Select Page

Trik Berbisnis dari Penulis Buku ‘7 Keajaiban Rezeki’

Trik Berbisnis dari Penulis Buku ‘7 Keajaiban Rezeki’

Foto: Ilustrasi/Istimewa

UMINEWS.COM, Semenjak kebijakan Work From Home (WFH) akibat pandemi Covid-19 diberlakukan, berbisnis rumahan atau berjualan di rumah digandrungi oleh masyarakat. Alhasil, pesaingan pun tak terbendung. Diperlukan trik berbisnis agar barang dagangan kita dibeli calon konsumen.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh pebisnis pemula, apalagi yang modalnya minim agar tidak kalah bersaing?

Ippho Santosa, penulis buku ‘7 Keajaiban Rezeki’ yang juga merupakan seorang motivator mengatakan, ada beberapa hal yang harus dimiliki setiap pengusaha atau pebisnis pemula. Ippho menyebut, yang paling utama harus dimiliki adalah kemauan dan keberanian memulai berbisnis.

Menurut Ippho, setiap profesi memiliki ciri tersendiri. Dicontohkannya, syarat menjadi seorang dosen harus pintar, seniman harus kreatif, dan peneliti harus rajin melakukan penelitian.

“Nah, kalau pebisnis atau pengusaha ciri utamanya harus tangguh dan pemberani. Kalau tidak punya ini jangan jadi pebisnis, sulit berkembang,” kata Ippho Santosa.

Seorang pebisnis, lanjut Ippho, meskipun pintar dan kreatif, tapi tidak memiliki keberanian memulai dan  tangguh menjalankan usahanya akan sulit menjadi pebisnis sukses.

“Untuk memulai suatu bisnis harus berani action,” ujar Ippho.

Hal lain yang juga harus dimiliki seorang pebisnis yaitu kreativitas. Kata Ippho, sah-sah saja seorang pebisnis menjual barang yang sama dengan yang dijual orang lain. Tapi disarankannya harus ada pemikat yang membedakan sehingga barang dagangannya dilirik oleh pelanggan.

“Barang dagangan boleh sama, tapi rezeki akan beda karena kita punya kreativitas, punya diferensiasi. Manusia berbeda dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia punya otak, jadi harus kreatif,” imbuhnya.

Meski harus memiliki keberanian, mulai berbisnis tidak selalu harus punya atau memproduksi barang dagangan sendiri. Seseorang pebisnis bisa memulai dengan menjual produk atau barang dagangan orang lain dulu.

Sebab, untuk pengusaha pemula yang menjual produksi barang sendiri membutuhkan modal yang cukup besar. Bila nekat memproduksi sendiri dengan modal yang minim biasanya akan menjual ke publik dengan harga yang lebih tinggi alias mahal dibandingkan dengan kompetitor dengan harapan dapat mengembalikan modal sekaligus mendapatkan untung.

Menyiasati keterbatasan persoalan dana lebih baik dan merupakan alternatif yang sangat bijak dengan cra menjual barang orang lain dulu. “Biasanya kalau tidak bisa produksi dengan skala besar maka harga jualnya agal tinggi. Dengan kata lain, kita ingin cost produksi per unitnya rendah maka harus skala besar. Jika tidak bisa skala besar sebaiknya kita mengambil barang dari orang saja. Misalnya jualan batik bisa menggunakan merek orang itu atau diganti mereknya dengan punya kita,” terang Ippho Santosa.

Menentukan pilihan produk yang akan dijual pun tidak bisa sembarangan atau berdasarkan trend semata. Agar jangkauan produk Anda meluas dan memperkecil potensi mengalami kerugian pilih produk yang kecil, ringan dan tahan lama.

Kata Ippho, di zaman serba online seperti sekarang ini, kriteria produk yang disebutkan di atas tersebut bisa dijual dan dibeli pelanggan dari manapun asalnya.

“Kalau jual makanan sebaiknya yang tidak cepat basi, begitu juga dengan produk lainnya pilih yang tidak mudah rusak. Dengan begitu bisa dikirim lintas kota atau lintas provinsi,” sarannya.

Ippho berharap trik berbisnis yang dia beritahu ini akan bermanfaat dan menumbuhkembangkan minat masyarakat untuk berbisnis yang berbasis rumahan. “Celah dan peluang menjadi seorang pebisnis sangat terbuka lebar kok. Tinggal kita saja bagaimana menyiasati dan menjalaninya,” pungkas Ippho.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 6:05 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia