Select Page

UMKM Perang Diskon, Awas Bukan Untung Malah Buntung

UMKM Perang Diskon, Awas Bukan Untung Malah Buntung

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

UMINEWS.COM, Semenjak pandemi COVID-19 merebak di Indonesia, banyak pelaku bisnis, terkhususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpukul. Berbagai cara dilakukan UMKM agar bisa membangkitkan kembali gairah transaksi ekonomi mereka, salah satunya dengan memberikan diskon yang menggiurkan kepada konsumen.

Lead Financial Trainer and Founder QM Financial Liqwina Hananto mengatakan strategi memberikan diskon di tengah pandemi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menggaet konsumen.

Tapi Liqwina mewanti-wanti, dalam memberikan diskon para pelaku UMKM harus berhati-hati dan tidak asal-asalan.

“Harus ada perhitungan yang rinci karena diskon itu kan masuknya ke biaya cost. Ada beberapa cost yang dikeluarkan untuk memproduksi satu produk,” ujar Liqwina Hananto di sebuah diskusi webinar, Rabu, 30 September 2020.

Lebih rinci lagi dijelaskannya, ketika membuat sesuatu produk maka harus dihitung biaya yang dikeluarkan, mulai dari bahan hingga biaya tambahan lain. Lalu dari semua yang digelontorkan untuk biaya tersebut diperhatikan juga ada berapa banyak produk yang bisa dihasilkan dan berapa pendapatan yang kira-kira bisa diperoleh.

Ia mencontohkan ketika membuat cookies yang harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp50 ribu, dan biasanya dijual seharga Rp100 ribu. Dari margin (keuntungan) itu bisa dipakai untuk memberikan diskon kepada konsumen.

Menurut dia, saat ini masih banyak para para pengusaha, khususnya pelaku UMKM yang memberikan diskon hanya karena ikut-ikutan saja sehingga tidak mendapatkan keuntungan, bahkan mengalami kerugian.

“Hanya gara-gara di toko sebelah kasih diskon, dia ikut-ikutan. Begitu sadar mengalami kerugian, dia baru ingat ada biaya produksi yang berapa gitu. Begitu dia kasih diskon ke konsumen hasilnya enggak dapat cuan (untung),” imbuh Liqwina.

Perlukan gelontorkan dana untuk influencer?

Cara lainnya yang dilakukan para pengusaha atau pelaku UMKM agar dilirik calon pembeli yaitu melakukan promosi.

Di masa kini, kegiatan promosi bisa dilakukan melalui media sosial hingga membayar influencer. Pertanyaannya, perlukan UMKM menggelontorkan sejumlah uang untuk membayar influencer, mengingat bayaran influencer tidaklah kecil, bahkan bisa terbilang tinggi apalagi sekelas public figure.

Cara seperti itu menurut Liqwina Hananto sah-sah saja sebagai cara mempromosikan dagangan dan meningkatkan penjualan. Hanya saja, untuk kelas UMKM, menggunakan jasa influencer untuk mempromosikan dagangan mereka terbilang kurang efektif dan terkesan pemborosan.

Ia menyarankan, para pelaku UMKM memberdayakan orang di sekelilingnya, seperti teman dan keluarga untuk menjadi influencer yang mempromosikan barang dagangannya.

“Dengan melibatkan orang di sekeliling kita akan lebih efektif daripada menggunakan jasa influencer-influencer yang berasal dari kalangan atas atau professional. Sebab promosi dari mulut ke mulut lebih efektif,” tukasnya.

Tapi, lanjut Liqwina, agar teman atau keluarga bersedia membantu mempromosikan dagangan kita syaratnya harus menjaga hubungan baik. Artinya apa, dengan menjaga hubungan baik maka kita enggak harus membayar influencer untuk mempromosikan dagangan kita. Penggunaan influencer wajar dilakukan oleh para pebisnis yang skala usahanya sudah besar. Sementara untuk UMKM lebih baik fokus untuk membuat produk yang berkualitas dan bermutu,” saran Ligwina Hananto.

Nah, bagi kalian para pelaku UMKM tidak ada salahnya mengikuti apa yang disarankan Liqwina Hananto. Berikan diskon sewajarnya kepada calon pembeli dan jangan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak atau belum perlu dilakukan. Kami doakan semoga produk Anda akan dilirik dan dibeli oleh masyarakat yang pada akhirnya memberikan cuan (keuntungan) demi keberlanjutan usaha.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

5803 563,680 Kasus
124 17,479 (3.1%) Meninggal
3625 466,178 (82.7%) Sembuh
04 Dec 2020, 5:27 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia