkan kepada masyarakat yang ingin menjadi reseller sambal pecel Dapoer Panda dapat menghubunginya, dan akan mendapatkan harga khusus. Ia juga mempersilakan bagi yang hanya ingin membeli sambal pecel asli Madiun saja.

Komunitas sepeda mampir ke Dapoer Panda yang berlokasi di Gading Serpong, dekat RS St Caroulus. (Foto: Dok Dapoer Panda)

Bagi yang berminat menjadi reseller, lanjut Sulastri, dirinya juga akan mengajarkan membuat berbagai toping khas Madiun.

Ia menjamin pecel sayur-sayuran yang dibuatnya memiliki cita rasa tersendiri. Katanya, jika orang Madiun yang makan pasti bisa membedakan dari rasanya, mana yang asli atau bukan pecel sayur-sayuran dari Madiun.

Berprofesi sebagai perawat

Kenapa hanya berjualan dari pagi sampai siang saja, Sulastri mengungkapkan dirinya tetap harus menjalankan kewajibannya sebagai perawat. Dia berkerja secara WFH di rumahnya di Jl KH Hasyim Asyari, Gang Anur, RT 01 RW 05 No. 39, Kelurahan Merotok, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, untuk melayani konsultasi pasien secara online.

Katan Sulastri, dirinya adalah perawat umum yang menangani masalah perawatan akibat luka.

Tak hanya itu, dirinya juga terkadang harus melayani permintaan pasien yang menginginkan pelayanan secara Home Care.

“Terkadang saya dibantu oleh teman-teman komunitas perawat kalau tidak sampai kepegang semuanya,” kata Sulastriningsih.

Sulastri mengaku walau kini dirinya memiliki dua kesibukkan yang berbeda 180 derajat, tetapi menjalaninya sangat enjoy.

Dia yakin, dibantu oleh suaminya dan anak-anaknya bisa menjalani kesibukan semuanya dengan baik. Sulastriningsih pun memberitahukan, nama Dapoer Panda untuk usaha kuliner Nusantara merupakan paduan dari nama anak-anaknya yaitu Puspa dan Nada.

3 Comments

  1. Avatar

    Jadi kangeeen pecel Madiun. Dah lama ga makan pecel, kota kelahiran ibuku.

    Sukses buat Dapoer Panda yaa

    Reply
  2. Avatar

    Ini enak banget .. suka beli dan ketahihan terus .. sukses terus dapoer panda…😍

    Reply
  3. Avatar

    tapi emg pecelnya dapoer panda khas banget sih, rasanya ngangenin enak banget

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 557,877 Kasus
N/A 17,355 (3.1%) Meninggal
N/A 462,553 (82.9%) Sembuh
04 Dec 2020, 2:22 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia