Select Page

Sulit Dapat Mitra Bisnis, Apa yang Salah dengan UMKM?

Sulit Dapat Mitra Bisnis, Apa yang Salah dengan UMKM?

Ilustrasi (Foto: ISTIMEWA)

UMINEWS.COM, Dipastikan semua pelaku usaha menginginkan punya mitra bisnis strategis. Kenapa? Karena dengan memiliki mitra bisnis akan membantu usahanya tumbuh, apalagi di masa krisis pandemi COVID-19.

Entah kenapa, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang masih kesulitan menjalin kemitraan, terutama terhubunga dengan korporasi besar yang konon katanya cenderung memilih dalam menentukan mitra bisnisnya.

Apapun alasan dan faktornya, sebaiknya kita mencari dan mendapatkan strategi yang tepat apa yang perlu kamu lakukan.

Berikut beberapa strategi agar para pelaku UMKM mendapatktan mitra bisnis yang strategis:

1. Perkuat produktifitas

Ekonom dari UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaya sependapat bahwa korporasi memang cenderung memilih dan hanya ingin bekerja sama dengan UMKM yang menurut penilaian mereka sudah meyakinkan. Untuk menjawab persoalan ini maka para pelaku UMKM harus mampu membuat bisnisnya sangat meyakinkan, baik dari segi ketahanan, kelincahan, maupun produktifitasnya.

Kata Enrico, sampai saat ini produktifitas UMKM Indonesia memang tidak se-kompetitif negara-negara lain. Di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) saja masih kalah dengan Vietnam dan Filipina.

Menurut Enrico, rendahnya produktifitas menjadi salah satu alasan mengapa perusahaan besar enggan bermitra dengan UMKM di Indonesia.

Meski begitu, ia tidak ingin menyalahkan kondisi itu kepada para pelaku UMKM semata. Ia mendorong agar pemerintah Indonesia ikut bertanggung jawab dan harus turun tangan langsung mengarahkan UMKM dengan memberitahu cara dan syarat untuk mendapatkan kemitraan. Sebab, UMKM yang baru berdiri pasti kesulitan melakukan business matching.

“Mungkin tidak selalu caranya melalui regulasi, tapi pemerintah juga harus mengarahkan UMKM ke arah business matching. Dengan begitu, tidak hanya meminta perusahaan besar agar mau bekerja sama dengan perusahaan kecil (UMKM), tapi perusahaan kecil juga harus mampu menjanjikan dan menjamin bahwa produktifitas mereka sesuai dengan permintaan pasar. Kalau begini kan win win solution,” ujar Enrico Tanuwidjaya.

2. Melakukan digital

Mengotomatisasi bisnis bukan hal baru di era digital seperti sekarang ini, tidak terkecuali bagi para pelaku Usaka Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman, salah satunya melakukan transformasi digital.

Digitalisasi ini mampu meningkatkan konektifitas, sehingga akan mendatangkan pembeli dari penjuru Nusantara, bahkan dunia internasional.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan UOB Indonesia diketahui bahwa sebanyak 60 persen responden mengaku teknologi menjadi hal pertama yang mereka investasikan.

Dari 60 persen tersebut, terang Enrico, terbagi lagi yakni 61 persen di antanya mengandalkan teknologi digital untuk menjual dan menawarkan jasa mereka, 55 persen untuk pemasaran, dan 47 persen untuk membangun manajemen jaringan teknologi.

Terungkap fakta, bahwa kaum milenial atau konsumen sekarang ini lebih memilih self surfing alias berselancar di internet untuk mencari dan mendapatkan berbagai produk atau jasa yang mereka butuhkan.

Bagi mereka mendatangi toko-toko atau gerai, apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang merupakan perbuatan yang berisiko tinggi. Hal ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM, yaitu harus mampu berinteraksi secara teknologi digital sehingga bisa memenuhi kebutuhan konsumen.

Jika dua hal ini dapat dipenuhi oleh para pelaku UMKM, Enrico Tanuwidjaya berkeyakinan maka untuk mendapatkan mitra bisnis yang strategis bukan khayalan. Bahkan bisa berbalik, mitra bisnis tersebut yang akan mengejar-ngejar pelaku UMKM agar mau bekerja sama dengan mereka.

Apa yang dikatakan Enrico Tanuwidjaya dibenarkan oleh Hj Lina S Rahmania, owner Sambal Hj Lina dan Bebek Box Mas Yogi.yang mengaku kerap diminta menjadi mitra bisnis oleh perusahaan-perusahaan besar karena melihat kualitas dan produktifitas produknya sesuai keinginan dan kebutuhan pasar.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

8369 557,877 Kasus
156 17,355 (3.1%) Meninggal
3673 462,553 (82.9%) Sembuh
03 Dec 2020, 8:06 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia