Select Page

Wastafel Daur Ulang Drum Bekas, Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi COVID-19

Wastafel Daur Ulang Drum Bekas, Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi COVID-19

Foto: Instagram @d'tongart

UMINews.com, Di setiap kesempitan pasti ada kesempatan dan peluang usaha, tidak terkecuali bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini sudah dibuktikan D’Tong Art.

UMKM yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini merupakan produsen funiture yang terbuat dari drum (tong) bekas. Mereka memproduksi kursi, meja, lemari hingga alat-alat kebersihan seperti wastafel dan tong sampah dari bahan bekas limbah pabrik tersebut.

Agung Setiawan, pemilik D’Tong Art menjelaskan bagaimana ceritanya ia memproduksi alat-alat kebersihan. Pada 2011 dirinya memproduksi peralatan kebersihan seperti tong sampah dan gerobak sampah dengan nama brand Cleansee.

Seiring waktu, tepatnya 2014, Agung menyebutkan nama Cleansee diganti dengan nama baru, D’Tong Art.

wastafel-d'tongart

Foto: Instagram @d’tongart

Produk-produk D’Tong Art diminati oleh pebisnis restoran dan kafe yang mengusung konsep industrial. Selain itu, tak sedikit juga konsumen membeli untuk dipergunakan di rumahnya.

Sebelum pandemi COVID-19, D’Tong Art mampu menjual sekitar 10-50 paket funiture setiap bulannya.

D’Tong Art menawarkan bermacam-macam paket mulai dari paket 2 kursi dan 1 meja dan 4 kursi, 1 meja, dan 1 lemari.

“Omzet yang kami raih dalam sebulan bisa mencapai Rp50-100 juta,” kata Agung Setiawan.

wastafel-d'tongart

Foto: Instagram @d’tongart

Namun saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga seluruh kafe dan restoran dilarang beroperasi, penjualan D’Tong Art anjlok hingga 70 persen. Tak ada lagi pembeli dari kafe dan restoran, hanya beberapa pembeli untuk kebutuhan rumah saja.

“Di awal pandemi omzetnya paling bagus Rp20-30 juta per bulan,” ungkapnya.

Seperti pelaku usaha kebanyakan, Agung terpaksa mengambil keputusan merumahkan sementara beberapa karyawannya. Mereka akan dipanggil bekerja jika ada pesanan masuk.

funiture-d'tongart

Foto: Instagram @d’tongart

Sebagai pelaku ekonomi kreatif, Agung Setiawan tidak bersikap pasrah. Ia berusaha menciptakan produk-produk inovatif dan dibutuhkan masyarakat di masa pandemi. Dia pun mempromosikan dengan gencar wastafel dari drum bekas.

Agung bergerilta menghubungi para kliennya melalui pesan singkat melalui WhatsApp (WA) untuk memberitahu bahwa dirinya juga memproduksi wastafel.

Jerih payah usahanya mulai memberikan hasil. Begitu New Normal diterapkan, jumlah pesanan wastafelnya meningkat.

“Kalau ingin beroperasi lagi, restoran dan kafe harus menerapkan protokol kesehatan sesuai yang ditetapkan pemerintah, salah satunya harus menyediakan tempat cuci tangan,” ujar Agung Setiawan.

Berbalik dengan kondisi sebelum pandemi, kini penjualan wastafel dari drum kini mendominasi hingga 70 persen. Konsumennya pun datang dari berbagai kalangan, tak hanya dari kafe, restoran, tapi juga perusahaan swasta, BUMN contohnya Pertamina, hingga lembaga masyarakat.“Mereka membeli untuk kegiatan CSR, untuk disumbangkan,” ungkapnya.

Sejak saat itu ia memproduksi wastafel tidak hanya terbukat dari drum saja, tapi dari bahan-bahan lainnya seperti alumunium dan ember. Hal ini dilakukannya untuk menyesuaikan kemampuan anggaran calon pembelinya.

Semakin banyaknya pihak yang membeli wastafel daur ulang kepadanya, mendorong Agung membuat brand khusus yang diberi nama ‘Wastafel Portable Bandung. Bentuk produk wastafel ini bisa di-custom dan sesuai request calon pembeli.

Soal harga, Agung menyebut dari bahan ember dan keran dibanderolnya mulai dari Rp350 ribu sampai yang termahal Rp8 juta.

Di saat usahanya mulai bangkit, ungkap Agung Setiawan, pihaknya diterpa kabar tak sedap. Diketahui, ada beberapa orang yang mengatasnamakan D’Tong Art untuk melakukan penipuan. Bahkan ada yang datang ke workshop-nya sambil marah-marah karena sudah memesan tapi barangnya tidak kunjung tiba. Padahal, dirinya tidak pernah menerima pemesanan itu.

“Begitu saya selidiki, ternyata itu modus penipuan yang mengatasnamakan D’Tong Art,”terangnya.

Agung Setiawan mempersilakan kepada masyarakat yang ingin mengetahui dan membeli produk-produk UMKM dari D’Tong Art dapat mengakses akun resmi Instagram usahanya yaitu @d.tongart. Ia juga menyarankan pembelinya untuk melakukan transaksi melalui e-commerce seperti Tokopedia karena menggunakan sistem transaksi rekening bersama.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

8369 557,877 Kasus
156 17,355 (3.1%) Meninggal
3673 462,553 (82.9%) Sembuh
03 Dec 2020, 8:13 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia