Select Page

Yosh Adiguna Young, Dokter Gigi yang Banting Setir Jadi Pelaku UMKM

Yosh Adiguna Young, Dokter Gigi yang Banting Setir Jadi Pelaku UMKM

Foto: Dok dr Yosh Adiguna Young

UMINews.com, Profesi dokter merupakan salah satu profesi dambaan hampir setiap orang. Tapi Yosh Adiguna Young justru melepas profesi tersebut.

Yosh Adiguna menceritakan dirinya kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta. Dan, pada April 2019 dinyatakan lulus sumpah sebagai dokter.

“Sumpah dokter itu merupakan pemberian gelar dokter (dr) secara resmi, tapi saya belum diperbolehkan membuka praktik sendiri, harus lebih dulu mengikuti program internship,” kata Yosh Adiguna Young kepada Uminews.com, Sabtu, 26 Desember 2020.

Dijelaskan Yosh, program internship adalah program pemerintah untuk menempatkan seorang dokter yang baru lulus di berbagai kota di Indonesia selama satu tahun.

Maunesia

drg Yosh Adiguna Young bersama anggota komunitas Maunesia. (Foto: Dok Maunesia)

Berbeda dengan rekan-rekannya di kampus yang mengikuti program internship, Yosh justru melamar kerja di sebuah perusahaan e-commerce.

Saat bekerja itulah ia berkenalan dengan beberapa orang yang kelak merubah jalan hidupnya, di antaranya Komisaris Unilever dan Presiden Direktur salah satu produk minuman di Indonesia. Dari kedua orang itu ia mendapatkan wejangan-wejangan.

Seperti dirinya, ternyata Komisaris Unilever adalah seorang dokter gigi (drg). Kepadanya, sang komisaris menyarankan dirinya untuk memilih berkarir sebagai seorang dokter, profesional/karyawan atau enterpreneur. Apapun yang dipilihan tapi ada syaratnya yaitu harus sesuai hati dan fesyen.

“Kalau saya memilih jadi seorang enterpreneur disarankan untuk jadi profesional dulu. Saran dari beliau saya ikuti,” ujarnya.

Baca Juga:
  Perjalanan Karir Raja Media Indonesia Jakob Oetama

Tiga bulan kemudian Yosh memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya itu, dan bermetamorfosis menjadi seorang enterpreneur sesuai dengan hati dan jiwanya.

“Faktor utama saya ingin menjadi enterpreneur karena ingin bisa berbagi dengan sesama. Kalau jadi karyawan bukannya tidak bisa, tapi keterbatasannya cukup banyak,” jelas Yosh Adiguna.

Keyakinannya menjadi seorang enterpreneur semakin menguat begitu diajak joint atau bekerja sama oleh founder WOH Chips, Suryaningsih, untuk memproduksi camilan sehat (healthy snack). Tawaran itu diambilnya dan Yosh ditempatkan sebagai Co-Founder. Diberitahunya, founder WOH Chips adalah kliennya saat masih bekerja di perusahaan e-commerce.

UMKM-Camilan

Foto: Instagram @Kultivaco

Begitu dirinya diberi kepercayaan untuk menangani dan mengembangkan WOH Chips, Yosh menunjukkan kinerja dan komitmennya. Ia berprinsip, kepercayaan yang diberikan kepada dirinya harus dijaga dan nilainya tak terhingga.

Jerih payah Yosh Adiguna akhirnya memberikan hasil, AEON BSD Serpong meminta kepada dirinya agar memasukan produk WOH ke tempat mereka. Yang membuatnya lebih bersyukur, produk-produk WOH disukai banyak konsumen. Sebelum dirinya bergabung, produk WOH Snack pertama kali masuk di Kemchicks.

Yosh semakin berbangga diri, pada November 2019 WOH dinobatkan sebagai peringkat pertama produk unggulan versi SMESCO. Sejak itu permintaan dari berbagai super market dan retail silih berganti menghampirinya seperti The Foodhall, Ranch Market, Farmer Market, The Gourmet, KKV Internasional Indonesia, Flix Cinema dan, Foodmax.

UMKM-Camilan

drg Yosh Adiguna Young (kiri kedua), berfoto bersama pasangan selebriti Dedi Mahendra Desta dan Natasha Rizki. (Foto: Dokumen drg Yosh Adiguna Young)

Baru-baru ini, WOH Chips masuk di posisi ketiga dalam Top 5 Brilian Preneur produk UMKM dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Baca Juga:
  10 UMKM Didaulat Jadi Pahlawan Produk Lokal, Ini Pemenangnya

Kini, kata Yosh, WOH Chips telah mempekerjakan sekitar 25-30 karyawan yang dibagi untuk bagian produksi dan packing. “Bagian poduksinya di Tangerang, yang packing di Ancol,” terangnya.

Buah-buahan dipesan khusus ke petani

Sesuai taglinenya, camilan sehat, Yosh Adiguna Young mengatakan untuk menjaga kualitas produk-produk WOH Chips, buah-buahan yang digunakan memiliki standar yang tinggi dan dipesan khusus dari petaninya langsung.

Karena memprioritaskan kualitas, Yosh mengakui bahwa harga camilan WOH Chips dapat dikategorikan cukup mahal jika dibandingkan produk-produk sejenisnya, yaitu berkisar Rp27.000-30.000 per pics. Selain itu, ia memastikan seluruh produk WOH Chips tidak menggunakan bahan pengawet atau kimia yang membahayakan tubuh manusia.

Mahalnya camilan produksi WOH Chips tidak membuat khawatir tidak akan dibeli oleh masyarakat. Justru kebalikannya, di masa pandemi COVID-19 omzetnya mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

“Dari Januari hingga Oktober 2019 naik.dua kali lipat. Dan November-Desember 2019 naik lima kali lipat,” ungkap Yosh.

UMKM-Ekspor

Produk WOH Chips diekspor ke luar negeri. (Foto: Dokumen drg Yosh Adiguna Young)

Disebutkannya, peningkatan terjadi karena ada permintaan dari Singapura dan Kanada dalam jumlah cukup besar. Produk keripik tempe yang paling diminati oleh dua negara tersebut.

Yosh pun menyebutkan beberapa produk healty snack dari WOH Chips yaitu keripik tempe dengan tiga varian yaitu Balado, Original dan Barberque. “Kami juga membuat keripik Pisang Madu, Fish Skin (kulit ikan), Ubi Ungu, dan Nangka,” ucapnya.

UMKM-Camilan

Foto: Instagram @kultivaco

Selain sudah masuk ke berbagai ritel, lanjut Yosh, produk-produk healthy snack WOH Chips juga dapat ditemui di berbagai marketplace dalam dan luar negeri.

Baca Juga:
  Suka Duka Triyono yang Kaleng Krupuknya Dibeli Jokowi

Kata dokter gigi ini, marketplace dalam negeri yaitu, Indonesia Mall milik BRI, Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Alibaba, Bli Bli, Lazada, dan ebay. Sedangkan marketplace luar negeri, Yosh Adiguna Young menyebutkan qoo10 singapore dan Shopee Singapore.

1 Comment

  1. Avatar

    Masya Allah seneng bacanya. Semoga bisa ketularan semangat dan ilmunya. Inspirasi sukses untuk kita semua.

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

10365 927,380 Kasus
308 26,590 (2.9%) Meninggal
8013 753,948 (81.3%) Sembuh
19 Jan 2021, 12:07 PM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia