Select Page

Pelaku UMKM Ingin Dapatkan Izin dari BPOM, Daftar Saja Secara Online

Pelaku UMKM Ingin Dapatkan Izin dari BPOM, Daftar Saja Secara Online

Foto: ISTIMEWA

UMINews.com, Profesi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kini sedang digandrungi dan menjadi pilihan masyarakat ketika sulit mendapatkan pekerjaan di kantoran. Menyikapi itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau para pelaku UMKM di bidang makanan, minuman dan kosmetik untuk mendaftarkan produk-produk dan mendapatkan legalitas.

Kewajiban mengantongi legalitas dari BPOM sangat beralasan. Karena untuk menghindari penggunaan zat-zat yang membahayakan bagi tubuh manusia pada produk-produk tersebut, sehingga layak dikonsumsi atau digunakan oleh masyarakat.

Masyarakat selaku konsumen juga diimbau untuk tidak mudah percaya dan bersikap teliti dengan menanyakan apakah produk tersebut aman atau sudah diberikan izin dari BPOM apa belum.

Berdasarkan peraturan Kepala BPOM No. 14 Tahun 2014 Pasal 2 menyebutkan, BPOM bertugas untuk melaksanakan kebijakan di bidang pengawasan. Secara detailnya melakukan pengawasan terhadap produk terapik, narkotika, psikotropila, zat adiktif, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen, dan pengawasan atas keamanan pangan yang memiliki bahan berbahaya.

Jika sudah dinyatakan lulus dari uji klinis BPOM, keuntungan yang didapat bagi produk UMKM yaitu, kredibilitas produk di mata konsumen atau masyarakat, sebagai garansi keamanan atas sebuah produk, kestabilan harga dari produk yang berizin BPOM, citra produk akan meningkat dibandingkan produk pesaing yang belum memiliki izin dari BPOM, dan mudah masuk ke dalam pasar yang lebih luas, bahkan dapat dipasarkan ke luar negeri.

Baca Juga:
  Menteri Erick Ingin Bentuk Holding UMKM, Ekonom Senior: Pemikiran yang Sesat

Sekarang ini untuk mendaftarkan produk dan mendapatkan legalitas dari BPOM cukup mudah. Bisa dilakukan secara online. Berikut tahapannya:

1. Daftarkan perusahaan

– Kunjungi https://e-bpom.pom.go.id/

– Pilih menu Registrasi Baru

– Isi formulir pendaftaran perusahaan secara lengkap, mulai dari data usaha, data penanggung jawab dan data user, lalu klik halaman selanjutnya.

– Masukkan data PSB yang dimiliki oleh masing-masing pabrik.

– Unggah berkas yang jadi syarat, lalu tunggu hasil pemeriksaan. Pihak BPOM akan mengirim hasil disetujui atau tidak melalui email yang sudah didaftarkan.

2. Daftar produk dalam negeri

Setelah mendaftarkan perusahaan, selanjutnya Anda mendaftarkan produk dalam negeri. Caranya lampirkan:

– Surat izin industri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

– Hasil analisa laboratorium asli yang berkaitan dengan produk zat gizi, zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi, dan cemaran logam.

– Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.

– Formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap.

Cara daftar produk hingga terbit Nomor Izin Edar (NIE) melalui e-BPOM

Cara daftar produk yang akan dijual ke masyarakat juga bisa melalui e-BPOM. Cara ini lebih mudah, karena hanya melalui aplikasi yang diunduh di smartphone. Berikut caranya:

– Unduh aplikasi e-BPOM melalui Google Play Store atau Apple Store.

– Login meggunakan User ID, Password yang sudah didaftarkan dan diterima melalui email saat pendaftaran melalui website.

Baca Juga:
  Kemitraan UMKM Kuliner Solusi Penghasilan Saat Pandemi

– Input Captcha.

– Isi data produk, bahan baku, hasil analisa, informasi nilai gizin dan klai produk.

– Unggah berkas sesuai yang jadi persyaratan.

– Kirim berkas fisik ke alamat BPOM.

– Menunggu proses verifikasi data permohonan dan rancangan label.

– Bayar sesuai dengan Surat Perintah Bayar (SPB).

– Unggah bukti pembayaran.

– Menunggu validasi dari pihak BPOM.

– Surat persetujuan Pendaftaran (SPP) akan terbit.

– Kirim tambahan berkas yang diminta ke kantor BPOM.

– proses terbitnya NIE selama 30 hari kerja sejak pendaftaran.

Berapa sih biaya terbitnya izin edar BPOM?

Karena prosesnya yang panjang dan membutuhkan uji klinis untuk memastikan bahan produk yang dijual aman untuk dikonsumsi atau dipakai, maka pendaftaran Izin Edar BPOM ini dikenakan biaya. Biaya ini akan masuk ke dalam Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP). Berapa biayanya?

Biaya registrasi di BPOM mulai Rp100.000 per produk untuk obat-obatan dan mulai Rp100.000 per produk makanan/minuman. Kemudian untuk jasa notifikasi kosmetika yang diproduksi di luar wilayah Asia Tenggara (ASEAN) mulai Rp1,5 juta per item, sedangkan yang diproduksi di negara-negara ASEAN hanya Rp500.000 per item.

Sementara, untuk melakukan perpanjangan atau registrasi ulang yang berlaku 5 tahun, dikenakan biaya Rp1 juta per item untuk usaha kecil obat tradisional dan Rp5 juta per sertifikat untuk sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).

Baca Juga:
  Kenalan Yuk dengan Leni Eka Sari, Pendiri UMKM BuGar 04 Pinang

Daftar nomor telepon jika ada keluhan

Jika Anda terkendala sesuatu atau tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak BPOM dapat mengadukan dengan menghubungi beberapa pihak yaitu:

– Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif. Email: ditwaskmeionappza@pom.go.id, eksimonpp@gmail.com,  WhatsApp (WA) 081282349350, atau telepon ke 021-4244691 ext:1075/1079.

– Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan. Email: eksimkel.otsk@gmail.com, WhatsApp (WA) 081388915110, atau telepon ke 021-4244691 ext:1044.

– Direktorat Pengawasan Pangan Risiko Rendah dan Sedang. Webchat: ditwasprrs@pom.go.id, Email: ditwas.prrs@gmail.com, ditwas_prrs@pom.go.id.

– Direktorat Pengawasan Kosmetik. Email: eksimkel.kos@gmail.com, eksimkel.kos@pom.go.id, WhatsApp (WA) 081316347433, atau telepon ke 021-4244691 ext: 1040/1041.

– Direktorat Registrasi Obat. Email: sasptpk@gmail.com atau sas_obat@pom.go.id, atau telepon ke 0214244691 ext: 1338.

– Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor. Email: ditwasprod@pom.go.id, cpob@gmail.com.

– Pusat Data dan Informasi. Email: ebpom@pom.go.id.

Bagaimana, sangat jelas sekali dengan penjabaran di atas? Hindari perilaku sebagai pelaku usaha yang hanya memikirkan keuntungan semata, tanpa memperhatikan legalitas produk yang akan Anda jual. Sebab ini akan merugikan diri sendiri dan usaha Anda cepat atau lambat.

Untuk itu, sebelum produk Anda jual ke masyarakat sebaiknya mendaftarkan legalitas produk ke BPOM, khususnya pada produk pangan, obat-obatan, kosmetik, dan sebagainya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

1745 4,275,528 Kasus
9 144,192 (3.4%) Meninggal
504 4,120,540 (96.4%) Sembuh
19 Jan 2022, 1:22 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia