Select Page

Penyandang Disabilitas Ini Sukses Berbisnis Wayang Lidi

Penyandang Disabilitas Ini Sukses Berbisnis Wayang Lidi

UMINEWS.COM, Keterbatasan fisik dan pendidikan terkadang dipandang sebelah mata oleh orang. Berstatus sebagai penyandang disabilitas dianggap sebagai penghalang untuk mencapai kesuksesan. Anggapan itu telah berhasil dibantah Rofitasari Rahayu, 22 tahun.

Rofitasari adalah penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara yang juga tidak lulus Sekolah Dasar (SD).

Keterbatasan Rofitasari diperparah karena dirinya juga tidak menguasai bahasa isyarat. Ia putus sekolah ketika duduk di bangku kelas tiga SD.

Dia berhenti sekolah pada 2006 karena gempa melanda Yogyakarta. Rofitasari pun terpaksa kembali ke rumahnya di Gunung Kidul.

“De Rofitassri terpaksa pulang ke Gunung Kidul karena terjadi gempa di Jogja tahun 2006. Sejak itu dia tidak sekolah lagi,” kata Eri, pendamping Rofitasari dalam acara Virtual Press Conference bertema ‘Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif’, Selasa, 8 Agustus 2020.

Beruntungnya, Rofitasari Rahayu memiliki mental pantang menyerah. Keterbatasannya tak menyurutkan semangatnya untuk berkarya dan berwirausaha. Dengan bakat terpendam yang dimilikinya yaitu di bidang seni kerajinan tangan, ia pelan-pelan memproduksi karya seninya sendiri dan mulai memasarkannya ke publik.

Jelas Ery, awal mula merintis wirausahanya, Rofitasari memperkenalkan produk-produk wayang lidi (wayang sodo) buatannya dengan cara mengikuti pameran. Seiring perkembangan teknologi, ia mulai memasarkan juga secara online.

Bahkan kini produk wayang lidi buatan Rofitasari sudah mulai dipasarkan secara online di salah satu platform digital.

“Alhamdulillah penjualan mulai meningkat. Berapa omsetnya per bulan? Sangat lumayan,” ucap Ery.

Untuk diketahui, produk yang dipasarkan Rofitasari juga terbilang unik. Tak hanya wayang lidi, Rofitasari juga memasarkan karya lukis.

Beberapa karya lukisnya yang dipasarkan di platform digital di antara gambar Presiden RI Pertama Soekarno yang dibanderol dengan harga Rp5 juta dan lukisan Ikan Koi seharga Rp750 ribu.

Sisanya adalah produk wayang lidi yang dibanderol dari harga Rp50 ribu hingga -Rp10 juta.

Wayang lidi yang dihargai Rp50 ribu dijual per satuan. Sedangkan yang dibanderol Rp10 juta berbentuk kolase wayang sodo pada kanvas di beri tema The Exodus of Brayut Families.

Ery berharap keberhasilan Rofitasari Rahayu akan membuka mata banyak pihak terhadap potensi ekonomi yang dapat diciptakan para penyandang disabilitas. Diakuinya, dengan keterlibatan pihak-pihak berkompeten, baik pemerintah dan swasta akan sangat membantu perkembangan UMKM yang dilakoni penyandang disabilitas.

Rofitasari Rahayu, kata Ery, akan terus berkreasi, dan tidak menutup kemungkinan produk-produk kreatif lainnya akan diciptakannya.

Lebih membanggakan lagi, produk-produk seni hasil kreativitas Rofitasari telah menciptakan lapangan pekerjaan. Beberapa orang terlibat dalam memasarkan, baik secafa offline maupun online.

“Bagaimana jadinya jika kita memperhatikan dan mendukung perkembangan UMKM disabilitas seperti yang dilakoni Rofitasari Rahayu khususnya di Yogyakarta, akan tercipta banyak lapangan pekerjaan,” pungkas Ery.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 5:27 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia