Select Page

Pelaku UMKM Adalah Pahlawan Ekonomi Indonesia, Ini Buktinya

Pelaku UMKM Adalah Pahlawan Ekonomi Indonesia, Ini Buktinya

Presiden Joko Widodo menghadiri pameran UMKM beberapa waktu lalu. (Foto: ISTIMEWA)

UMINews.com, Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) patut berbangga diri. Di saat banyak perusahaan besar tumbang dan tak sanggung menghadapi pandemi COVID-19, justru UMKM mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Sejak pandemi COVID-19 masuk secara massif ke Indonesia pada Maret 2019 lalu, membuat perekonomian Indonesia luluh lantak. Berbagai kebijakan yang membatasi pergerakan masyarakat di luar rumah atau ruangan dilakukan. Tentu hal tersebut berdampak pada perekonomian dan berujung pada resesi.

Menurut perencana keuangan Finansialku Yosephine Tyas, resesi adalah kondisi ketika Produk Domestik Bruto (PDB) menurun, atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dari satu tahun.

Pelaku UMKM yang bersifat offline tentu merasakan penurunan omzet yang dratis, karena konsumen yang datang menurun akibat pembatasan aktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, Yosephine menjelaskan hal-hal yang penting harus dipahami oleh para pelaku UMKM ketika menghadapi resesi.

Perlu dipahami, UMKM adalah usaha mikro, kecil dan menengah. Artinya, pelaku UMKM pasti merasakan dampaknya, yaitu penurunan penjualan atau permintaan. Untuk menghadapi kondisi tersebut pelaku UMKM harus melakukan pemotongan biaya merumahkan karyawan bagi yang mempekerjakan karyawan atau biaya-biaya lainnya.

Baca Juga:
  Sulit Dapat Mitra Bisnis, Apa yang Salah dengan UMKM?

Beruntungnya, kata Yosephine Tyas, karena sebagian besar UMKM merupakan Home Industry yang bersifat fleksibel, mereka memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang sedang terjadi.

Menurut Yosephine, UMKM memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia. Bahkan bisa dikatakan, UMKM adalah salah satu penggerak ekonomi Indonesia. Alasan itu yang mengharuskan semua pihak, tidak hanya pemerintah, harus mendukung kemajuan UMKM, mulai dari kebijakan, pendanaan, edukasi, dan literasi keuangan, agar UMKM bisa semakin berkembang.

Bahkan bisa dikatakan, UMKM adalah ‘dewa penolong’ bagi masyarakat, karena sifatnya yang fleksibel, di mana banyak perusahaan besar yang tumbang di masa pandemi atau resesi dan mem-PHK karyawannya. Justru kebalikannya, UMKM mampu meningkatkan peluang kerja atau menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Selain itu, UMKM harus mampu mendorong perekonomian dengan memproduksi barang yang menjadi kebutuhan masyarakat di kala pandemi dengan relatif harga yang terjangkau.

Bahkan dengan sistem penjualan online UMKM, bisa mendistribusikan barangnya ke berbagai daerah. Tidak sedikit juga yang bisa mengekspor produknya ke luar negeri, sehingga menambah devisa negara.

Yosephine Tyas pun membocorkan rahasia agar UMKM bisa bertahan di kala resesi, salah satunya adalah menjaga kesehatan keuangan. Selain menjaga kesehatan keuangan usaha, perlu juga untuk menjaga kesehatan keuangan pribadi atay keluarga, karena kedua hal ini sangat berkaitan dan berdampak.

Baca Juga:
  Ingin Naik Kelas? UMKM Harus Ikut Coaching Clinic Gratis, Daftar Aja di Sini

Berikut 5 tips penting yang bisa dilakukan agar UMKM bisa bertahan di kala resesi:

1. Mempersiapkan dana darurat sehingga bisa bertahan pada saat omzet mengalami penurunan

2. Cepat beradaptasi terhadap kondisi yang ada.

Memikirkan strategi lain untuk bisa bertahan, misalnya dengan menurunkan biaya, mencari alternatif penghasilan, dan lain sebagainya.

3. Berani melakukan perubahan bisnis

Lihat peluang terlebih dahulu, membaca kebutuhan masyarakat yang ada, dan tidak terpaku pada produk yang sudah ada.

4. jika perlu, restrukturisasi utang, untuk mengurangi beban pada arus kas. Lakukan negoisasi dengan pihak pemberi kredit untuk mendapatkan keuangan.

5. Memiliki pencatatan keuangan dan laporan keuangan yang baik. Sehingga, bisa mengetahui kesehatan keuangan bisnis dan bisa digunakan untuk mengajukan pendanaan.

Jangan lupa, penting bagi Anda untuk mencatat pengeluaran dan pemasukkan kas bisnis.

Nah, bagi Anda pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), mulai saat ini patut berbangga. Anda telah berkontribusi kepada bangsa dan negara ini di bidang ekonomi. Yuk terus berkreasi dan maju bersama.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

1745 4,275,528 Kasus
9 144,192 (3.4%) Meninggal
504 4,120,540 (96.4%) Sembuh
19 Jan 2022, 1:33 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia