Select Page

Yuk Ajarkan Anak Cinta Produk Dalam Negeri

Yuk Ajarkan Anak Cinta Produk Dalam Negeri

Anak-anak mengenakan pakaian tradisional. (Foto-foto: Istimewa)

UMINEWS.COM, Mengajarkan anak mencintai produk dalam negeri sebaiknya dilakukan sejak usia dini, tak terkecuali dengan produk batik. Ada banyak cara melakukannya.

Desainer Embran Nawawi memiliki kiat tersendiri agar anak-anak menyukai batik. Caranya dengan memasukkan ke dunia fantasi mereka.

“Anak-anak pasti punya sosok atau figur yang difavoritkan, misalnya princes. Saya membuat baju princes dari batik,” kata Embran Nawawi akhir pekan lalu.

Batik yang dipilih pun tidak asal-asalan. Embran memilik batik Pamekasan yang memiliki corak warna-warni cerah. Warna yang cerah representasi dari jiwa anak-anak yang penuh keceriaan.

Untuk membuat baju princes berbahan batik, Embran menambahkan material kain lainnya seperti organza, lace, dan tile. Bahan-bahan itu dipilih agar saat mengenakan baju princes itu anak-anak merasa nyaman dan tidak berat.

“Namanya anak-anak, mereka enggak bisa diam. Lari kesana kemari. Karena itu saya buat senyaman mungkin agar merek mau memakainya,” tuturnya.

Agar terlihat glamour seperti seoranv princes, Embran menambahkan dengan berbagai pernak-pernik seperti mutiara-mutiara dan bulu-buluan.

Selain memasuki dunia fantasi mereka, Embran Nawawi menyebutkan kesukaan anak terhadap sebuah produk atau sesuatu tak lepas dari dorongan orang tua dan keluarganya. Karena melihat orang tuanya suka memakai batik, secara tidak langsung membuat anak tertarik menggunakan pakaian tradisional tersebut.

“Anak kan juga apa kata orang tua. Kalau orang tuanya mau dia mengenakan batik, ya dia pakai. Ini yang jadi alasan saya bikin batik untuk keluarga, seperti seragan gitu deh,” jelas Embran.

Tak hanya untuk momen-momen tertentu saja, agar anak mencintai batik juga harus desain yang bisa dipakainya sehari-hari atau untuk bermain, seperti mode casual.

Upaya Embran Nawawi memperkenalkan dan mendekatkan batik dengan anak-anak sepertinya berhasil. Renata Duhita Larasari, 8 tahun, mengaku senang memakai baju ala princes berbahan batik. Bahannya yang ringan dam desainnya mengembang memikat hatinya.

“Bajunya ringan, enggak ribet kalau dipakai. Bisa buat jalan-jalan,” ucap Renata sambil tersenyum.

Selain baju princes, Renata mengaku dirinya juga memiliki baju tidur motif batik. Sekali lagi dia merasa nyaman memakainya. “Bajunya adem, enak buat tidur,” ujarnya.

Sementara, Aurora Febrina Santosa, 9 tahun, mengaki menyukai batik karena corak warnanya bagus-bagus. Sekarang ini dia hanya punya batik untuk datang ke pesta saja.

“Sekarang aku hanya punya batik untuk ke pesta aja. Tapi sudah minta ke bunda dibeliin baju batik buat main juga untuk tidur,” kata Aurora.

Batik sebagai branding bangsa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mengajak seluruh elemen masyarakat turut menyosialisasikan, menghayati, dan melestarikan batik sebagai branding bangsa yang telah diakui UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud RI Restu Gunawan mengatakan pemerintah terus mengedukasi dan menyosialisasikan batik sebagai warisan bangsa, salah satunya melalui pengenaan batik sebagai seragam sekolah.

Tak pentingnya, lanjut Restu, selain dijadikan branding bangsa, di waktu bersamaan batik juga menjadi bagian dari diplomasi budaya.

Oleh karena itu dalam pertemuan-pertemuan besar baik di dalam maupun luar negeri mengenakan batik menjadi prioritas utama daripada jas.

Batik ini tidak hanya sekadar sebuah produk dalam negeri saja, tapi lebih dari itu. Batik adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia dan alat diplomasi. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melestarikan dan mengenalkan kepada anak-anak kita,” kata Restu Gunawan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Update COVID-19

INDONESIA

8369 557,877 Kasus
156 17,355 (3.1%) Meninggal
3673 462,553 (82.9%) Sembuh
03 Dec 2020, 8:13 AM (GMT)

Ads

Hosting Unlimited Indonesia