Select Page

Tips dari Bang Sandi Untuk Kaum Milenial Berjiwa Bisnis

Tips dari Bang Sandi Untuk Kaum Milenial Berjiwa Bisnis

Sandiaga Salahudin Uno memberikan tips untuk kaum milenial yang ingin berwirausaha dengan modal yang sedikit. (Foto: Istimewa)

UMINEWS.COM, Pengusaha muda Sandiaga Salahudin Uno berbagi tips ke para generasi muda yang ingin memulai berbisnis namun bermodal kecil. Menurutnya, modal tak jadi halangan untuk bisa memulai usaha.

“Kalau ada orang yang bilang, semua usaha memerlukan modal, saya dapat katakan bukannya tidak perlu modal, tapi niat yang utama. Jadi yang pertama berniat dulu, ingin punya usaha sampingan untuk membangun kegiatan ekonomi saat pandemi,” kata Sandiaga Uno dalam sebuah Webinar mengenai usaha, Selasa, 8 September 2020.

Pria yang pernah mencalonkan sebagai calon Wakil Presiden RI pada Pilpres 2019 silam ini mengatakan, ada konsep memulai bisnis dengan modal yang kecil, bahkan cukup dengan satu jam saja sudah bisa memiliki usaha. Sandi menyebutkan konsep ini dengan istilah ‘capcus’ yang akronim dari cara cepat.

Diungkapkannya, ada enam langkah dalam konsep tersebut. Pertama, mencari tahu kebutuhan masyarakat saat ini, atau setidaknya dalam 3 bulan ke depan, yang menurut Sandi ini hanya memakan waktu 20 menit.

“Ada sektor-sektor yang saat ini bisa dilirik di masa pandemi COVID-19, mulai dari kesehatan seperti pengadaan masker, sarung tangan, hand sanitizer, sampai jamu. Juga yang sedang berkembang seperti kuliner,” jelasnya.

Langkah kedua, membuka rekening di layanan pembayaran online (payment online). Ini cukup memakan waktu 10 menit.

Lanjut Sandiaga Uno, langkah ketiga dengan membuat brand atau merek untuk jadi pengenal usaha, yang diperkirakan hanya membutuhkan waktu 5 menit.

Selanjutnya, langkah keempat, membuka toko online di marketplace atau e-commerce dan ini juga hanya butuh waktu 5 menit saja.

Kelima, kita bisa jadi reseller atau droshipper online untuk menekan modal. Untuk langkah ini hanya butuh waktu 5 menit.

Adapun yang dimaksud droshipper adalah merupakan sistem dimana pemesan meminta reseller atau supplier mengirimkan barang/orderan ke customer dengan mencantumkan nama, alamat, kontak dan toko pemesan sebagai pihak pengirim.

“Searching aja, ada banyak produk-produk di online yang menawarkan kepada reseller atau droshipper. Atau yang jago masak bisa dengan sistem preorder. Jadi enggak perlu keluar banyak modal,” ujar Sandi.

Tahap keenam yaitu melakukan promosi lewat media sosial yang cukup membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Menurutnya, untuk langkah ini bisa memulai dari aplikasi WhatsApp, menawarkan ke orang-orang terdekar seperti keluarga, sahabat, teman, hingga kolega.

Kemudian, jika pemasaran lewat WhatsApp sudah cukup baik, maka bisa naik ke tahap pemasaran melalui Instagram, Facebook, atau media sosial lainnya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Dengan demikian, lanjut Sandi, setelah memiliki permodalan yang cukup maka bisa mulai melakukan inovasi untuk membuat produk sendiri.

“Metode yang kita pakai jika sudah bisa membuat produk sendiri, Amati, Tiir dan Modifikasi yang disingkat ATM. Insya Allah capcus. Saya sudah melihat banyak usaha yang bisa sukses dengan konsep ini. Enggak perlu modal lagi, hanya modal ilmu pengetahuan, menguasai teknologi dan digital,” paparnya.

Meski begitu, Sandi mengakui apapun jenis dan cara berbisnisnya bukan berarti terbebas dari halangan. Kemungkinan mengalami kegagalan bisa saja terjadi, sehingga yang perlu diingat dan dilakukan dalam merintis wirausaha adalah perlu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

“Hei kaum milenial, kalau belum sukses maka coba terus, jatuh bangun merupakan hal yang wajar. Yakinlah kegagalan itu anak tangga untuk mencapai kesuksesan,” pungkas Sandiaga Salahudin Uno.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 4:53 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia