Select Page

Tak Bisa Berjualan Karena COVID, Ibu Suwanti Dirikan Kedai Kopi Rebusan di Rumahnya

Tak Bisa Berjualan Karena COVID, Ibu Suwanti Dirikan Kedai Kopi Rebusan di Rumahnya

Kedai Kopi Rebusan milik Ibu Suwanti. (Foto: Dok Suwanti)

UMINews.com, Berhenti untuk sementara berjualan berbagai menu ayam, Suwanti kini berjualan pisang cokelat (piscok) lumer, tape lumer, dan martabak.

Suwanti mengatakan, sebelum pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia dirinya berjualan ayam geprek, ayam katsu dan ayam crispy di salah satu sekolah perhotelan di daerah Ciledug, Tangerang.

“Karena COVID-19, tempat saya berjualan di sekolah itu ditutup. Begitu juga siswanya belajar secara online di rumah,” kata Suwanti kepada UMINews.com, Senin, 4 Januari 2021.

Karena tidak ada pemasukan, Suwanti membuat camilan yang disebutkan tadi dan dititipkan di beberapa toko di wilayah Ciledug dan sekitarnya, di antaranya di Duta Bintaro, Pasar Bengkok, Pasar Lembang, dan lainnya.

Selain itu, ia juga membuka kedai di rumahnya yang berlokasi di Candi Raya 1 Blok A47 No 12A, RT 02 RW 07, Perum Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Ciledug, Tangerang. “Nama kedai di rumah saya Kedai Kopi Rebusan. Buka 24 jam, anak saya yang mengelola,” jelasnya.

UMKM-Dapur-Bunda-Nissa

Foto: Dok Suwanti

Kata Suwanti melanjutkan, untuk pemesanan secara online ia melayani melalui WhatsApp (WA) 08888619562. “Saya juga jualan di Facebook Kuliner Tangerang dan Info Ciledug,” ucapnya memberitahu.

Mengenai harganya, seluruh camilan di bawah bendera Dapur Berkah Nissa ini semuanya Rp5.000 per pack. Khusus agen atau toko yang menjual kembali diberi harga khusus.

Baca Juga:
  Merintis dari Bawah, Kini Nenden Pratiwi Sukses dengan Dapur Mamayon

Suwanti bersyukur setiap hari dirinya mampu menjual 70 pack atau 350 buah berbagai makanan Dapur Bunda Nissa. Dia pun memberitahu camilan yang dibuatnya bisa bertahan hingga 8 hari jika disimpan di dalam freezer.

UMKM-Dapur-Bunda-NIssa

Foto: Dok Suwanti

Sebenarnya, mata Suwanti, di kedai yang didirikan di rumahnya ia juga ingin membuat menu seperti yang dijual di sekolahan. Namun, karena kendala permodalan keinginannya itu belum dapat direalisasikan saat ini.

“Sekarang ini selain piscok lumer, tape lumer, martabak dari tahu dan telor, di kedai saya juga menjual berbagai macam minuman,” imbuhnya.

Sebagai rasa bersyukurnya, Suwanti dibantu oleh beberapa donatur di sekitar rumahnya, setiap hari Jumat ia membuat ‘Jumat Berkah’, yaitu membagikan makanan kepada masyarakat secara cuma-cuma.

“Saya ngontrak di sini, warganya sangat men-support dengan apa yang saya lakukan, selama itu tujuannya baik. Mereka juga sering beli piscok dan makanan lainnya yang saya buat,” pungkas Suwanti.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

10365 927,380 Kasus
308 26,590 (2.9%) Meninggal
8013 753,948 (81.3%) Sembuh
19 Jan 2021, 11:38 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia