Select Page

Strategi Bisnis Katering di Masa Pandemi, Dapoer Yens Ikuti Kemampuan Klien

Strategi Bisnis Katering di Masa Pandemi, Dapoer Yens Ikuti Kemampuan Klien

Foto: Dok Yeni Haryati

UMINews.com, Di masa pandemi COVID-19 banyak orang berpikir ulang untuk menggelar pesta. Selain khawatir dengan penyebaran virus Corona, faktor lainnya adalah persoalan anggaran. Sekarang ini masyarakat lebih memilih meng-save dananya daripada menghambur-hamburkan untuk sesuatu yang tidak penting. Jika kekhawatiran persoalan dana, Dapoer Yens akan membantunya, UMKM yang bergerak di jasa katering.

Pemilik Dapoer Yens, Yeni Haryati mengatakan pihak tidak selalu mematok harga. Di situasi tertentu akan mengikuti kemampuan budget klien.

“Klien punya budget-nya berapa, selama masih memungkinkan kami sesuaikan,” kata Yeni Haryati kepada Uminews.com, Selasa, 1 Desember 2020.

umkm-katering

Foto: Dok Yeni Haryati

Yeni mengaku, ketika dirinya mendapatkan order dalam jumlah besar hampir selalu melibatkan tetangga atau rekan-rekannya sesama pelaku UMKM. Ditegaskan Yeni, sikapnya itu merupakan salah satu bentuk berbagi dengan komunitasnya.

Dicontohkannya, pada tahun 2019 ia mendapatkan order penyediaan konsumsi di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

“Yang ikut Musrenbang ini seluruh kelurahan di wilayah Pinang. Jumlahnya ada 11 kelurahan,” terangnya.

umkm-katering

Foto: Dok Yeni Haryati

Di tahun yang sama, Dapoer Yens juga diminta menyediakan kebutuhan konsumsi acara yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang.

Baca Juga:
  Menikmati Nasi Kebuli Buatan Warga Tangerang, Order Aja ke Ummu Amalia

“Misalnya, mereka yang menyediakan snack, saya yang menyiapkan menu prasmanan atau nasi box. Sesama pelaku katering kami sering berbagi. Pastinya tetap mengutamakan kualitas ya, tidak asal berbagi saja,” ucap wanita yang pernah bekerja sebagai Tata Usaha di salah satu sekolah di Tangerang ini.

umkm-katering

Foto: Dok Yeni Haryati

Yeni bersyukur, ada beberapa instansi atau perusahaan, bahkan ada sekolah di daerah Cipulir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang selalu menggunakan jasanya setiap kali mengadakan acara.

“Saya juga sering diminta oleh instansi di lingkungan Pemkot Tangerang dan Lapas Pemuda Tangerang untuk menyediakan makanan dalam bentuk prasmanan atau box kalau mereka ada acara,” ungkap Yeni.

Bagaimana dengan kondisi usaha kateringnya di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini? Yeni menyebutkan tidak ada bedanya dengan pelaku usaha lainnya. Omzetnya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ungkapnya, beberapa orderan yang diterimanya di-cancel.

umkm-katering

Foto: Dok Yeni Haryati

Menyiasati itu, selain mengikuti kemampuan financial kliennya, Dapoer Yens melakukan terobosan yaitu dengan membuat menu baru minuman segar dan bergizi.

“Saya bikin minuman Milk Durian Jelly, Milk Mangga Jelly, dan Milk Naga Jelly. Semuanya dari buah yang masih segar,” tuturnya.

umkm-katering

Yeni Haryati (kiri) bersama dengan Kabid UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kota Tangerang, Katrina Iswandari. (Foto: Dok Yeni Haryati)

Lanjut Yeni bercerita, dalam menjaring konsumen, selain melalui WhatsApp dirinya mempromosikan di Instagram dengan nama akun @hariyati.yeni dan @yenscatering. Ia juga memanfaatkan Facebook dengan nama Yeni Ambon.

Baca Juga:
  Quna Cookies and Snack, Camilan UMKM Kaya dengan Varian Rasa

“Nomor WhatsApp (WA) saya 081315387943. Bisa juga datang ke rumah saya di Jalan KH Hasyim Ashari, Gang Anur No. 45, RT 01 RW05, Kelurahan Neroktok, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang,” tuturnya.

Dari karyawan jadi usahawan

Seperti yang diceritakan di atas, Yeni Haryati sebelum berwirasusaha katering dirinya merupakan karyawan di bagian Tata Usaha (TU) di sebuah sekolah dari tahun 2001-2017.

Di sela-sela rutinitas sebagai karyawan di lembaga pendidikan tersebut, ia juga menerima orderan katering. Yeni sangat ingat, order pertama yang diterimanya yaitu pesanan 100 box untuk acara sunatan.

“Yang pesan ibu dari anak yang disunat itu,” jelas Yeni Haryati.

umkm-katering

Yeni Haryati bersama personel band DEBU, Ali Mustafa. (Foto: Dok Yeni Haryati)

Semakin hari order yang diterima semakin banyak. Tak ingin mengecewakan pelanggannya Yeni memutuskan berhenti bekerja di sekolah tersebut. Dan, di tahuh 2018 ia total menjalankan usaha Dapoer Yens yang bergerak di bidang katering.

Ungkap Yeni, nama sebelumnya adalah Yens Catering. Karena sekarang ini tidak hanya berkutat pada jasa katering saja, namanya diubah menjadi Dapoer Yens.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

N/A 927,380 Kasus
N/A 26,590 (2.9%) Meninggal
N/A 753,948 (81.3%) Sembuh
20 Jan 2021, 4:07 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia